Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Pengelolaan Arsip Dinamis di Pengadilan Agama Wonosobo Kelas 1A

View through CrossRef
Pengelolaan arsip dinamis pada lembaga peradilan memiliki posisi strategis karena arsip tidak hanya berfungsi sebagai memori administrasi, tetapi juga sebagai bukti autentik dalam pelayanan hukum. Namun, transformasi digital kearsipan pada lembaga pengadilan tingkat pertama masih menghadapi beberapa persoalan mendasar: ketergantungan simultan pada arsip fisik dan digital, lemahnya pengendalian peminjaman, keterbatasan preservasi preventif, serta belum optimalnya penyusutan berbasis Jadwal Retensi Arsip (JRA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan arsip dinamis di Pengadilan Agama Wonosobo Kelas 1A berdasarkan siklus hidup arsip, mengidentifikasi faktor penghambatnya, serta merumuskan strategi perbaikan yang sesuai dengan karakter dokumen peradilan bernilai guna hukum tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan yang terlibat langsung dalam pengelolaan arsip seperti sekretaris, staf arsip, dan operator layanan arsip, serta melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan arsip telah mencakup tahap penciptaan, penggunaan, pemeliharaan, dan penyusutan, tetapi belum membentuk sistem yang terintegrasi. Sistem hybrid mempercepat temu kembali arsip digital, namun sekaligus menimbulkan redundansi kerja karena dokumen masih harus dicetak, disahkan, dan dipindai ulang. Ketiadaan SOP peminjaman dan JRA memperlemah kontrol akuntabilitas serta meningkatkan risiko penumpukan arsip. Kebaruan penelitian ini terletak pada penjelasan mengenai kerentanan sistem hybrid dalam konteks lembaga peradilan tingkat pertama yang memiliki beban perkara tinggi, nilai bukti hukum kuat, dan keterbatasan arsiparis yang belum banyak dikaji dalam literatur kearsipan sebelumnya. Penelitian merekomendasikan integrasi alur digital, penyusunan SOP peminjaman, penerapan JRA, penguatan kompetensi SDM, dan pemenuhan standar preservasi preventif. Dynamic records management in judicial institutions plays a strategic role because records serve not only as an administrative memory but also as authentic evidence in the administration of justice. However, the digital transformation of records management in first-instance courts still faces fundamental challenges such as simultaneous reliance on both physical and digital records, weak control over record borrowing, limitations in preventive preservation, and the absence of retention-based disposal. This study aims to analyze the management of dynamic records at the Wonosobo Class 1A Religious Court based on the records lifecycle, identify its inhibiting factors, and formulate improvement strategies appropriate for judicial documents of high legal value. The study employs a descriptive qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews with three informants directly involved in records management: the secretary, records staff, and records service operators—as well as through observation and documentation, and were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model. The research results indicate that records management has covered the stages of creation, use, maintenance, and disposal, but has not yet formed an integrated system. The hybrid system accelerates the retrieval of digital records yet simultaneously creates work redundancy because documents still need to be printed, authenticated, and rescanned. The absence of borrowing SOPs and a Record Retention Schedules weakens accountability controls and increases the risk of records accumulation. The novelty of this study lies in its explanation of the vulnerabilities of the hybrid system within the context of a first-instance judicial institution characterized by a high caseload, strong legal evidentiary value, and limited archival staff. The study recommends digital workflows integration, borrowing SOP development, Record Retention Schedule implementation, human resource capacity building, and preventive preservation improvement.
Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat - LITPAM
Title: Analisis Pengelolaan Arsip Dinamis di Pengadilan Agama Wonosobo Kelas 1A
Description:
Pengelolaan arsip dinamis pada lembaga peradilan memiliki posisi strategis karena arsip tidak hanya berfungsi sebagai memori administrasi, tetapi juga sebagai bukti autentik dalam pelayanan hukum.
Namun, transformasi digital kearsipan pada lembaga pengadilan tingkat pertama masih menghadapi beberapa persoalan mendasar: ketergantungan simultan pada arsip fisik dan digital, lemahnya pengendalian peminjaman, keterbatasan preservasi preventif, serta belum optimalnya penyusutan berbasis Jadwal Retensi Arsip (JRA).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan arsip dinamis di Pengadilan Agama Wonosobo Kelas 1A berdasarkan siklus hidup arsip, mengidentifikasi faktor penghambatnya, serta merumuskan strategi perbaikan yang sesuai dengan karakter dokumen peradilan bernilai guna hukum tinggi.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.
Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan yang terlibat langsung dalam pengelolaan arsip seperti sekretaris, staf arsip, dan operator layanan arsip, serta melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan arsip telah mencakup tahap penciptaan, penggunaan, pemeliharaan, dan penyusutan, tetapi belum membentuk sistem yang terintegrasi.
Sistem hybrid mempercepat temu kembali arsip digital, namun sekaligus menimbulkan redundansi kerja karena dokumen masih harus dicetak, disahkan, dan dipindai ulang.
Ketiadaan SOP peminjaman dan JRA memperlemah kontrol akuntabilitas serta meningkatkan risiko penumpukan arsip.
Kebaruan penelitian ini terletak pada penjelasan mengenai kerentanan sistem hybrid dalam konteks lembaga peradilan tingkat pertama yang memiliki beban perkara tinggi, nilai bukti hukum kuat, dan keterbatasan arsiparis yang belum banyak dikaji dalam literatur kearsipan sebelumnya.
Penelitian merekomendasikan integrasi alur digital, penyusunan SOP peminjaman, penerapan JRA, penguatan kompetensi SDM, dan pemenuhan standar preservasi preventif.
Dynamic records management in judicial institutions plays a strategic role because records serve not only as an administrative memory but also as authentic evidence in the administration of justice.
However, the digital transformation of records management in first-instance courts still faces fundamental challenges such as simultaneous reliance on both physical and digital records, weak control over record borrowing, limitations in preventive preservation, and the absence of retention-based disposal.
This study aims to analyze the management of dynamic records at the Wonosobo Class 1A Religious Court based on the records lifecycle, identify its inhibiting factors, and formulate improvement strategies appropriate for judicial documents of high legal value.
The study employs a descriptive qualitative approach.
Data were collected through in-depth interviews with three informants directly involved in records management: the secretary, records staff, and records service operators—as well as through observation and documentation, and were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model.
The research results indicate that records management has covered the stages of creation, use, maintenance, and disposal, but has not yet formed an integrated system.
The hybrid system accelerates the retrieval of digital records yet simultaneously creates work redundancy because documents still need to be printed, authenticated, and rescanned.
The absence of borrowing SOPs and a Record Retention Schedules weakens accountability controls and increases the risk of records accumulation.
The novelty of this study lies in its explanation of the vulnerabilities of the hybrid system within the context of a first-instance judicial institution characterized by a high caseload, strong legal evidentiary value, and limited archival staff.
The study recommends digital workflows integration, borrowing SOP development, Record Retention Schedule implementation, human resource capacity building, and preventive preservation improvement.

