Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penafsiran Mazmur Ratapan

View through CrossRef
Pembahasan dalam penelitian ini akan mencari konsep-konsep dan ciri-ciri Mazmur Ratapan individu dan menemukan bagaimana ciri-ciri Mazmur Ratapan ini bila dibandingkan dengan berbagai ragam Mazmur yang lain dalam Kitab Mazmur. Untuk menemukan konsep-konsep dan ciri-ciri Mazmur Ratapan menggunakan penafsiran mengenai tujuan penulisan Kitab Mazmur Ratapan, meneliti latar belakang historis, meneliti secara kontektual pasal dan ayat, menafsirkan secara gramatikal dan secara literal sehingga akan ditemukan kesamaan struktur pasal, tujuan penulisan, pola sastra, motif penulisan, sehingga dapat ditemukan dan dirumuskan konsep-konsep dan ciri-ciri dari Mazmur Ratapan secara umum dibanyak pasal dalam Kitab Mazmur. Ciri-ciri umum penafsiran Mazmur Ratapan ini adalah seorang pemazmur secara langsung melakukan permohonan dalam doa kepada Allah, pada saat pemazmur dalam tekanan yang berat. Pemazmur berada dalam situasi yang sangat pahit lalu pemazmur menaikan permohonan dalam sejuta keluhan; pemazmur berhak mengatakan semua isi hati dengan keterbukaan dan kejujuran. Tingkat Kepercayaan pemazmur kepada Allah biasanya mulai hancur dan pudar, kemudian secara pelan-pelan dipulihkan, sehingga pergumulan mulai dilepaskan oleh Allah secara total. Mazmur Ratapan ini biasanya diakhiri dengan sebuah pujian yang dinyanyikan kalau keselamatan atau nazar dikabulkan oleh Allah. Mazmur ratapan ini memiliki ciri-ciri utama mengenai sastra, motif pemazmur, tujuan pemazmur, formula-formula bahasa yang dipakai oleh pemazmur memiliki kesamaan dalam struktur penulisan dan pengungkapan bahasa puisi yang hiperbolik, lugas, sederhana tetapi memiliki arti yang dalam yang tidak bisa diungkapkan dengan bahasa literal biasa. Bahkan dari ramuan itu dapat menggerakkan Allah untuk bertindak kepada setiap individu pemohonnya.
Title: Penafsiran Mazmur Ratapan
Description:
Pembahasan dalam penelitian ini akan mencari konsep-konsep dan ciri-ciri Mazmur Ratapan individu dan menemukan bagaimana ciri-ciri Mazmur Ratapan ini bila dibandingkan dengan berbagai ragam Mazmur yang lain dalam Kitab Mazmur.
Untuk menemukan konsep-konsep dan ciri-ciri Mazmur Ratapan menggunakan penafsiran mengenai tujuan penulisan Kitab Mazmur Ratapan, meneliti latar belakang historis, meneliti secara kontektual pasal dan ayat, menafsirkan secara gramatikal dan secara literal sehingga akan ditemukan kesamaan struktur pasal, tujuan penulisan, pola sastra, motif penulisan, sehingga dapat ditemukan dan dirumuskan konsep-konsep dan ciri-ciri dari Mazmur Ratapan secara umum dibanyak pasal dalam Kitab Mazmur.
Ciri-ciri umum penafsiran Mazmur Ratapan ini adalah seorang pemazmur secara langsung melakukan permohonan dalam doa kepada Allah, pada saat pemazmur dalam tekanan yang berat.
Pemazmur berada dalam situasi yang sangat pahit lalu pemazmur menaikan permohonan dalam sejuta keluhan; pemazmur berhak mengatakan semua isi hati dengan keterbukaan dan kejujuran.
Tingkat Kepercayaan pemazmur kepada Allah biasanya mulai hancur dan pudar, kemudian secara pelan-pelan dipulihkan, sehingga pergumulan mulai dilepaskan oleh Allah secara total.
Mazmur Ratapan ini biasanya diakhiri dengan sebuah pujian yang dinyanyikan kalau keselamatan atau nazar dikabulkan oleh Allah.
Mazmur ratapan ini memiliki ciri-ciri utama mengenai sastra, motif pemazmur, tujuan pemazmur, formula-formula bahasa yang dipakai oleh pemazmur memiliki kesamaan dalam struktur penulisan dan pengungkapan bahasa puisi yang hiperbolik, lugas, sederhana tetapi memiliki arti yang dalam yang tidak bisa diungkapkan dengan bahasa literal biasa.
Bahkan dari ramuan itu dapat menggerakkan Allah untuk bertindak kepada setiap individu pemohonnya.

