Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Isolasi dan Karakterisasi Lesitin Kelapa dan Wijen

View through CrossRef
Lecithin is a natural amphiphilic substance which has unique structures. Lecithin molecules are able to aggregate to form a carrier structure known as liposom which is useful for carrying active substances in drug, food and cosmetics. Lecithin is generally derived from soybeans and eggs. Research efforts have been made to seek new sources of lecithin such as from coconut and sesame seeds. This study aimed to determine the character of plant lecithin derived from coconut and sesame seeds. Isolation of lecithin was done by solvent extraction using a mixture of chloroform-methanol (2:1) and characterization was conducted using TLC, FTIR and GCMS. The results indicated that lecithins from coconut and sesame seeds were from cephalin class with hydrophilic group consisted of ethanolamin. The lipophilic parts of coconut lecithin were C12 and C8 and those of sesame seeds lecithin were C18:1 and C18:0.ABSTRAKLesitin merupakan senyawa ampifil alam yang mempunyai struktur unik. Molekul-molekul lesitin dapat beragregasi membentuk suatu struktur sistem pembawa yang disebut liposom dan berguna pada penghantaran bahan-bahan aktif pada obat, makanan dan kosmetika. Lesitin yang selama ini digunakan pada umumnya berasal dari kedelai dan telur. Upaya penelitian telah dilakukan untuk mencari alternatif sumber lesitin baru yang berasal dari kelapa dan wijen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter lesitin tumbuhan yang berasal dari kelapa dan wijen. Isolasi lesitin dilakukan dengan cara ekstraksi solven menggunakan campuran kloroform-metanol (2:1). Sedangkan karakterisasi meliputi pengujian dengan TLC, FTIR dan GCMS. Hasil menunjukkan bahwa lesitin kelapa dan wijen adalah lesitin dari golongan sefalin dengan gugus hidrofilnya berupa etanolamin. Bagian lipofil untuk lesitin kelapa adalah C12 dan C8, dan untuk lesitin wijen bagian lipofilnya adalah C18:1 dan C18:0.
Title: Isolasi dan Karakterisasi Lesitin Kelapa dan Wijen
Description:
Lecithin is a natural amphiphilic substance which has unique structures.
Lecithin molecules are able to aggregate to form a carrier structure known as liposom which is useful for carrying active substances in drug, food and cosmetics.
Lecithin is generally derived from soybeans and eggs.
Research efforts have been made to seek new sources of lecithin such as from coconut and sesame seeds.
This study aimed to determine the character of plant lecithin derived from coconut and sesame seeds.
Isolation of lecithin was done by solvent extraction using a mixture of chloroform-methanol (2:1) and characterization was conducted using TLC, FTIR and GCMS.
The results indicated that lecithins from coconut and sesame seeds were from cephalin class with hydrophilic group consisted of ethanolamin.
The lipophilic parts of coconut lecithin were C12 and C8 and those of sesame seeds lecithin were C18:1 and C18:0.
ABSTRAKLesitin merupakan senyawa ampifil alam yang mempunyai struktur unik.
Molekul-molekul lesitin dapat beragregasi membentuk suatu struktur sistem pembawa yang disebut liposom dan berguna pada penghantaran bahan-bahan aktif pada obat, makanan dan kosmetika.
Lesitin yang selama ini digunakan pada umumnya berasal dari kedelai dan telur.
Upaya penelitian telah dilakukan untuk mencari alternatif sumber lesitin baru yang berasal dari kelapa dan wijen.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter lesitin tumbuhan yang berasal dari kelapa dan wijen.
Isolasi lesitin dilakukan dengan cara ekstraksi solven menggunakan campuran kloroform-metanol (2:1).
Sedangkan karakterisasi meliputi pengujian dengan TLC, FTIR dan GCMS.
Hasil menunjukkan bahwa lesitin kelapa dan wijen adalah lesitin dari golongan sefalin dengan gugus hidrofilnya berupa etanolamin.
Bagian lipofil untuk lesitin kelapa adalah C12 dan C8, dan untuk lesitin wijen bagian lipofilnya adalah C18:1 dan C18:0.

Related Results

MEMANFAATKAN LIMBAH BATOK KELAPA MENJADI BERBAGAI MACAM BENTUK KERAJINAN
MEMANFAATKAN LIMBAH BATOK KELAPA MENJADI BERBAGAI MACAM BENTUK KERAJINAN
<p><em>Penelitian ini</em><em> bertujuan</em><em> bagaimana </em><em>memanfaatan</em><em> </em><em>limbah ba...
PENERAPAN PAKET TEKNOLOGI TEPAT GUNA DAN PEMANFAATAN LIMBAH UNTUK DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN KELAPA
PENERAPAN PAKET TEKNOLOGI TEPAT GUNA DAN PEMANFAATAN LIMBAH UNTUK DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN KELAPA
Kelapa mempunyai daya guna yang luas karena selain sebagai bahan baku industri pangan dan non pangan juga sebagai konsumsi rumah tangga. Pendayagunaan kelapa tidak hanya sebagai mi...
Revitalization of Economic Development of Coconut Area in North Sulawesi
Revitalization of Economic Development of Coconut Area in North Sulawesi
<p>Coconut is a potential commodity in North Sulawesi Province. At national level, this province contributes of about 9% of the national coconut production, however, the cont...
Processing and Development of Frying Oil from Fruit of Some Varieties of Dwarf Coconut
Processing and Development of Frying Oil from Fruit of Some Varieties of Dwarf Coconut
<p class="Default">ABSTRACT</p><p class="Default">Fruits of Dwarft coconut commonly are used as young tender (8 months of fruit) for fresh coconut water and raw m...
Analisis Produktivitas Komoditi Kelapa Kabupaten Sarmi
Analisis Produktivitas Komoditi Kelapa Kabupaten Sarmi
Tanaman Kelapa (Coco nucifera L) merupakan salah satu tanaman asli Indonesia yang sangat potensial sebagai komoditas perdagangan baik dalam negeri maupun luar negeri. Masyarakat pa...

Back to Top