Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PSIKOEDUKASI PENGAMALAN MAKNA PERSATUAN BAGI WARGA CENGKARENG

View through CrossRef
In anticipation of the 2024 political year, the atmosphere of discussion in society is starting to heat up. They discussed the presidential candidates who will compete in the upcoming 2024 presidential election. Everyone supports the candidate they support and criticizes other candidates who are deemed not to be defending the interests of the people. Conditions of heated discussions between citizens with different political views can often cause citizens to become divided. The condition of society, which is already diverse in terms of ethnicity, culture, religion and economic conditions, will accelerate the collapse of the unity order among citizens as the legislative and presidential elections approach in 2024. Residents in RT 10, Cengkareng Timur Subdistrict, West Jakarta are no exception, also experiencing the potential for division as the upcoming legislative and presidential elections approach. Therefore, the PKM, which was attended by 20 participants, was carried out in the form of psychoeducation to practice the meaning of unity which was considered quite important and relevant for the residents of East Cengkareng in order to reduce the potential for division and division among the residents of East Cengkareng. With the method of presentation, question and answer and sharing experiences, this PKM activity aims to increase understanding and awareness of East Cengkareng residents regarding the importance of maintaining unity even though they have different political views, ethnic backgrounds, culture, religion and beliefs ABSTRAK Dalam rangka menyongsong tahun politik 2024 suasana diskusi di tengah masyarakat sudah mulai tampak memanas. Mereka membahas kandidat presiden yang bakal bertarung pada pemilu presiden 2024 yang akan datang. Setiap orang menjagokan kandidat yang didukungnya dan mencela kandidat lain yang dinilai kurang membela kepentingan rakyat. Kondisi diskusi panas antar warga yang berbeda haluan politiknya tidak jarang dapat membuat warga menjadi terpecah belah. Kondisi masyarakat yang memang sudah beragam baik dari segi suku, budaya, agama dan kondisi ekonomi akan mempercepat runtuhnya tatanan persatuan di antara warga pada saat menjelang pemilu legislatif dan presiden pada 2024 mendatang. Tidak terkecuali warga di RT 10 Kelurahan Cengkareng Timur, Jakarta Barat juga mengalami potensi keterpecahan pada saat menjelang pemilu legislatif dan presiden yang akan datang. Oleh karena itu PKM yang diikuti oleh 20 peserta ini dilaksanakan dalam bentuk psikoedukasi pengamalan makna persatuan dirasa cukup penting dan relevan dilakukan bagai warga Cengkareng Timur guna meredam potensi terjadinya keterpecahan dan sekat-sekat di tengah warga Cengkareng Timur. Dengan metode presentasi, tanya jawab dan sharing pengalaman kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran warga Cengkareng Timur akan pentingnya memelihara persatuan kendatipun mereka memiliki haluan politik, latar belakang suku, budaya, agama dan keyakinan yang berbeda-beda  
Title: PSIKOEDUKASI PENGAMALAN MAKNA PERSATUAN BAGI WARGA CENGKARENG
Description:
In anticipation of the 2024 political year, the atmosphere of discussion in society is starting to heat up.
They discussed the presidential candidates who will compete in the upcoming 2024 presidential election.
Everyone supports the candidate they support and criticizes other candidates who are deemed not to be defending the interests of the people.
Conditions of heated discussions between citizens with different political views can often cause citizens to become divided.
The condition of society, which is already diverse in terms of ethnicity, culture, religion and economic conditions, will accelerate the collapse of the unity order among citizens as the legislative and presidential elections approach in 2024.
Residents in RT 10, Cengkareng Timur Subdistrict, West Jakarta are no exception, also experiencing the potential for division as the upcoming legislative and presidential elections approach.
Therefore, the PKM, which was attended by 20 participants, was carried out in the form of psychoeducation to practice the meaning of unity which was considered quite important and relevant for the residents of East Cengkareng in order to reduce the potential for division and division among the residents of East Cengkareng.
With the method of presentation, question and answer and sharing experiences, this PKM activity aims to increase understanding and awareness of East Cengkareng residents regarding the importance of maintaining unity even though they have different political views, ethnic backgrounds, culture, religion and beliefs ABSTRAK Dalam rangka menyongsong tahun politik 2024 suasana diskusi di tengah masyarakat sudah mulai tampak memanas.
Mereka membahas kandidat presiden yang bakal bertarung pada pemilu presiden 2024 yang akan datang.
Setiap orang menjagokan kandidat yang didukungnya dan mencela kandidat lain yang dinilai kurang membela kepentingan rakyat.
Kondisi diskusi panas antar warga yang berbeda haluan politiknya tidak jarang dapat membuat warga menjadi terpecah belah.
Kondisi masyarakat yang memang sudah beragam baik dari segi suku, budaya, agama dan kondisi ekonomi akan mempercepat runtuhnya tatanan persatuan di antara warga pada saat menjelang pemilu legislatif dan presiden pada 2024 mendatang.
Tidak terkecuali warga di RT 10 Kelurahan Cengkareng Timur, Jakarta Barat juga mengalami potensi keterpecahan pada saat menjelang pemilu legislatif dan presiden yang akan datang.
Oleh karena itu PKM yang diikuti oleh 20 peserta ini dilaksanakan dalam bentuk psikoedukasi pengamalan makna persatuan dirasa cukup penting dan relevan dilakukan bagai warga Cengkareng Timur guna meredam potensi terjadinya keterpecahan dan sekat-sekat di tengah warga Cengkareng Timur.
Dengan metode presentasi, tanya jawab dan sharing pengalaman kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran warga Cengkareng Timur akan pentingnya memelihara persatuan kendatipun mereka memiliki haluan politik, latar belakang suku, budaya, agama dan keyakinan yang berbeda-beda  .

