Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERBANYAKAN ILES-ILES ( Amorphophallus spp.) SECARA KONVENSIONAL DAN KULTUR IN VITRO SERTA STRATEGI PENGEMBANGANNYA Conventional Propogation and In Vitro Culture of Iles-Iles (Amorphophallusspp.) and Its Development Strategy

View through CrossRef
<p align="center">ABSTRAK</p><p> </p><p>Iles-iles (<em>Amorphophallus</em> spp.) tergolong ke dalam suku talas-talasan yang saat ini karena kandungan gizinya mulai dilirik sebagai bahan baku pangan fungsional. Nilai ekonomi Iles-iles ada pada kandungan glukomanannya. Glukomanan merupakan suatu senyawa polisakarida jenis hemiselulosa yang bersifat hidrokoloid, larut dalam air, rendah kalori, dan bebas dari gluten. Sifat ini menjadikan tepung glokomanan selain untuk kebutuhan bahan pangan, juga digunakan untuk bahan baku industri. Permasalahan dalam pengembangan tanaman iles-iles sebagai alternatif pengganti pangan antara lain ketersediaan bahan baku yang tidak dapat terpenuhi secara kontiyu. Hal ini kemungkinan besar karena siklus hidupnya yang lama, dan masih banyak petani maupun masyarakat yang belum mengetahui prospek tanaman iles-iles, sehingga belum tertarik untuk membudidayakannya. Ketersediaan bahan baku secara kontiyu tentu saja memerlukan bahan tanam yang tidak sedikit. Untuk menyediakan benih tanaman iles-iles, perbanyakan dapat dilakukan secara konvensional dan secara <em>in vitro</em>.  Secara konvensional perbanyakan menggunakan umbi batang merupakan cara yang lebih praktis dibandingkan bulbil, biji atau stek daun.  Pada  kultur <em>in vitro,</em> penggunaan tangkai daun (petiol)  paling efisien dibandingkan eksplan lainnya. Media multipikasi tunas terbaik adalah Media MS yang diberi kombinasi <em>Thidiazuron</em> (0,2 mg/1) dan <em>Benzylaminopurine</em> (0,5 mg/1). Jumlah tunas yang didapatkan melalui kultur <em>in vitro</em> jauh lebih banyak (37 tunas) dibandingkan perbanyakan konvensional yang hanya menghasilkan 1 tunas. Untuk perakaran, media terbaik menggunakan MS yang diberi IBA 1,0 mg/l. Informasi perbanyakan iles-iles secara konvensional dan kultur <em>in vitro</em> serta stategi pengembangannya diharapkan dapat membantu mengatasi masalah ketersedian  benih.</p><p> </p><p align="center"><strong> </strong></p><p align="center">ABSTRACT</p><p><em> </em></p><p>Iles-iles (Amorphophallus spp.) belongs to the taro family, which has gained increasing attention due to its nutritional content for functional food materials. The economic value of Iles-iles lies in the glucomannan content that is a hemicellulose type polysaccharide compound that is hydrocolloid, water soluble, low in calories, and free of gluten.  Additionally, iles-iles is also potential for industry. However, sustainability in iles-iles supply is one main problem due to its long life cycle and its potential is not yet known among farmers and communities hence lack of interest in cultivating. Thus, providing sufficient planting materials is required which can be achieved through propagation, both conventionally and nonconventionally using in vitro culture. Conventional propagation using stem tubers is more practical than bulbates, seeds or leaf cuttings. In in vitro culture, previous studies on  several explants found that the use of petiol is most efficient compared with other explants.  The best media for multiplication is  combination of thidiazuron (0.2 mg/1) and Benzylaminopurine (0.5 mg/1). The number of shoots obtained through in vitro is much more (37 shoots ) than conventional propagation which only produced 1 shoot. For rooting, the best medium is MS which is given IBA 1.0 mg / l. Information on conventional propagation of iles-iles and in vitro culture and it development strategies are expected to help solving the problem of seed availability.</p>
Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Title: PERBANYAKAN ILES-ILES ( Amorphophallus spp.) SECARA KONVENSIONAL DAN KULTUR IN VITRO SERTA STRATEGI PENGEMBANGANNYA Conventional Propogation and In Vitro Culture of Iles-Iles (Amorphophallusspp.) and Its Development Strategy
Description:
<p align="center">ABSTRAK</p><p> </p><p>Iles-iles (<em>Amorphophallus</em> spp.
) tergolong ke dalam suku talas-talasan yang saat ini karena kandungan gizinya mulai dilirik sebagai bahan baku pangan fungsional.
Nilai ekonomi Iles-iles ada pada kandungan glukomanannya.
Glukomanan merupakan suatu senyawa polisakarida jenis hemiselulosa yang bersifat hidrokoloid, larut dalam air, rendah kalori, dan bebas dari gluten.
Sifat ini menjadikan tepung glokomanan selain untuk kebutuhan bahan pangan, juga digunakan untuk bahan baku industri.
Permasalahan dalam pengembangan tanaman iles-iles sebagai alternatif pengganti pangan antara lain ketersediaan bahan baku yang tidak dapat terpenuhi secara kontiyu.
Hal ini kemungkinan besar karena siklus hidupnya yang lama, dan masih banyak petani maupun masyarakat yang belum mengetahui prospek tanaman iles-iles, sehingga belum tertarik untuk membudidayakannya.
Ketersediaan bahan baku secara kontiyu tentu saja memerlukan bahan tanam yang tidak sedikit.
Untuk menyediakan benih tanaman iles-iles, perbanyakan dapat dilakukan secara konvensional dan secara <em>in vitro</em>.
  Secara konvensional perbanyakan menggunakan umbi batang merupakan cara yang lebih praktis dibandingkan bulbil, biji atau stek daun.
  Pada  kultur <em>in vitro,</em> penggunaan tangkai daun (petiol)  paling efisien dibandingkan eksplan lainnya.
Media multipikasi tunas terbaik adalah Media MS yang diberi kombinasi <em>Thidiazuron</em> (0,2 mg/1) dan <em>Benzylaminopurine</em> (0,5 mg/1).
Jumlah tunas yang didapatkan melalui kultur <em>in vitro</em> jauh lebih banyak (37 tunas) dibandingkan perbanyakan konvensional yang hanya menghasilkan 1 tunas.
Untuk perakaran, media terbaik menggunakan MS yang diberi IBA 1,0 mg/l.
Informasi perbanyakan iles-iles secara konvensional dan kultur <em>in vitro</em> serta stategi pengembangannya diharapkan dapat membantu mengatasi masalah ketersedian  benih.
</p><p> </p><p align="center"><strong> </strong></p><p align="center">ABSTRACT</p><p><em> </em></p><p>Iles-iles (Amorphophallus spp.
) belongs to the taro family, which has gained increasing attention due to its nutritional content for functional food materials.
The economic value of Iles-iles lies in the glucomannan content that is a hemicellulose type polysaccharide compound that is hydrocolloid, water soluble, low in calories, and free of gluten.
  Additionally, iles-iles is also potential for industry.
However, sustainability in iles-iles supply is one main problem due to its long life cycle and its potential is not yet known among farmers and communities hence lack of interest in cultivating.
Thus, providing sufficient planting materials is required which can be achieved through propagation, both conventionally and nonconventionally using in vitro culture.
Conventional propagation using stem tubers is more practical than bulbates, seeds or leaf cuttings.
In in vitro culture, previous studies on  several explants found that the use of petiol is most efficient compared with other explants.
  The best media for multiplication is  combination of thidiazuron (0.
2 mg/1) and Benzylaminopurine (0.
5 mg/1).
The number of shoots obtained through in vitro is much more (37 shoots ) than conventional propagation which only produced 1 shoot.
For rooting, the best medium is MS which is given IBA 1.
0 mg / l.
Information on conventional propagation of iles-iles and in vitro culture and it development strategies are expected to help solving the problem of seed availability.
</p>.

