Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS HISTORIS TENTANG PASUNDA BUBAT

View through CrossRef
Yang dimaksud dengan Pasunda Bubat adalah peristiwa sejarah yang terjadi pada pertengahan abad ke-14 di Lapangan Bubat, wilayah Kerajaan Majapahit di Kabupaten Mojokerto sekarang. Istilah Pasunda Bubat diambil dari naskah kuno Sĕrat Pararaton atau Katuturan ira Ken Angrok, yang ditulis pertamakalinya pada abad ke-15. Pasunda Bubat menunjuk pada peristiwa yang terjadi dengan orang Sunda di (lapangan) Bubat, yang dikisahkan secara singkat dalam salah satu bab naskah tersebut, yaitu suatu peristiwa berdarah ketika Prabu Maharaja, Raja Sunda Galuh mengantarkan puterinya Dyah Pitaloka atau Citraresmi yang dilamar oleh Raja Majapahit Hayam Wuruk untuk dijadikan permaisurinya. Mahapatih Gajah Mada yang tidak setuju dengan perkawinan tersebut menghadapi rombongan Raja Sunda dengan senjata. Kisah berakhir dengan tragis: seluruh rombongan dari Tatar Sunda tak ada yang tersisa. Tragedi ini menyisakan “dendam sejarah” selama ratusan tahun hingga kini. Hingga tahun 2018, tidak ada nama Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Majapahit, di Tatar Sunda. Setelah dilakukan penelitian mendalam tentang Pasunda Bubat dan kemudian diseminarkan secara nasional di Bandung tahun 2018, barulah nama Jalan Majapahit, Jalan Citraresmi, dan Jalan Hayam Wuruk, dipakai di Kota Bandung. Namun nama Gajah Mda tetap ditolak masyarakat untuk dipakai sebagai nama jalan di Tatar Sunda.
Title: ANALISIS HISTORIS TENTANG PASUNDA BUBAT
Description:
Yang dimaksud dengan Pasunda Bubat adalah peristiwa sejarah yang terjadi pada pertengahan abad ke-14 di Lapangan Bubat, wilayah Kerajaan Majapahit di Kabupaten Mojokerto sekarang.
Istilah Pasunda Bubat diambil dari naskah kuno Sĕrat Pararaton atau Katuturan ira Ken Angrok, yang ditulis pertamakalinya pada abad ke-15.
Pasunda Bubat menunjuk pada peristiwa yang terjadi dengan orang Sunda di (lapangan) Bubat, yang dikisahkan secara singkat dalam salah satu bab naskah tersebut, yaitu suatu peristiwa berdarah ketika Prabu Maharaja, Raja Sunda Galuh mengantarkan puterinya Dyah Pitaloka atau Citraresmi yang dilamar oleh Raja Majapahit Hayam Wuruk untuk dijadikan permaisurinya.
Mahapatih Gajah Mada yang tidak setuju dengan perkawinan tersebut menghadapi rombongan Raja Sunda dengan senjata.
Kisah berakhir dengan tragis: seluruh rombongan dari Tatar Sunda tak ada yang tersisa.
Tragedi ini menyisakan “dendam sejarah” selama ratusan tahun hingga kini.
Hingga tahun 2018, tidak ada nama Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Majapahit, di Tatar Sunda.
Setelah dilakukan penelitian mendalam tentang Pasunda Bubat dan kemudian diseminarkan secara nasional di Bandung tahun 2018, barulah nama Jalan Majapahit, Jalan Citraresmi, dan Jalan Hayam Wuruk, dipakai di Kota Bandung.
Namun nama Gajah Mda tetap ditolak masyarakat untuk dipakai sebagai nama jalan di Tatar Sunda.

Related Results

Perancangan Karakter Dyah Pitaloka pada Film Animasi Perang Bubat
Perancangan Karakter Dyah Pitaloka pada Film Animasi Perang Bubat
Perang Bubat merupakan peristiwa sejarah yang terjadi pada abad ke-14, yaitu tahun 1357 M. Kerajaan Sunda masuk kategori kerajaan besar dan tidak terkalahkan. Sampai akhirnya pecah...
GANDRA PITALOKA: VISUALISASI KISAH CINTA DYAH PITALOKA DALAM KARYA TARI
GANDRA PITALOKA: VISUALISASI KISAH CINTA DYAH PITALOKA DALAM KARYA TARI
Gandra Pitaloka merupakan visualisasi kisah cinta Dyah Pitaloka putri dari Kadipaten Pakuan dengan Prabu Hayam Wuruk raja dari Kerajaan Majapahit dalam kronologi peristiwa perang B...
PARADIGMA HISTORIS PENDIDIKAN AGAMA AGAR DOKTRIN AGAMA FUNGSIONAL DI ERA MODERN
PARADIGMA HISTORIS PENDIDIKAN AGAMA AGAR DOKTRIN AGAMA FUNGSIONAL DI ERA MODERN
Abstrak: Paradigma historis pendidikan agama dimaksudkan agar agama itu fungsional dalam kehidupan modern. Untuk itu, agama harus ikut menangani permasalahan pada era modern ini, m...
Inovasi Model Pembelajaran Fiksi Historis: Pendekatan Rekreasi-Prokreasi untuk Penguatan Wawasan Kebangsaan di SMA
Inovasi Model Pembelajaran Fiksi Historis: Pendekatan Rekreasi-Prokreasi untuk Penguatan Wawasan Kebangsaan di SMA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi pembelajaran fiksi historis di SMA se-Kota Madiun dan kebutuhan siswa dan guru terhadap model pembelajaran fiksi historis yan...
Laporan Literatur Review OLEH IDA RAHMAWATI Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP ULM 1810111320003
Laporan Literatur Review OLEH IDA RAHMAWATI Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP ULM 1810111320003
Arikel Model Berpikir Historis dalam Mencapai Dimensi KognitifPembelajaran Sejarah Indonesia,berisi tentang penilaian Berfkir Historis,DimensiKognitiif,instrumen berfikir historis ...
Inovasi Media Video Untuk Melatih Berpikir Historis
Inovasi Media Video Untuk Melatih Berpikir Historis
Rendahnya tingkat berpikir historis mahasiswa dalam perkuliahan merupakan akumulasi dari kegagalan proses pembelajaran yang telah dilakukan. Pembelajaran sejarah tanpa berpikir his...
KESESUAIAN HISTORICAL COST DAN CURRENT COST DALAM PENILAIAN KINERJA KOPERASI
KESESUAIAN HISTORICAL COST DAN CURRENT COST DALAM PENILAIAN KINERJA KOPERASI
Laporan keuangan koperasi disusun berdasarkan standar akuntansi entitas tanpa akuntabilitas publik (SAK ETAP), yang meliputi penyusunan neraca, perhitungan hasil usaha, laporan aru...
Nilai Historis dan Keagamaan Naskah Tarekat Tanjung Barulak dalam Arsip Budaya Minangkabau
Nilai Historis dan Keagamaan Naskah Tarekat Tanjung Barulak dalam Arsip Budaya Minangkabau
Naskah Tarekat Tanjung Barulak adalah artefak budaya penting yang memiliki nilai historis dan keagamaan tentang masyarakat Minangkabau. Secara historis, naskah ini merekam tradisi ...

Back to Top