Javascript must be enabled to continue!
Midline Granuloma
View through CrossRef
<p><strong>Pendahuluan</strong><strong>:</strong></p><p><em>Midline granuloma</em> atau<em> nasal type extranodal T/NK-cell non-Hodgkin’s lymphoma </em>sering menimbulkan berbagai permasalahan.</p><p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p><p><em>Midline granuloma</em> adalah kelainan bagian tengah wajah dengan ciri khas destruksi dan ulserasi yang progresif, meliputi hidung, sinus paranasal, palatum, mata, serta jaringan lunak wajah.Etiologi dan patofisiologi belum jelas antara reaksi radang dan tumor.<em> Midline granuloma</em> termasuk dalam penyakit granuloma hidung berdasarkan pemeriksaan biopsi, sedangkan<em>The Revised European American Lymphoma</em> (REAL) / <em>Wordl Health Organization</em> (WHO) mengelompokkan <em>midline granuloma</em> dalam <em>extranodal </em><em>T/NK-cellnon-Hodgkin’s lymphoma</em> berdasarkan pemeriksaan imunohistologi. Infeksi virus Epstein-Barr (EBV) 90-100% terlibat dalam proses pembentukan tumor.Diagnosis sulit dan diagnosis banding luas, sehingga diperlukan anamnesis dan pemeriksaan yang lengkap, terutama biopsi, imunohistologi, dan sitogenetik didapatkan gambaran nekrosis disertai destruksi dan ulserasi pembuluh darah, radang dengan infiltrat sel pleomorfik, CD56+, CD3+, protein sitotoksik+, dan EBV+. Penatalaksanaan dengan radioterapi, kemoterapi, transplantasi sumsum tulang, dan imunoterapi. Komplikasi dapat terjadi lokal maupun sistemik dengan penyebaran ke sirkulasi darah tepi, jaringan lunak, paru-paru, hati, kulit, saluran pencernaan, testis, saraf pusat, dan sumsum tulang. Prognosis buruk, hanya kurang dari 50% penderita yang berespon lengkap setelah kemoterapi dan radioterapi. Prognosis dapat dinilai dengan <em>International Prognostic Index</em> (IPI).</p><p><strong>S</strong><strong>impulan:</strong></p><p>Diagnosis<em>Midline granuloma</em>sulit, penatalaksanaan sering terlambat, sedangkan sifatnya yang progresif menimbulkan berbagai komplikasi, sehinggasemakin memperburuk prognosis.</p><p><strong> </strong></p><strong>Kata Kunci: midline granuloma, EBV, biopsi, imunohistologi, sitogenetik</strong>
Title: Midline Granuloma
Description:
<p><strong>Pendahuluan</strong><strong>:</strong></p><p><em>Midline granuloma</em> atau<em> nasal type extranodal T/NK-cell non-Hodgkin’s lymphoma </em>sering menimbulkan berbagai permasalahan.
</p><p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p><p><em>Midline granuloma</em> adalah kelainan bagian tengah wajah dengan ciri khas destruksi dan ulserasi yang progresif, meliputi hidung, sinus paranasal, palatum, mata, serta jaringan lunak wajah.
Etiologi dan patofisiologi belum jelas antara reaksi radang dan tumor.
<em> Midline granuloma</em> termasuk dalam penyakit granuloma hidung berdasarkan pemeriksaan biopsi, sedangkan<em>The Revised European American Lymphoma</em> (REAL) / <em>Wordl Health Organization</em> (WHO) mengelompokkan <em>midline granuloma</em> dalam <em>extranodal </em><em>T/NK-cellnon-Hodgkin’s lymphoma</em> berdasarkan pemeriksaan imunohistologi.
Infeksi virus Epstein-Barr (EBV) 90-100% terlibat dalam proses pembentukan tumor.
Diagnosis sulit dan diagnosis banding luas, sehingga diperlukan anamnesis dan pemeriksaan yang lengkap, terutama biopsi, imunohistologi, dan sitogenetik didapatkan gambaran nekrosis disertai destruksi dan ulserasi pembuluh darah, radang dengan infiltrat sel pleomorfik, CD56+, CD3+, protein sitotoksik+, dan EBV+.
Penatalaksanaan dengan radioterapi, kemoterapi, transplantasi sumsum tulang, dan imunoterapi.
Komplikasi dapat terjadi lokal maupun sistemik dengan penyebaran ke sirkulasi darah tepi, jaringan lunak, paru-paru, hati, kulit, saluran pencernaan, testis, saraf pusat, dan sumsum tulang.
Prognosis buruk, hanya kurang dari 50% penderita yang berespon lengkap setelah kemoterapi dan radioterapi.
Prognosis dapat dinilai dengan <em>International Prognostic Index</em> (IPI).
</p><p><strong>S</strong><strong>impulan:</strong></p><p>Diagnosis<em>Midline granuloma</em>sulit, penatalaksanaan sering terlambat, sedangkan sifatnya yang progresif menimbulkan berbagai komplikasi, sehinggasemakin memperburuk prognosis.
</p><p><strong> </strong></p><strong>Kata Kunci: midline granuloma, EBV, biopsi, imunohistologi, sitogenetik</strong>.
Related Results
Umbilical granuloma frequency of newborns in Third-line Hospital in Turkey
Umbilical granuloma frequency of newborns in Third-line Hospital in Turkey
Background/Objectives: The aim is to determine the umbilical granuloma frequency of newborns and etiological factors.
Methods: In this study, the records of 21344 newborns who wer...
Dental-Facial Midline: An Esthetic Based Classification
Dental-Facial Midline: An Esthetic Based Classification
Abstract
Background
The facial midline and dental midline play an important role in facial esthetics, cosmetic dentistry, facia...
Granuloma annulare preceding the diagnosis of Sjögren’s syndrome
Granuloma annulare preceding the diagnosis of Sjögren’s syndrome
Granuloma annulare is a benign, inflammatory, noninfectious, granulomatous skin disorder characterized by variable clinical presentations, including papular, subcutaneous, patch (m...
Influence of Socio-demographic Factors on Perception of Midline Diastema
Influence of Socio-demographic Factors on Perception of Midline Diastema
Objective: Socio-demographic factors have been said to affect the perception of midline diastema. Aesthetic importance of maxillary midline diastema varies in individuals and there...
Evolutionary conservation of midline axon guidance activity between
Drosophila
and
Tribolium
Frazzled
Evolutionary conservation of midline axon guidance activity between
Drosophila
and
Tribolium
Frazzled
Abstract
The regulation of midline crossing of axons is of fundamental importance for the proper development of nervous system connectivity in bi...
Apremilast in the Management of Generalized Granuloma Annulare: A Case Series
Apremilast in the Management of Generalized Granuloma Annulare: A Case Series
Background: Granuloma annulare is a difficult disease to treat and can lead to anxiety and frustration for both patients and providers. The pathogenesis of granuloma annulare is un...
Decreased Tobacco-Glycoprotein-Induced Lymphocyte Proliferation in Vitro in Pulmonary Eosinophilic Granuloma
Decreased Tobacco-Glycoprotein-Induced Lymphocyte Proliferation in Vitro in Pulmonary Eosinophilic Granuloma
Abstract
Pulmonary eosinophilic granuloma is a disorder caused by localized collections of proliferating histiocytes in the lung. Little is known about its etiolo...
Role of table salt in management of umbilical granuloma: An interventional study.
Role of table salt in management of umbilical granuloma: An interventional study.
Umbilical granuloma is a benign growth composed of granulation tissue at the base of umbilicus presents as red, soft, moist and friable lump at umbilicus. Objectives: Objective of ...

