Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Neosufisme sebagai Strategi Dakwah Spritual Syaikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin

View through CrossRef
Abstract - This study explores the concept of neo-Sufism as a transformative strategy for spritual da'wah (Islamic propagation) through the leadership of Syaikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin (Abah Anom) and the Qadiriyah Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya. Using a qualitative case study approach with data collected through interviews, document analysis, and hermeneutic interpretation, this paper reveals how neo-Sufism integrates spiritual purification with active social engagement. The findings show that Abah Anom’s da'wah includes spiritual guidance (talqin), moral instruction (tanbih), and institutionalized services such as education, rehabilitation, and public welfare programs. These initiatives not only emphasize individual piety but also promote collective well-being and moral governance. Abah Anom’s model demonstrates that Sufism, when renewed through neo-Sufi principles, can contribute to social transformation, state collaboration, and spiritual resilience in the face of modern challenges. The study offers a framework for contextual Islamic propagation that is inclusive, adaptive, and impactful in both national and transnational settings.Keywords: Neo-Sufism; Social Da'wah; Syaikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin; Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah; Spiritual Transformation; Islamic Social InstitutionsAbstrak - Penelitian ini mengkaji konsep neosufisme sebagai strategi transformasi dakwah spiritual melalui kepemimpinan Syaikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin (Abah Anom) dalam Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, serta metode wawancara, analisis dokumen, dan interpretasi hermeneutik, penelitian ini menemukan bahwa neosufisme menggabungkan pemurnian spiritual dengan keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial. Dakwah Abah Anom meliputi pembinaan spiritual (talqin), penanaman nilai moral (tanbih), serta layanan sosial yang terinstitusi seperti pendidikan, rehabilitasi, dan program kesejahteraan masyarakat. Pendekatan ini tidak hanya menekankan kesalehan individu, tetapi juga mendorong pembangunan kolektif dan kerja sama dengan negara. Model dakwah yang dibangun menunjukkan bahwa sufisme yang diperbarui melalui prinsip-prinsip neosufisme dapat menjadi kekuatan transformasi sosial dan ketahanan spiritual yang relevan dengan tantangan zaman modern. Studi ini menawarkan kerangka dakwah Islam yang kontekstual, inklusif, dan berdampak di tingkat nasional maupun lintas negara.Kata kunci: Neosufisme; Dakwah Sosial; Syaikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin; Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah; Transformasi Spiritual; Institusi Sosial Islam.
Jurnal Komuniksi ISKI
Title: Neosufisme sebagai Strategi Dakwah Spritual Syaikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin
Description:
Abstract - This study explores the concept of neo-Sufism as a transformative strategy for spritual da'wah (Islamic propagation) through the leadership of Syaikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin (Abah Anom) and the Qadiriyah Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya.
Using a qualitative case study approach with data collected through interviews, document analysis, and hermeneutic interpretation, this paper reveals how neo-Sufism integrates spiritual purification with active social engagement.
The findings show that Abah Anom’s da'wah includes spiritual guidance (talqin), moral instruction (tanbih), and institutionalized services such as education, rehabilitation, and public welfare programs.
These initiatives not only emphasize individual piety but also promote collective well-being and moral governance.
Abah Anom’s model demonstrates that Sufism, when renewed through neo-Sufi principles, can contribute to social transformation, state collaboration, and spiritual resilience in the face of modern challenges.
The study offers a framework for contextual Islamic propagation that is inclusive, adaptive, and impactful in both national and transnational settings.
Keywords: Neo-Sufism; Social Da'wah; Syaikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin; Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah; Spiritual Transformation; Islamic Social InstitutionsAbstrak - Penelitian ini mengkaji konsep neosufisme sebagai strategi transformasi dakwah spiritual melalui kepemimpinan Syaikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin (Abah Anom) dalam Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya.
Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, serta metode wawancara, analisis dokumen, dan interpretasi hermeneutik, penelitian ini menemukan bahwa neosufisme menggabungkan pemurnian spiritual dengan keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial.
Dakwah Abah Anom meliputi pembinaan spiritual (talqin), penanaman nilai moral (tanbih), serta layanan sosial yang terinstitusi seperti pendidikan, rehabilitasi, dan program kesejahteraan masyarakat.
Pendekatan ini tidak hanya menekankan kesalehan individu, tetapi juga mendorong pembangunan kolektif dan kerja sama dengan negara.
Model dakwah yang dibangun menunjukkan bahwa sufisme yang diperbarui melalui prinsip-prinsip neosufisme dapat menjadi kekuatan transformasi sosial dan ketahanan spiritual yang relevan dengan tantangan zaman modern.
Studi ini menawarkan kerangka dakwah Islam yang kontekstual, inklusif, dan berdampak di tingkat nasional maupun lintas negara.
Kata kunci: Neosufisme; Dakwah Sosial; Syaikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin; Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah; Transformasi Spiritual; Institusi Sosial Islam.