Related Results

Korelasi Peribahasa Neka Behas Neho Kena, Neka Koas Neho Kota Pada Masyarakat Manggarai Dengan Sila Ketiga Pancasila
Korelasi Peribahasa Neka Behas Neho Kena, Neka Koas Neho Kota Pada Masyarakat Manggarai Dengan Sila Ketiga Pancasila
Penelitian ini bermaksud menguraikan makna peribahasa lisan atau ungkapan (go’et) “neka behas neho kena, neka koas neho kota” dalam budaya Manggarai dan kaitannya dengan sila Persa...
HUBUNGAN PEMBELAJARAN PKn DENGAN PENGAMALAN SILA PERSATUAN INDONESIA PESERTA DIDIK SMP KEMBARAN 1 BANYUMAS
HUBUNGAN PEMBELAJARAN PKn DENGAN PENGAMALAN SILA PERSATUAN INDONESIA PESERTA DIDIK SMP KEMBARAN 1 BANYUMAS
<p>Tujuan penelitian untuk mengetahui proses pembelajaran PKn, pengamalan sila Persatuan Indonesia, dan   hubungan pembelajaran PKn dengan pengamalan sila Persatuan Indonesia...
Psikoedukasi untuk Menjaga Kesehatan Mental Warga Cengkareng Timur
Psikoedukasi untuk Menjaga Kesehatan Mental Warga Cengkareng Timur
Kesulitan ekonomi kadang kala mendorong orang untuk bertindak di luar kewajaran dengan melibatkan diri dalam tindakan amoral dan kriminal. Situasi seperti itu kerap kali membuat ma...
Psikoedukasi Untuk Meningkatkan Pemahaman Tentang Insomnia Pada Dewasa Awal di Makassar
Psikoedukasi Untuk Meningkatkan Pemahaman Tentang Insomnia Pada Dewasa Awal di Makassar
Insomnia atau gangguan tidur merupakan suatu keadaan seseorang dengan kuantitas dan  kualitas tidur yang kurang. Tujuan dilakukannya psikoedukasi in i yaitu untuk memberikan promos...
KLASIFIKASI MAKNA (Ditinjau dari Ranah Komunikasi)
KLASIFIKASI MAKNA (Ditinjau dari Ranah Komunikasi)
Kajian ini merupakan kajian linguistik yang membahas tentang klasifikasi makna (ditinjau dari ranah komunikasi). Dalam kajian ini di bahas klasifikasi makna atau arti (types of mea...
SEBAB TERPUTUSNYA PENDIDIKAN DI INDONESIA
SEBAB TERPUTUSNYA PENDIDIKAN DI INDONESIA
Sebagai  manusia sudah sepantasnya kita memiliki hak dan kewajiban, hak yaitu kuasa menerima atau melakukan suatu hal yang memang semestinya diterima atau dilakukan Kewajiban adala...
pemikiran pancasila nurcholis madjid
pemikiran pancasila nurcholis madjid
Skiripsi ini berjudul “Pemikiran Nurcholis Madjid Tentang Makna Sila Ketiga Persatuan Indonesia (kebhinnekaan)”. Adapun permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah membaha...
CITIZEN JOURNALISM SEBAGAI AKTIVITAS BARU WARGA DI KABUPATEN BREBES
CITIZEN JOURNALISM SEBAGAI AKTIVITAS BARU WARGA DI KABUPATEN BREBES
Jurnalisme warga (citizen jurnalism) mulai berkembang di Indonesia pada tahun 2004. Tujuan penelitian ini adalah: 1. Mengetahui bagaimana perkembangan jurnalisme warga di Kabupaten...

Back to Top