Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGGLASIRAN BENDA KERAMIK: PENERAPAN SELF-DETERMINED LEARNING

View through CrossRef
ABSTRACT Ceramics glazing is a unique subject because this subject contains both of art and science that are quite deep. Aspects of art are related to ceramic art, while science is related to chemistry, mathematics, and physics. This learning material is quite complex and requires a lot of effort to master. In the curriculum (K13 and Kurikulum Merdeka), this material is studied as a minor competence to support the major competence of Pembentukan Keramik. As a result, teachers' mastery in glazing  and how it’s been tought face limitations. While in industry, glazing is an important determinant of final ceramic products. The development of ceramic products is currently more determined by the quality of the glaze rather than its shape. This study aims to describe aspects related to ceramic glazing learning and to propose a logical learning method so that this material is mastered well. The results of the study show that the position of this material in the curriculum is not strong enough to be studied comprehensively while this material contains the fundamentals of glaze theory that must be studied properly and intact. Limited training opportunities for teachers and the duration of the training make self-determined  learning as a logical choice to systematically learn this subject. The success keys of this learning approach are mindset change in self-studying, use of reliable learning management system, and increasing self-motivation to study. Keywords: glazing, ceramic, self-determined learning.   ABSTRAK Materi pengglasiran benda keramik adalah materi yang unik karena pada materi ini termuat aspek seni dan sains yang cukup dalam. Aspek seni berkaitan dengan seni kriya keramik, sedangkan sains berkaitan dengan kimia, matematika, dan fisika.  Materi ini cukup kompleks dan memerlukan usaha keras untuk menguasainya. Di dalam kurikulum (K13 dan Kurikulum Merdeka), materi ini dipelajari sebagai kompetensi minor untuk mendukung kompetensi mayor Pembentukan Keramik.  Akibatnya, penguasaan guru akan materi pengglasiran yang kompleks dan usaha pembelajarannya menghadapi keterbatasan. Sementara di dunia industri, pengglasiran adalah penentu penting pada produk akhir keramik. Pengembangan produk keramik saat ini lebih ditentukan oleh kualitas pengglasiran daripada bentuk benda. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek-aspek yang terkait dengan pembelajaran materi pengglasiran benda keramik dan menggagas metode pembelajaran yang logis agar materi ini dikuasai dengan baik. Hasil kajian menunjukkan posisi materi ini pada kurikulum kurang cukup kuat untuk dipelajari secara komprehensif, padahal materi ini memuat fundamen teori glasir yang harus dipelajari dengan baik dan utuh. Dengan keterbatasan kesempatan diklat bagi guru dan durasi diklat, self-detemined learning dapat menjadi pilihan logis untuk menguasai materi ini secara sistematis. Perubahan mindset untuk belajar mandiri, dukungan learning management system, dan penumbuhan motivasi diri untuk belajar menjadi kunci keberhasilan pendekatan pembelajaran ini. Kata kunci: pengglasiran,  benda keramik, self-determined learning
Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Seni dan Budaya
Title: PENGGLASIRAN BENDA KERAMIK: PENERAPAN SELF-DETERMINED LEARNING
Description:
ABSTRACT Ceramics glazing is a unique subject because this subject contains both of art and science that are quite deep.
Aspects of art are related to ceramic art, while science is related to chemistry, mathematics, and physics.
This learning material is quite complex and requires a lot of effort to master.
In the curriculum (K13 and Kurikulum Merdeka), this material is studied as a minor competence to support the major competence of Pembentukan Keramik.
As a result, teachers' mastery in glazing  and how it’s been tought face limitations.
While in industry, glazing is an important determinant of final ceramic products.
The development of ceramic products is currently more determined by the quality of the glaze rather than its shape.
This study aims to describe aspects related to ceramic glazing learning and to propose a logical learning method so that this material is mastered well.
The results of the study show that the position of this material in the curriculum is not strong enough to be studied comprehensively while this material contains the fundamentals of glaze theory that must be studied properly and intact.
Limited training opportunities for teachers and the duration of the training make self-determined  learning as a logical choice to systematically learn this subject.
The success keys of this learning approach are mindset change in self-studying, use of reliable learning management system, and increasing self-motivation to study.
Keywords: glazing, ceramic, self-determined learning.
  ABSTRAK Materi pengglasiran benda keramik adalah materi yang unik karena pada materi ini termuat aspek seni dan sains yang cukup dalam.
Aspek seni berkaitan dengan seni kriya keramik, sedangkan sains berkaitan dengan kimia, matematika, dan fisika.
 Materi ini cukup kompleks dan memerlukan usaha keras untuk menguasainya.
Di dalam kurikulum (K13 dan Kurikulum Merdeka), materi ini dipelajari sebagai kompetensi minor untuk mendukung kompetensi mayor Pembentukan Keramik.
  Akibatnya, penguasaan guru akan materi pengglasiran yang kompleks dan usaha pembelajarannya menghadapi keterbatasan.
Sementara di dunia industri, pengglasiran adalah penentu penting pada produk akhir keramik.
Pengembangan produk keramik saat ini lebih ditentukan oleh kualitas pengglasiran daripada bentuk benda.
Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek-aspek yang terkait dengan pembelajaran materi pengglasiran benda keramik dan menggagas metode pembelajaran yang logis agar materi ini dikuasai dengan baik.
Hasil kajian menunjukkan posisi materi ini pada kurikulum kurang cukup kuat untuk dipelajari secara komprehensif, padahal materi ini memuat fundamen teori glasir yang harus dipelajari dengan baik dan utuh.
Dengan keterbatasan kesempatan diklat bagi guru dan durasi diklat, self-detemined learning dapat menjadi pilihan logis untuk menguasai materi ini secara sistematis.
Perubahan mindset untuk belajar mandiri, dukungan learning management system, dan penumbuhan motivasi diri untuk belajar menjadi kunci keberhasilan pendekatan pembelajaran ini.
Kata kunci: pengglasiran,  benda keramik, self-determined learning.

