Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS KETERAMPILAN GRAFIK SISWA SMA
View through CrossRef
Paradigma pendidikan Abad 21 menuntut siswa untuk memiliki berbagai kecakapan hidup dalam menghadapi era informasi dan digital. Literasi sains dan keterampilan kuantitatif menjadi penting untuk dimiliki siswa sebagai kecakapan hidup. Literasi sains membantu siswa dalam mengambakan penalaran kognitif serta sikap ilmiahnya. Kompetensi ini membantu siswa dalam memproses informasi, membangun argumen, dan merumuskan solusi mengenai proses-proses alam di sekitarnya. Informasi-informasi terkini dari segala aspek kehidupan banyak disajikan dalam benuk kuantitatif. Oleh karena itu perlu bagi siswa memiliki keterampilan kuantitatif dalam menjawab tantangan di abad 21 yang akan banyak bekerja dengan data kuantitatif. Graphing skill merupakan irisan dari literasi sains dan keterampilan kuantitatif. Melalui graphing skill siswa memiliki kompetensi dalam memahami, mengkritik, dan mengkunstruksi grafik. Memahami informasi ilmiah dari grafik menjadi langkah awal bagi siswa untuk memecahkan masalah ilmiah dan mentransfer informasi ilmiah. Graphing skill yang rendah menjadi faktor penghambat siswa dalam mempelajari konsep-konsep ilmiah. Oleh karena itu, penelitian ini diajukan dengan tujuan untuk mengkaji tentang profil graphing skill siswa yang meliputi kemampuan dalam memahami, mengkritik, dan mengkonstruksi grafik. Penelitian ini diharapkan menyajikan data awal yang dapat dijadikan acuan dalam mengembangkan suatu kegiatan pembelajaran yang dapat mengembangkan graphing skill siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas X dari 23 SMA Negeri di Kota Makassar. Untuk menentukan sekolah yang akan dijadikan sampel digunakan teknik simple random sampling. Responden untuk tiap sekolah dalam penelitian ini ditentukan sebanyak 10% dari jumlah siswa Kelas X yang dipilih secara acak. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Graphing Inventory yang dimodifikasi ke dalam Bahasa Indonesia yang kemudian diuji validitas dan realibilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa keterampilan grafik siswa SMA khususnya di Kota Makassar masih rendah. Siswa SMA cenderung masih kurang dalam aspek pemahaman grafik, kritik, bahkan konstruksi grafik. Skor yang paling sering muncul pada jawaban siswa laki-laki adalah skor “1” (tanggapan yang tidak relevan) yaitu sebanyak 42,86% dan skor “2” (menampilkan ide atau hubungan non-normatif) sebanyak 35,71% sedangkan siswa perempuan skor “2” sebanyak 35,71% dan skor “3” (menampilkan ide-ide yang relevan tetapi tidak menghubungkan kedua ide tersebut) sebanyak 29, 82%. Bahkan, siswa perempuan ada yang memperoleh skor “4” (menunjukkan hubungan antara dua ide normatif yang relevan) yaitu sebanyak 5,26%.
Title: ANALISIS KETERAMPILAN GRAFIK SISWA SMA
Description:
Paradigma pendidikan Abad 21 menuntut siswa untuk memiliki berbagai kecakapan hidup dalam menghadapi era informasi dan digital.
Literasi sains dan keterampilan kuantitatif menjadi penting untuk dimiliki siswa sebagai kecakapan hidup.
Literasi sains membantu siswa dalam mengambakan penalaran kognitif serta sikap ilmiahnya.
Kompetensi ini membantu siswa dalam memproses informasi, membangun argumen, dan merumuskan solusi mengenai proses-proses alam di sekitarnya.
Informasi-informasi terkini dari segala aspek kehidupan banyak disajikan dalam benuk kuantitatif.
Oleh karena itu perlu bagi siswa memiliki keterampilan kuantitatif dalam menjawab tantangan di abad 21 yang akan banyak bekerja dengan data kuantitatif.
Graphing skill merupakan irisan dari literasi sains dan keterampilan kuantitatif.
Melalui graphing skill siswa memiliki kompetensi dalam memahami, mengkritik, dan mengkunstruksi grafik.
Memahami informasi ilmiah dari grafik menjadi langkah awal bagi siswa untuk memecahkan masalah ilmiah dan mentransfer informasi ilmiah.
Graphing skill yang rendah menjadi faktor penghambat siswa dalam mempelajari konsep-konsep ilmiah.
Oleh karena itu, penelitian ini diajukan dengan tujuan untuk mengkaji tentang profil graphing skill siswa yang meliputi kemampuan dalam memahami, mengkritik, dan mengkonstruksi grafik.