Related Results

Evaluasi Pengelolaan Arsip Dinamis pada Unit Pengolah di Sekretariat Utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Evaluasi Pengelolaan Arsip Dinamis pada Unit Pengolah di Sekretariat Utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Pengawasan kearsipan diselenggarakan sebagai upaya menjamin terlaksananya pengelolaan arsip dinamis yang efisien, efektif dan sistematis. Bentuk evaluasi pengelolaan arsip dapat di...
MANAJEMEN ASOSIASI SEPAKBOLA KABUPATEN (ASKAB) PSSI WONOSOBO
MANAJEMEN ASOSIASI SEPAKBOLA KABUPATEN (ASKAB) PSSI WONOSOBO
Wonosobo is one of those cities where this hasn’t happened in recent years had good football achievements. Problems such as ineffective communication between organizations and part...
SISTEM INFORMASI E-ARSIP BERBASIS WEB
SISTEM INFORMASI E-ARSIP BERBASIS WEB
Dengan adanya suatu perkembangan Teknologi yang merupakan suatu bagian yang tidak terpisahkan dari peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kualitas hidup dan yang lainnya. Intern...
PENERAPAN E-ARSIP DI PENGADILAN NEGERI KARANGANYAR KELAS II
PENERAPAN E-ARSIP DI PENGADILAN NEGERI KARANGANYAR KELAS II
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan e-arsip dilihat dari kinerja petugas kearsipan dan perangkat pendukung penerapan e-arsip di Pengadilan Negeri Karanganya...
PENINGKATAN KETERAMPILAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN DAN PENYALINAN ARSIP KELUARGA SECARA DIGITAL
PENINGKATAN KETERAMPILAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN DAN PENYALINAN ARSIP KELUARGA SECARA DIGITAL
Abstrak:Pengetahuan arsip dan kearsipan selayaknya menjadi kebutahan setiap orang karena setiap orang memiliki dan membutuhkan arsip. Di sisi lain, perkembangan teknologi informasi...
Sistem Penyimpanan Arsip Statis pada Bagian Tatakelola Administrasi di PT Pos Indonesia
Sistem Penyimpanan Arsip Statis pada Bagian Tatakelola Administrasi di PT Pos Indonesia
Kegiatan kearsipan merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang kelancaran tujuan organisasi baik swasta maupun pemerintah. Secara sistematis kegiatan pengelolaan arsip memu...
Rancangan Inovasi Penyimpanan Arsip Berbasis Website di Kantor Konsultan Pajak Erwin Nur Kurotin
Rancangan Inovasi Penyimpanan Arsip Berbasis Website di Kantor Konsultan Pajak Erwin Nur Kurotin
Arsip memiliki peranan yang sangat penting bagi suatu organisasi. Dengan adanya arsip menjadi alat bukti yang sah dalam suatu urusan, selain itu arsip juga menjadi alat untuk membe...

Back to Top