Related Results

Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Calon Klon Tanaman Iles-Iles (Amorphophallus muelleri Blume)
Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Calon Klon Tanaman Iles-Iles (Amorphophallus muelleri Blume)
Evaluasi pertumbuhan dan produksi aksesi tanaman iles-iles sangat penting dilakukan dalam rangka mendapatkan suatu calon klon unggul baru. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi per...
Importância das Bactérias Ácido Láticas e não Starter (NSLAB) na Tecnologia de Produção dos Derivados Lácteos
Importância das Bactérias Ácido Láticas e não Starter (NSLAB) na Tecnologia de Produção dos Derivados Lácteos
Produtos lácteos fermentados contêm bactérias ácido lácticas (BAL), naturalmente presentes ou adicionadas na matriz láctea como culturas iniciadoras (starters), contribuindo com ar...
The Evaluasi Kinerja Model Page Pada Pengeringan Lapisan Tipis Umbi Iles-Iles
The Evaluasi Kinerja Model Page Pada Pengeringan Lapisan Tipis Umbi Iles-Iles
Tanaman iles-iles (Amorphophallus muelleri) merupakan jenis umbi-umbian dengannilaipotensial ekonomi yang cukuptinggi. Tanaman ini hanya dapat tumbuh di daerah tropis dan sub-tropi...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., &amp; Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...

Back to Top