Related Results

Strategi Dakwah Ustadz Ramdan Fawzi di Masa Pandemi
Strategi Dakwah Ustadz Ramdan Fawzi di Masa Pandemi
Abstrak.Da’i banyak yang mengamalkan dakwah menggunakan media sosial alternatif, salah satunya di platform YouTube. Kegiatan ini juga dilakukan oleh Ustadz Ramdan Fawzi dalam berda...
Strategi Dakwah Komunitas “Bikers Dakwah Bandung” dalam Membentuk Akhlak Anggota Komunitasnya
Strategi Dakwah Komunitas “Bikers Dakwah Bandung” dalam Membentuk Akhlak Anggota Komunitasnya
Abstract. The motorcycle community is often considered to be doing harassment on the streets such as bullying, bribes, and other negative actions, but the “Bikers Dakwah Bandung” c...
ANTROPOLOGI DAKWAH: Menimbang Sebuah Pendekatan Baru Studi Ilmu Dakwah
ANTROPOLOGI DAKWAH: Menimbang Sebuah Pendekatan Baru Studi Ilmu Dakwah
Abstrak: Antropologi dakwah adalah terminologi yang terdiri dari dua kata, yaitu antropologi dan dakwah. Seperti juga antropologi, dakwah merupakan salah satu disiplin ilmu. Bedany...
Strategi Dakwah di Era New Normal
Strategi Dakwah di Era New Normal
Pandemi Covid-19 mengharuskan seorang da’i untuk lebih kreatif dalam membuat strategi dakwah agar dapat digunakan dengan baik di era new normal. Startegi dakwah adalah cara yang di...
Riset Komunikasi Dakwah Berbasis Budaya Indonesia
Riset Komunikasi Dakwah Berbasis Budaya Indonesia
Buku ini mengemukakan berbagai topik-topik yang diangkat dari hasil penelitian dimulai konsep ‘riset dakwah’ dan ‘riset komunikasi dakwah’ dengan mengadakan penjelajahan wawasan ...
Eksistensi Syaikh Ahmad Surkati sebagai Tokoh Pembaharuan Islam di Indonesia 1914-1943
Eksistensi Syaikh Ahmad Surkati sebagai Tokoh Pembaharuan Islam di Indonesia 1914-1943
Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah Pembaharuan Islam yang dibawa Syaikh Ahmad Surkati di Indonesia 1914-1943. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Syaikh Ahma...
ANALISIS STRATEGI DAKWAH GUS IQDAM CHOLID
ANALISIS STRATEGI DAKWAH GUS IQDAM CHOLID
Dakwah adalah strategi/cara ulama’ atau orang yang memiliki pengetahuan agama untuk mengajak seseorang kepada tujuan kebaikan dan menghindari keburukan dengan cara-cara tertentu ta...
Studi Pemikiran Dakwah KH. X tentang Gerakan Dakwah Tarbiyah
Studi Pemikiran Dakwah KH. X tentang Gerakan Dakwah Tarbiyah
Abstract. KH. X is a da'wah figure who is very well known by the Tarbiyah movement. The alignment of his personal da'wah with the Tarbiyah movement influenced the development of Ta...

Back to Top