Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

THE RED THREAD IN LEILA S. CHUDORI’S NADIRA AND PULANG (Benang Merah dalam Novel Nadira dan Pulang karya Leila S. Chudori)

View through CrossRef
Novel Nadira (2015) dan Pulang (2012) karya Leila S. Chudori merupakan dua novel yang dianalisis dalam tulisan ini. Keduanya sama-sama bercerita tentang sebuah keluarga yang berjuang melawan ikatan-ikatan sosial yang kompleks, yang terpusat pada tema-tema cinta yang hilang, kematian orang tua, dan pemikiran idealis sang tokoh utama dalam proses pencarian jati dirinya. Walaupun politik kerap menjadi tema utama dalam karya-karya Leila S. Chudori, kisah- kisah tersebut sejatinya selalu diceritakan melalui perspektif sebuah keluarga. Kajian ini berusaha mencari benang merah dari kedua novel tersebut dengan menggunakan teori intertekstual yang dikemukakan Julia Kristeva dan dengan metode pembacaan cermat (close reading technique). Hasil penelitian merujuk pada perjuangan keluarga yang terdapat dalam kedua novel yang terkait erat dengan struktur  naratif  yang merepresentasikan nilai-nilai budaya kekeluargaan Indonesia dan masih memiliki kecenderungan kental dalam menentukan pilihan hidup seseorang, bahkan seringkali membalik arah hidup mereka.Abstract: Leila S. Chudori’s Nadira (2015) and Pulang (2012) are two novels analyzed in the research. Both  tell the story of a complicated family struggling against social bindings and complexities, centered on the loss of love, the death of a parent figure, and the heroine’s idealistic views the process of finding her true self. Though politics has always been a major force in both of Leila S. Chudori’s most notable works, it is always told from the point of view of a family. This study aims to trace the red thread between those two literary works by applying Julia Kristeva’s intertextual theory and close reading technique in analyzing both novels. The result  of the research shows  that the family struggles contained in both novels are closely related to the narrative structure, which represents the dominant cultural values of Indonesian extended family in determining one’s way of life that often leads to their downfall.
Title: THE RED THREAD IN LEILA S. CHUDORI’S NADIRA AND PULANG (Benang Merah dalam Novel Nadira dan Pulang karya Leila S. Chudori)
Description:
Novel Nadira (2015) dan Pulang (2012) karya Leila S.
Chudori merupakan dua novel yang dianalisis dalam tulisan ini.
Keduanya sama-sama bercerita tentang sebuah keluarga yang berjuang melawan ikatan-ikatan sosial yang kompleks, yang terpusat pada tema-tema cinta yang hilang, kematian orang tua, dan pemikiran idealis sang tokoh utama dalam proses pencarian jati dirinya.
Walaupun politik kerap menjadi tema utama dalam karya-karya Leila S.
Chudori, kisah- kisah tersebut sejatinya selalu diceritakan melalui perspektif sebuah keluarga.
Kajian ini berusaha mencari benang merah dari kedua novel tersebut dengan menggunakan teori intertekstual yang dikemukakan Julia Kristeva dan dengan metode pembacaan cermat (close reading technique).
Hasil penelitian merujuk pada perjuangan keluarga yang terdapat dalam kedua novel yang terkait erat dengan struktur  naratif  yang merepresentasikan nilai-nilai budaya kekeluargaan Indonesia dan masih memiliki kecenderungan kental dalam menentukan pilihan hidup seseorang, bahkan seringkali membalik arah hidup mereka.
Abstract: Leila S.
Chudori’s Nadira (2015) and Pulang (2012) are two novels analyzed in the research.
Both  tell the story of a complicated family struggling against social bindings and complexities, centered on the loss of love, the death of a parent figure, and the heroine’s idealistic views the process of finding her true self.
Though politics has always been a major force in both of Leila S.
Chudori’s most notable works, it is always told from the point of view of a family.
This study aims to trace the red thread between those two literary works by applying Julia Kristeva’s intertextual theory and close reading technique in analyzing both novels.
The result  of the research shows  that the family struggles contained in both novels are closely related to the narrative structure, which represents the dominant cultural values of Indonesian extended family in determining one’s way of life that often leads to their downfall.

Related Results

PEMANFAATAN BAHASA PADA PENOKOHAN NADIRA DALAM NOVEL NADIRA KARYA LEILA S. CHUDORI
PEMANFAATAN BAHASA PADA PENOKOHAN NADIRA DALAM NOVEL NADIRA KARYA LEILA S. CHUDORI
Language is used to represent the characters in a novel. The novel Nadira by Leila S. Chudori has a central character, namely Nadira, the same name as the novel's title. The charac...
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Rokhmawan,Tristan. 2011. Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas...
         Paper ini membahas pengaruh waktu perkecambahan kacang merah terhadap kadar asam amino bebas dan protein terlarut yang terkandung dalam kecambahnya. Penelitian ini bertuju...
Perbandingan Lamanya Pelepasan Tali Pusat Dengan Menggunakan Benang dan Umbilical Clamp : Tinjauan Literatur
Perbandingan Lamanya Pelepasan Tali Pusat Dengan Menggunakan Benang dan Umbilical Clamp : Tinjauan Literatur
Tingginya angka kematian neonatal bayi baru lahir disebabkan oleh beberapa faktor seperti kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR, kelainan cacat bawaan, ikterus, asfiksia, down sy...
Nilai Sosial Dalam Novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori
Nilai Sosial Dalam Novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori
Menambah pengetahuan dari berbagai sumber. Salah satunya dengan sastra. Karya sastra adalah suatu bentuk gagasan, emosi, atau masalah hidup yang dikemas oleh pengarangnya. Jenis pe...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...

Back to Top