Javascript must be enabled to continue!
Dampak Kapasitansi Terhadap Sebaran Tegangan Isolator Rantai Transmisi Tegangan Tinggi
View through CrossRef
Pada sistem transmisi tenaga listrik, isolator berfungsi sebagai pemisah antara konduktor bertegangan tinggi dengan bagian menara yang terhubung ke tanah. Salah satu jenis isolator yang umum digunakan adalah isolator tipe pin, yang memiliki kemampuan kerja hingga mencapai 80 kV. Namun, pada jaringan transmisi dengan tegangan di atas 50 kV, isolator tipe rantai lebih sering digunakan karena mampu menahan tegangan yang lebih besar serta memberikan jarak isolasi yang lebih fleksibel dan aman. Secara konstruktif, isolator tersusun dari bahan porselin yang memiliki sifat isolatif tinggi, dengan elektroda-elektroda logam yang diapit di kedua ujungnya. Dari sudut pandang elektrik, isolator dapat dimodelkan sebagai rangkaian beberapa elemen kapasitif. Nilai kapasitansi pada setiap elemen dapat meningkat apabila permukaan isolator tertutup oleh lapisan penghantar akibat kelembapan udara, polusi, debu, atau kotoran lainnya. Akibatnya, distribusi tegangan pada rantai isolator menjadi tidak merata. Elemen isolator yang berdekatan dengan konduktor mengalami tegangan tertinggi karena berinteraksi langsung dengan potensial saluran, sedangkan elemen yang lebih dekat dengan menara mengalami penurunan tegangan secara bertahap. Penelitian ini bertujuan membandingkan tegangan yang diterima isolator ketika pengaruh kapasitansi diabaikan dengan kondisi ketika kapasitansi antarkeping isolator dan kapasitansi shunt ke tanah turut diperhitungkan. Dari hasil analisis, diperoleh bahwa tanpa adanya pengaruh kapasitansi, setiap isolator mengalami tegangan yang sama, yaitu 86,6 kV. Namun, ketika kapasitansi dimasukkan ke dalam perhitungan, distribusi tegangannya menjadi tidak merata dan menunjukkan variasi, dengan nilai terendah hingga tertinggi terjadi pada isolator yang berada paling dekat dengan kawat fasa. Pemahaman terhadap distribusi tegangan ini sangat penting untuk merancang sistem isolasi yang efisien dan menjamin keandalan operasi jaringan transmisi tegangan tinggi.
Title: Dampak Kapasitansi Terhadap Sebaran Tegangan Isolator Rantai Transmisi Tegangan Tinggi
Description:
Pada sistem transmisi tenaga listrik, isolator berfungsi sebagai pemisah antara konduktor bertegangan tinggi dengan bagian menara yang terhubung ke tanah.
Salah satu jenis isolator yang umum digunakan adalah isolator tipe pin, yang memiliki kemampuan kerja hingga mencapai 80 kV.
Namun, pada jaringan transmisi dengan tegangan di atas 50 kV, isolator tipe rantai lebih sering digunakan karena mampu menahan tegangan yang lebih besar serta memberikan jarak isolasi yang lebih fleksibel dan aman.
Secara konstruktif, isolator tersusun dari bahan porselin yang memiliki sifat isolatif tinggi, dengan elektroda-elektroda logam yang diapit di kedua ujungnya.
Dari sudut pandang elektrik, isolator dapat dimodelkan sebagai rangkaian beberapa elemen kapasitif.
Nilai kapasitansi pada setiap elemen dapat meningkat apabila permukaan isolator tertutup oleh lapisan penghantar akibat kelembapan udara, polusi, debu, atau kotoran lainnya.
Akibatnya, distribusi tegangan pada rantai isolator menjadi tidak merata.
Elemen isolator yang berdekatan dengan konduktor mengalami tegangan tertinggi karena berinteraksi langsung dengan potensial saluran, sedangkan elemen yang lebih dekat dengan menara mengalami penurunan tegangan secara bertahap.
Penelitian ini bertujuan membandingkan tegangan yang diterima isolator ketika pengaruh kapasitansi diabaikan dengan kondisi ketika kapasitansi antarkeping isolator dan kapasitansi shunt ke tanah turut diperhitungkan.