Related Results

TRADISI RATAPAN (HELAEHILI) MASYARAKAT SENTANI, PAPUA
TRADISI RATAPAN (HELAEHILI) MASYARAKAT SENTANI, PAPUA
Tradisi ratapan (helaehili)  adalah kebiasaan masyarakat Sentani meratapi orang yang meninggal dalam perkabungan. Helaehili  ini dilantunkan secara spontan dalam bahasa Sentani. Ak...
Tafsir PL2
Tafsir PL2
Kitab Mazmur adalah kumpulan nyanyian, orang Yahudi sering mamakai syair dan nyanyian untuk mencatat pengalaman-pengalaman yang dianggap penting/istimewa, dan juga untuk menyampaik...
Corak dan Gaya Penafsiran
Corak dan Gaya Penafsiran
Abstrak ini membahas tentang corak dan gaya penafsiran Al-Qur'an yang telah berkembang dari periode klasik hingga kontemporer. Penafsiran Al-Qur'an melibatkan berbagai pendekatan, ...
Populisme Mahkamah Konstitusi dalam Penafsiran Perkara-Perkara pada Wilayah Open Legal Policy
Populisme Mahkamah Konstitusi dalam Penafsiran Perkara-Perkara pada Wilayah Open Legal Policy
In the past seven years, the striking characteristic of cases filed before the Constitutional Court (MK) has developed into cases at the open legal policy level. In open legal case...
The Spirit of Purification in Indonesian Tafsir: T.M. Hasbi As-Siddieqy and His Interpretation of Verses on Tawasul in Tafsir An-Nur
The Spirit of Purification in Indonesian Tafsir: T.M. Hasbi As-Siddieqy and His Interpretation of Verses on Tawasul in Tafsir An-Nur
The Tafsir An-Nur by T.M. Hasbi As-Siddieqy (d. 1975) is one of the popular tafsir works in Indonesia. When interpreting the meaning of "wasilah" in Q.S. Al-Maidah [5]: 35, Hasbi t...
PERSPEKTIF AL-SYAWKANI TENTANG PENTARJIHAN PERBEDAAN PENAFSIRAN
PERSPEKTIF AL-SYAWKANI TENTANG PENTARJIHAN PERBEDAAN PENAFSIRAN
<p class="05Abstrak">Tarjîh  dalam penafsiran dihasilkan dari adanya berbagai perbedaan pendapat para mufassir dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an. Tujuannya adalah mengeta...
Gaya dan Sistematika Tafsir
Gaya dan Sistematika Tafsir
Gaya dan sistematika tafsir merujuk pada pendekatan yang digunakan oleh para mufasir dalam menafsirkan Al-Qur'an. Setiap mufasir memiliki gaya yang berbeda, yang dipengaruhi oleh l...
Kenabian Mirza Ghulam Ahmad Perspektif Tafsir Ahmadiyah
Kenabian Mirza Ghulam Ahmad Perspektif Tafsir Ahmadiyah
Upaya memahami al-Qur’an guna menyebarkan ajaran-ajaran yang termuat di dalamnya terus berkembang. Upaya tersebut dibuktikan dengan meningkatnya penafsiran al-Qur’an sekalipun Nabi...

Back to Top