Penelitian ini diharapkan menyajikan data awal yang dapat dijadikan acuan dalam mengembangkan suatu kegiatan pembelajaran yang dapat mengembangkan graphing skill siswa.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif.
Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas X dari 23 SMA Negeri di Kota Makassar.
Untuk menentukan sekolah yang akan dijadikan sampel digunakan teknik simple random sampling.
Responden untuk tiap sekolah dalam penelitian ini ditentukan sebanyak 10% dari jumlah siswa Kelas X yang dipilih secara acak.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Graphing Inventory yang dimodifikasi ke dalam Bahasa Indonesia yang kemudian diuji validitas dan realibilitasnya.
Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa keterampilan grafik siswa SMA khususnya di Kota Makassar masih rendah.
Siswa SMA cenderung masih kurang dalam aspek pemahaman grafik, kritik, bahkan konstruksi grafik.
Skor yang paling sering muncul pada jawaban siswa laki-laki adalah skor “1” (tanggapan yang tidak relevan) yaitu sebanyak 42,86% dan skor “2” (menampilkan ide atau hubungan non-normatif) sebanyak 35,71% sedangkan siswa perempuan skor “2” sebanyak 35,71% dan skor “3” (menampilkan ide-ide yang relevan tetapi tidak menghubungkan kedua ide tersebut) sebanyak 29, 82%.
Bahkan, siswa perempuan ada yang memperoleh skor “4” (menunjukkan hubungan antara dua ide normatif yang relevan) yaitu sebanyak 5,26%.
Related Results
Akademik Perspektiften Güncel Grafik Tasarım Araştırmaları - I
Akademik Perspektiften Güncel Grafik Tasarım Araştırmaları - I
“Akademik Perspektiften Güncel Grafik Tasarım Araştırmaları” adını taşıyan ve üç ciltten oluşan kapsamlı bir akademik çalışma niteliğindeki serinin birinci cildi, grafik tasarım di...
IMPLEMENTASI ASESMEN KELAS OLEH GURU EKONOMI TERHADAP KETERAMPILAN 4C SISWA FAIZAH JURNAL
IMPLEMENTASI ASESMEN KELAS OLEH GURU EKONOMI TERHADAP KETERAMPILAN 4C SISWA FAIZAH JURNAL
ABSTRAK Faizah. 2022. Implementasi Asesmen Kelas Oleh Guru Ekonomi Terhadap Keterampilan 4C Siswa. Tesis, Program Studi Magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Program Pascasa...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Analisis Validasi Keterampilan Komunikasi Dan Argumentasi Siswa Biologi SMA Kelas XI MIPA
Analisis Validasi Keterampilan Komunikasi Dan Argumentasi Siswa Biologi SMA Kelas XI MIPA
Di Indonesia pendidikan abad 21 memiliki 4 keterampilan yaitu creative thinking (berpikirkreatif), critical thinking(berpikir kritis),collaboration (keterampilankolaborasi), dan co...
Grafik Tasarımın Genişleyen Sınırları
Grafik Tasarımın Genişleyen Sınırları
Grafik tasarım, tarihsel olarak baskı kültürü ve görsel düzenleme pratikleriyle özdeşleşmiş bir disiplin olarak görülse de, günümüzde çok daha geniş ve dinamik bir üretim alanına d...
KETERAMPILAN BERBAHASA SISWA PAKET C SANGGAR KEGIATAN BELAJAR (SKB) BALIKPAPAN TIMUR
KETERAMPILAN BERBAHASA SISWA PAKET C SANGGAR KEGIATAN BELAJAR (SKB) BALIKPAPAN TIMUR
Sebagai dasar dari mata pelajaran Bahasa Indonesia, keterampilan berbahasa sangat penting untuk dikuasai. Jika siswa kurang menguasai keterampilan berbahasa, maka akan berpengaruh ...
Survei Keterampilan Teknik Dasar Sepak Takraw Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 5 Maros
Survei Keterampilan Teknik Dasar Sepak Takraw Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 5 Maros
Dalam permainan cabang olahraga sepak takraw setiap pemain harus dituntut untuk menguasai teknik saat bertanding. Teknik yang harus dikuasai yaitu: Sepak Sila, Sepak Punggung, Meny...
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Dalam Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Pada Siswa Kelas X Di SMAN 1 Tukdana Tahun Pelajaran 2024/2025)
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Dalam Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Pada Siswa Kelas X Di SMAN 1 Tukdana Tahun Pelajaran 2024/2025)
Rendahnya tingkat kemampuan siswa SMA Negeri 1 Tukdana Tahun Pelajaran 2024/2025 dalam menulis teks laporan hasil observasi, serta keterbatasan guru dalam menerapkan metode pembela...

