Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan Pemberian Kombinasi Golongan Obat terhadap Lama Rawat Inap pada Pasien PPOK di RSUD Al-Ihsan Tahun 2023

View through CrossRef
Abstract. Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a heterogeneous lung condition characterized by chronic respiratory symptoms due to abnormalities in the airways and/or alveoli that cause persistent and progressive airflow obstruction. Management of COPD includes several classes of drugs, especially bronchodilators and cocticosteroids. In addition, antibiotics and mucolytics can be given to reduce the frequency and severity of exacerbations and hospitalizations due to exacerbations. This study aims to determine the relationship between the administration of a combination of drug classes and the length of stay in COPD patients at Al-Ihsan Hospital bandung in 2023. The study that will be used is observational analytic with a cross-sectional approach. The data in this study were secondary data obtained from medical records of 67 COPD patients at Al-Ihsan Hospital Bandung in 2023. The conclusion of this study is that the majority of COPD patients at Al-Ihsan Hospital Bandung in 2023 were included in the category of administration of 3 drug classes. And the majority of COPD patients at Al-Ihsan Hospital Bandung in 2023 had a length of stay of <5 days. This study also shows that there is a relationship between the administration of a combination of drug classes and the length of stay. Abstrak. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) adalah suatu kondisi paru heterogen yang ditandai dengan gejala pernafasan kronis akibat kelainan pada saluran pernafasan dan/atau alveoli yang menyebabkan penyumbatan saluran pernafasan yang persisten dan progresif. Penatalaksanaan PPOK mencakup beberapa golongan obat, terutama bronkodilator dan koktikosteroid. Selain itu, antibiotik dan mukolitik dapat diberikan untuk mengurangi frekuensi dan keparahan eksaserbasi serta rawat inap akibat eksaserbasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian kombinasi golongan obat dengan lama rawat inap pada pasien PPOK di RS Al-Ihsan bandung tahun 2023. Penelitian yang akan digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari rekam medis 67 pasien PPOK di RS Al-Ihsan Bandung pada tahun 2023. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar pasien PPOK di RS Al-Ihsan Bandung pada tahun 2023 termasuk dalam kategori pemberian 3 kelas obat. Dan pasien PPOK di RS Al-Ihsan Bandung pada tahun 2023 mayoritas memiliki lama rawat <5 hari. Penelitian ini juga menunjukkan adanya hubungan antara pemberian kombinasi golongan obat dengan lama rawat inap.
Title: Hubungan Pemberian Kombinasi Golongan Obat terhadap Lama Rawat Inap pada Pasien PPOK di RSUD Al-Ihsan Tahun 2023
Description:
Abstract.
Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a heterogeneous lung condition characterized by chronic respiratory symptoms due to abnormalities in the airways and/or alveoli that cause persistent and progressive airflow obstruction.
Management of COPD includes several classes of drugs, especially bronchodilators and cocticosteroids.
In addition, antibiotics and mucolytics can be given to reduce the frequency and severity of exacerbations and hospitalizations due to exacerbations.
This study aims to determine the relationship between the administration of a combination of drug classes and the length of stay in COPD patients at Al-Ihsan Hospital bandung in 2023.
The study that will be used is observational analytic with a cross-sectional approach.
The data in this study were secondary data obtained from medical records of 67 COPD patients at Al-Ihsan Hospital Bandung in 2023.
The conclusion of this study is that the majority of COPD patients at Al-Ihsan Hospital Bandung in 2023 were included in the category of administration of 3 drug classes.
And the majority of COPD patients at Al-Ihsan Hospital Bandung in 2023 had a length of stay of <5 days.
This study also shows that there is a relationship between the administration of a combination of drug classes and the length of stay.
Abstrak.
Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) adalah suatu kondisi paru heterogen yang ditandai dengan gejala pernafasan kronis akibat kelainan pada saluran pernafasan dan/atau alveoli yang menyebabkan penyumbatan saluran pernafasan yang persisten dan progresif.
Penatalaksanaan PPOK mencakup beberapa golongan obat, terutama bronkodilator dan koktikosteroid.
Selain itu, antibiotik dan mukolitik dapat diberikan untuk mengurangi frekuensi dan keparahan eksaserbasi serta rawat inap akibat eksaserbasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian kombinasi golongan obat dengan lama rawat inap pada pasien PPOK di RS Al-Ihsan bandung tahun 2023.
Penelitian yang akan digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional.
Data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari rekam medis 67 pasien PPOK di RS Al-Ihsan Bandung pada tahun 2023.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar pasien PPOK di RS Al-Ihsan Bandung pada tahun 2023 termasuk dalam kategori pemberian 3 kelas obat.
Dan pasien PPOK di RS Al-Ihsan Bandung pada tahun 2023 mayoritas memiliki lama rawat <5 hari.
Penelitian ini juga menunjukkan adanya hubungan antara pemberian kombinasi golongan obat dengan lama rawat inap.

Related Results

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK DI INSTALASI RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN RSUD DR. ADJIDARMO LEBAK TAHUN 2021
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK DI INSTALASI RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN RSUD DR. ADJIDARMO LEBAK TAHUN 2021
Antibiotik merupakan salah satu golongan obat yang sampai saat ini menjadi pilihan utama yang digunakan pada pasien rawat jalan dan rawat inap yang mengalami infeksi bakteri di rum...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...
Perbedaan Lama Rawat Inap Berdasarkan Jenis Antibiotik pada Pasien Pneumonia Anak di RSAU dr. M. Salamun
Perbedaan Lama Rawat Inap Berdasarkan Jenis Antibiotik pada Pasien Pneumonia Anak di RSAU dr. M. Salamun
Abstract. Bacterial pneumonia is a major cause of morbidity and mortality in children in developing countries. Appropriate antibiotic selection and length of hospital stay are impo...

Back to Top