Dari hasil analisis, diperoleh bahwa tanpa adanya pengaruh kapasitansi, setiap isolator mengalami tegangan yang sama, yaitu 86,6 kV.
Namun, ketika kapasitansi dimasukkan ke dalam perhitungan, distribusi tegangannya menjadi tidak merata dan menunjukkan variasi, dengan nilai terendah hingga tertinggi terjadi pada isolator yang berada paling dekat dengan kawat fasa.
Pemahaman terhadap distribusi tegangan ini sangat penting untuk merancang sistem isolasi yang efisien dan menjamin keandalan operasi jaringan transmisi tegangan tinggi.
Related Results
Analisa Pengaruh Tegangan Harmonik Terhadap Regulasi Tegangan Eksitasi Generator Satu Fasa
Analisa Pengaruh Tegangan Harmonik Terhadap Regulasi Tegangan Eksitasi Generator Satu Fasa
Esensinya setiap generator listrik satu fasa maupun tiga fasa telah dilengkapi dengan sistem eksitasi. Sistem eksitasi generator ada tiga, yaitu sistem eksitasi statis, dinamis, da...
ANALISIS PENGARUH ARUS BOCOR TENTANG DAYA TAHAN DIELEKTRIK PADA ISOLATOR DEBU PADA SALURAN TRANSMISI 150 KV KOTO PANJANG-PAYAKUMBUH
ANALISIS PENGARUH ARUS BOCOR TENTANG DAYA TAHAN DIELEKTRIK PADA ISOLATOR DEBU PADA SALURAN TRANSMISI 150 KV KOTO PANJANG-PAYAKUMBUH
Latar Belakang : Penelitian ini membahas mengenai Arus bocor yang terjadi pada isolator yang tercemar debu dapat memicu terjadinya flashover, yaitu kegagalan isolasi yang dapat men...
Pemanfaatan Pektin Kulit Pisang Kepok Untuk Pembuatan Edible Film Dengan Penambahan CMC dan Plasticizer Sorbitol
Pemanfaatan Pektin Kulit Pisang Kepok Untuk Pembuatan Edible Film Dengan Penambahan CMC dan Plasticizer Sorbitol
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik edible film berbahan dasar pektin kulit pisang kepok terhadap pengaruh variasi konsentrasi sorbitol. Prosedur penelit...
Performance of a zero stiffness isolator under shock excitations
Performance of a zero stiffness isolator under shock excitations
The characteristic of a zero stiffness isolator is given first and the stiffness difference between the zero stiffness isolator and a linear one is discussed. Three different types...
PENGUKURAN INDEKS POLUSI ISOLATOR METODE NSDD DAN SENSOR TURBIDITY
PENGUKURAN INDEKS POLUSI ISOLATOR METODE NSDD DAN SENSOR TURBIDITY
Pengukuran indeks polusi pada isolator bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kekotoran pada isolator terhadap tegangan tembus isolator. Selama ini pengukuran indeks polutan t...
SYSTEMATIZATION OF THE FORMULAS OF THE RESONANT FERRITE ISOLATOR LOSS
SYSTEMATIZATION OF THE FORMULAS OF THE RESONANT FERRITE ISOLATOR LOSS
Context. The problem is to systematize and improve the models of a resonance ferrite isolator in the rectangular waveguide for the antenna-feeder devices, generating, receiving, me...
Perhitungan Kuat Medan Listrik di Bawah Saluran Transmisi 150 kV Menggunakan Metode Kawat Bayangan
Perhitungan Kuat Medan Listrik di Bawah Saluran Transmisi 150 kV Menggunakan Metode Kawat Bayangan
Saluran transmisi udara tegangan tinggi merupakan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari jaringan kelistrikan. Untuk tujuan efisiensi maka diperlukan ...
Analisis Penurunan Gangguan Akibat Hewan pada Saluran Transmisi Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Palembang Menggunakan Topskor
Analisis Penurunan Gangguan Akibat Hewan pada Saluran Transmisi Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Palembang Menggunakan Topskor
Penyaluran listrik dari pusat-pusat pembangkit ke pusat beban merupakan proses penting dalam sistem transmisi listrik yang memerlukan efisiensi tinggi dan keandalan yang optimal. P...

