Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Gambaran Faktor Risiko Penyakit Demam Berdarah Dengue pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Tabanan I

View through CrossRef
Demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Kabupaten Tabanan merupakan kabupaten dengan nilai case fatality rate (CFR) tertinggi di Bali. Kecamatan Tabanan mengalami peningkatan kasus cukup bermakna pada periode tahun 2018 - 2019. Penyakit DBD pada anak-anak dapat meningkatkan risiko kematian. Terdapat tiga faktor risiko yang memengaruhi tingginya angka kejadian penyakit DBD yang perlu diteliti yaitu manusia sebagai faktor host, nyamuk sebagai vektor, serta lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan rancangan studi cross sectional. Pengumpulan data menggunakan data primer berupa kuisioner yang dilakukan pada bulan Oktober – Desember 2021. Subjek penelitian ini adalah anak yang berusia di bawah 18 tahun di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Tabanan I yang memenuhi kriteria yaitu sebanyak 90 orang. Analisis data dilakukan secara univariat dengan tabel distribusi frekuensi.    Hasil penelitian ini menunjukkan anak yang paling banyak menderita DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Tabanan I ialah kelompok usia 10 – 14 tahun (35,42 %) dan jenis kelamin laki-laki (58,33 %). Berdasarkan faktor pejamu lainnya, anak yang memiliki aktivitas di luar rumah tinggi (68,75%) dan jarang menggunakan repellent (77,09 %)lebih banyak terkena DBD. Berdasarkan PSN, anak yang menderita DBD paling banyak memiliki kebiasaan menguras TPA 2 minggu sekali (95,82 %), tidak pernah menutup TPA (66,67 %), dan tidak pernah mendaur ulang barang bekas (50%). Sebagian besar anak yang menderita DBD, jarang menggunakan abate (68,75 %) dan jarang menggantung pakaian di kamar anak (64,58%). Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan perhatian khusus pada kelompok yang berisiko dan dijadikan acuan untuk penelitian lebih lanjut
Title: Gambaran Faktor Risiko Penyakit Demam Berdarah Dengue pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Tabanan I
Description:
Demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat.
Kabupaten Tabanan merupakan kabupaten dengan nilai case fatality rate (CFR) tertinggi di Bali.
Kecamatan Tabanan mengalami peningkatan kasus cukup bermakna pada periode tahun 2018 - 2019.
Penyakit DBD pada anak-anak dapat meningkatkan risiko kematian.
Terdapat tiga faktor risiko yang memengaruhi tingginya angka kejadian penyakit DBD yang perlu diteliti yaitu manusia sebagai faktor host, nyamuk sebagai vektor, serta lingkungan.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan rancangan studi cross sectional.
Pengumpulan data menggunakan data primer berupa kuisioner yang dilakukan pada bulan Oktober – Desember 2021.
Subjek penelitian ini adalah anak yang berusia di bawah 18 tahun di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Tabanan I yang memenuhi kriteria yaitu sebanyak 90 orang.
Analisis data dilakukan secara univariat dengan tabel distribusi frekuensi.
   Hasil penelitian ini menunjukkan anak yang paling banyak menderita DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Tabanan I ialah kelompok usia 10 – 14 tahun (35,42 %) dan jenis kelamin laki-laki (58,33 %).
Berdasarkan faktor pejamu lainnya, anak yang memiliki aktivitas di luar rumah tinggi (68,75%) dan jarang menggunakan repellent (77,09 %)lebih banyak terkena DBD.
Berdasarkan PSN, anak yang menderita DBD paling banyak memiliki kebiasaan menguras TPA 2 minggu sekali (95,82 %), tidak pernah menutup TPA (66,67 %), dan tidak pernah mendaur ulang barang bekas (50%).
Sebagian besar anak yang menderita DBD, jarang menggunakan abate (68,75 %) dan jarang menggantung pakaian di kamar anak (64,58%).
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan perhatian khusus pada kelompok yang berisiko dan dijadikan acuan untuk penelitian lebih lanjut.

Related Results

Faktor Risiko yang Mempengaruhi Terjadinya Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Puskesmas Sewon II Bantul
Faktor Risiko yang Mempengaruhi Terjadinya Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Puskesmas Sewon II Bantul
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabutapten Bantul, data demam Berdarah Dengue dari seluruh Puskesmas di kabupaten Bantul Tahun 2017 menunjukan Puskesmas Sewon II menempati urutan ...
PENYULUHAN TENTANG PENYAKIT DEMAM BERDARAH (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MACINI SAWAH KOTA MAKASSAR
PENYULUHAN TENTANG PENYAKIT DEMAM BERDARAH (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MACINI SAWAH KOTA MAKASSAR
Latar Belakang : Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang masih menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat di Indonesia. Sehingga penyakit ini masih menjadi prio...
Perbandingan Model Transfer Function Dan Model Neural Network Untuk Prediksi Banyak Kasus Demam Berdarah Di Kota Malang
Perbandingan Model Transfer Function Dan Model Neural Network Untuk Prediksi Banyak Kasus Demam Berdarah Di Kota Malang
ABSTRAK Kota Malang adalah salah satu kota yang dinyatakan sebagai daerah endemis demam berdarah. Pada tahun 2015, jumlah penderita demam berdarah sebanyak 1629 kasus dengan ...
Perbandingan Model Transfer Function Dan Model Neural Network Untuk Prediksi Banyak Kasus Demam Berdarah Di Kota Malang
Perbandingan Model Transfer Function Dan Model Neural Network Untuk Prediksi Banyak Kasus Demam Berdarah Di Kota Malang
ABSTRAK Kota Malang adalah salah satu kota yang dinyatakan sebagai daerah endemis demam berdarah. Pada tahun 2015, jumlah penderita demam berdarah sebanyak 1629 kasus dengan ...
Faktor Risiko Kejadian Demam Berdarah Dengue Didesa Pajeko Wilayah Kerja Puskesmas Momunu Kabupaten Buol
Faktor Risiko Kejadian Demam Berdarah Dengue Didesa Pajeko Wilayah Kerja Puskesmas Momunu Kabupaten Buol
Pengetahuan terhadap demam berdarah dikalangan masyarakat masih begitu kurang , dan dimana masyarakat belum bias melakukan pemberantasan jentik nyamuk di tempat perkembangbiaknya, ...
Karakteristik Kejang Demam pada Anak di RSUD Tabanan pada Tahun 2021-2022
Karakteristik Kejang Demam pada Anak di RSUD Tabanan pada Tahun 2021-2022
Kejang demam merupakan kasus kegawatdaruratan yang sering terjadi pada anak usia 6 bulan-5 tahun dan menjadi kasus anak terbanyak di rawat inap RSUD Tabanan tahun 2021. Faktor risi...

Back to Top