Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

STRATEGI PEMERINTAH KOTA SURAKARTA DALAM REBRANDING KAWASAN WISATA TAMAN BALEKAMBANG

View through CrossRef
Kota Surakarta atau yang akrab disebut Kota Solo merupakan kota yang kental akan kebudayaan, dimana terdapat banyak sekali cagar budaya merupakan peninggalan pada saat masa pemerintahan kerajaan masih berlangsung. Saat ini tercatat ada 172 benda dan kawasan yang termasuk Cagar Budaya Solo. Salah satu cagar budaya yakni Taman Balekambang yang didirikan oleh KGPAA Mangkunegaran VII tahun 1921. Taman ini banyak mengalami proses alih fungsi lahan hingga pada awal tahun 2000 menjadi suatu keprihatinan tersendiri bagi kawasan ini. Alih-alih sebagai tempat pertunjukan kethoprak, banyak berdiri tempat hiburan malam, lokalisasi dan rumah semi permanen di dalamnya. Hal ini berlangsung cukup lama sehingga membuat Taman Balekambang terlihat kotor dan kumuh. Sejak saat itu citra Taman Balekambang menjadi negatif dan memunculkan opini publik bahwasannya aktivitas dalam taman ini tidak sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji strategi rebranding yang dilakukan oleh Pemkot Surakarta untuk mengembalikan citra positif Taman Balekambang di mata publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi dan analisa data menggunakan teknik analisa data interaktif. Berdasarkan hasil analisis, Pemerintah Kota Surakarta pada tahun 2008 memiliki rancangan untuk merevitalisasi taman ini dengan merelokasi, membangun kembali, membentuk tim pengelola dan juga menyiarkan kabar melalui berbagai media massa seperti televisi, majalah, koran, radio bahkan juga sosial media. Melalui usaha inilah pemerintah Kota Surakarta membangun branding yang positif Taman pada Balekambang. Reputasi masih perlu dipertahankan dengan cara terus memperbaiki fasilitas dan pelayanan di Taman Balekambang.   Kata kunci: , , 
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang
Title: STRATEGI PEMERINTAH KOTA SURAKARTA DALAM REBRANDING KAWASAN WISATA TAMAN BALEKAMBANG
Description:
Kota Surakarta atau yang akrab disebut Kota Solo merupakan kota yang kental akan kebudayaan, dimana terdapat banyak sekali cagar budaya merupakan peninggalan pada saat masa pemerintahan kerajaan masih berlangsung.
Saat ini tercatat ada 172 benda dan kawasan yang termasuk Cagar Budaya Solo.
Salah satu cagar budaya yakni Taman Balekambang yang didirikan oleh KGPAA Mangkunegaran VII tahun 1921.
Taman ini banyak mengalami proses alih fungsi lahan hingga pada awal tahun 2000 menjadi suatu keprihatinan tersendiri bagi kawasan ini.
Alih-alih sebagai tempat pertunjukan kethoprak, banyak berdiri tempat hiburan malam, lokalisasi dan rumah semi permanen di dalamnya.
Hal ini berlangsung cukup lama sehingga membuat Taman Balekambang terlihat kotor dan kumuh.
Sejak saat itu citra Taman Balekambang menjadi negatif dan memunculkan opini publik bahwasannya aktivitas dalam taman ini tidak sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji strategi rebranding yang dilakukan oleh Pemkot Surakarta untuk mengembalikan citra positif Taman Balekambang di mata publik.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif.
Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi dan analisa data menggunakan teknik analisa data interaktif.
Berdasarkan hasil analisis, Pemerintah Kota Surakarta pada tahun 2008 memiliki rancangan untuk merevitalisasi taman ini dengan merelokasi, membangun kembali, membentuk tim pengelola dan juga menyiarkan kabar melalui berbagai media massa seperti televisi, majalah, koran, radio bahkan juga sosial media.
Melalui usaha inilah pemerintah Kota Surakarta membangun branding yang positif Taman pada Balekambang.
Reputasi masih perlu dipertahankan dengan cara terus memperbaiki fasilitas dan pelayanan di Taman Balekambang.
  Kata kunci: , , .

Related Results

Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Taman kota adalah taman yang berada di lingkungan perkotaan. Taman kota dapat mengantisipasi dampak negatif yang akan timbul dengan perkembangan kota dan dapat dinikmati oleh selur...
Perlindungan Taman Kota Sebagai Jejak Sejarah Perkotaan : Upaya Pengelolaan Taman Kota Sebagai Aset Kota
Perlindungan Taman Kota Sebagai Jejak Sejarah Perkotaan : Upaya Pengelolaan Taman Kota Sebagai Aset Kota
Taman kota yang memiliki nilai sejarah merupakan warisan kekayaan budaya bangsa yang selain dapat dinikmati sebagai sarana kota, juga memiliki arti penting dari sisi sejarah perkem...
ARAHAN PENATAAN KAMPUNG TRADISIONAL WISATA BATIK KAUMAN SURAKARTA
ARAHAN PENATAAN KAMPUNG TRADISIONAL WISATA BATIK KAUMAN SURAKARTA
ABSTRACT Kampung Wisata Batik Kauman Surakarta is a village that grows among the villages in Java. The term Pakauman given by Keraton means the dwellings of 'kaum' or ulama. Kampun...
Evaluasi Fungsi Ekologis Pada Taman-Taman Kota di Kota Bandung
Evaluasi Fungsi Ekologis Pada Taman-Taman Kota di Kota Bandung
Taman kota memeiliki fungsi utama yaitu fungsi ekologis. Taman kota dikatakan berfungsi ekologis ketika mampu membentuk keseimbangan lingkungan perkotaan dan kondisinya dapat dira...
Evaluasi Fungsi Ekologis Pada Taman-Taman Kota di Kota Bandung
Evaluasi Fungsi Ekologis Pada Taman-Taman Kota di Kota Bandung
Taman kota memeiliki fungsi utama yaitu fungsi ekologis. Taman kota dikatakan berfungsi ekologis ketika mampu membentuk keseimbangan lingkungan perkotaan dan kondisinya dapat dira...
Analisis Potensi Kawasan Wisata Kuliner Dalam Mendukung Pariwisata Di Kota Tegal Jawa Tengah
Analisis Potensi Kawasan Wisata Kuliner Dalam Mendukung Pariwisata Di Kota Tegal Jawa Tengah
Abstract - Culinary diversity in the city of Central Java is storing great potential to be developed as a support service in developing the potential of culinary tourism. Culinary ...
ELEMEN PENDUKUNG TAMAN KOTA DI TAMAN KRUCUK DAN TAMAN BUNDERAN MUNJUL
ELEMEN PENDUKUNG TAMAN KOTA DI TAMAN KRUCUK DAN TAMAN BUNDERAN MUNJUL
Sejak dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2012 lalu, Taman Krucuk yang berada di jalan Lohbener, Kesenden, Kejaksan, kota Cirebon, Jawa Barat belum kunjung sele...

Back to Top