Related Results

Jenny Lee : Keramikus Dan Pendidik Seni Keramik Di Surabaya
Jenny Lee : Keramikus Dan Pendidik Seni Keramik Di Surabaya
Jenny Lee merupakan keramikus perempuan sekaligus pendidik seni keramik yang berasal dari Surabaya. Jenny Lee sering mengikuti pameran tunggal maupun bersama. Keunikan dari karya k...
DESAIN IDENTITAS VISUAL PADA UMKM RUANG KERAMIK STUDIO KOTA METRO LAMPUNG
DESAIN IDENTITAS VISUAL PADA UMKM RUANG KERAMIK STUDIO KOTA METRO LAMPUNG
Studio Muljati Ceramic Room sells various types of local ceramics of good quality. However, Ruang Keramik Studio Mulyojati does not have a brand that can give the impression of a s...
Keramik Motif Batik Malangan Sebagai Ikon Baru Kampung Keramik Dinoyo Kota Malang Jawa Timur
Keramik Motif Batik Malangan Sebagai Ikon Baru Kampung Keramik Dinoyo Kota Malang Jawa Timur
Salah satu alasan menurunnya popularitas suatu produk adalah karena kurangnya inovasi dan pengembangan produk yang sebelumnya menjadi daya tarik pengunjung dan konsumen. Kampung Ke...
Klasifikasi Kecacatan Keramik Dengan Menggunakan Deteksi Tepi Canny Dan Metode Hough Line Transform
Klasifikasi Kecacatan Keramik Dengan Menggunakan Deteksi Tepi Canny Dan Metode Hough Line Transform
Pengelompokkan kualitas keramik dari proses produksi keramik masih saja dilakukan dengan cara manual yang memanfaatkan penglihatan manusia. Akan tetapi mata manusia juga mempunyai ...
PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN LIMBAH KERAMIK BAYAT SEBAGAI ALTERNATIF MATERIAL PRODUK KERAJINAN TANGAN
PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN LIMBAH KERAMIK BAYAT SEBAGAI ALTERNATIF MATERIAL PRODUK KERAJINAN TANGAN
Sebagian besar mata pencaharian warga Pagerjurang, adalah perajin keramik. Setiap hari mereka memproduksi ribuan keramik. Dalam proses produksi kemungkinan karya keramik mengalami ...
Eksplorasi Tanah Terracotta dengan Iron Oksida dalam Pembuatan Produk Keramik Tana Ampo
Eksplorasi Tanah Terracotta dengan Iron Oksida dalam Pembuatan Produk Keramik Tana Ampo
Keramik merupakan media seni yang memiliki keunikan tersendiri karena melalui proses pembakaran dalam setiap tahapan pembentukannya. Secara umum, keramik adalah benda berbahan dasa...
ANALISIS SUBSTITUSI AGGREGAT KASAR MENGGUNAKAN LIMBAH KERAMIK TERHADAP KUAT TEKAN BETON
ANALISIS SUBSTITUSI AGGREGAT KASAR MENGGUNAKAN LIMBAH KERAMIK TERHADAP KUAT TEKAN BETON
Limbah keramik merupakan salah satu limbah yang dihasilkan dari perenovasian rumah maupun gedung di Kota Bukittinggi yang tidak dimanfaatkan. Pemanfaatan kembali limbah keramik men...
PEMBUATAN KERAJINAN KERAMIK DENGAN TEKNIK PILIN PADA SISWA KELAS X SMK PELAYARAN BUANA BAHARI
PEMBUATAN KERAJINAN KERAMIK DENGAN TEKNIK PILIN PADA SISWA KELAS X SMK PELAYARAN BUANA BAHARI
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam membuat desain keramik, proses pembuatan keramik, dan finishing keramik dengan teknik pilin pada siswa kelas ...

Back to Top