Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS EKSERGI PENGERINGAN IRISAN TEMULAWAK

View through CrossRef
Java turmeric (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) is a medicinal plant used as raw material for making herbal medicine, its rhizome cut into slices and dried so called simplicia. Curcuma has a harvest moisture content is high enough to need a great energy for drying. Generally, the theory used to analyze the energy efficiency is the first law of thermodynamics that describes the principle of conservation of energy. However, this theory has limitations in measuring the loss of energy quality. To determine whether the energy used in the drying process has been used optimally in terms of quality, the second law of thermodynamics -known as exergy analysis- is used. The purpose of this study is to determine the efficiency of the thin layer drying of curcuma slices with exergy analysis. The results show that the process conditions affect the energy utilization ratio and exergy efficiency of drying. Exergy analysis method based on the second law of thermodynamics has been used to determine the amount of exergy destroyed so that the efficiency of the drying process can be determined more accurately. Exergy efficiency varies between 96.5%-100% for temperatures of 50 °C to 70 °C at 40% RH and 82.3% - 100% for 20% to 40% RH at 50 °C.Keywords: Drying, energy, exergy efficiency, curcuma slices ABSTRAKTemulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan tanaman obat yang simplisianya digunakan sebagai bahan baku pembuatan jamu atau obat tradisional. Pengeringan merupakan proses utama dalam memproduksi simplisia. Untuk menganalisis efisiensi energi suatu proses pengeringan umumnya digunakan hukum termodinamika pertama yang menjelaskan tentang prinsip kekekalan energi. Akan tetapi teori ini mempunyai keterbatasan dalam mengukur penurunan kualitas energi. Untuk mengetahui apakah energi yang digunakan pada proses pengeringan sudah digunakan secara optimal dari sisi kualitas, digunakan hukum termodinamika kedua atau yang dikenal dengan analisis eksergi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan efisiensi proses pengeringan lapisan tipis irisan temulawak dengan metode analisis energi dan eksergi. Dalam studi ini, metode analisis energi dan eksergi berdasarkan hukum termodinamika pertama dan kedua telah digunakan untuk menghitung rasio penggunaan energi dan besaran eksergi yang musnah (exergy loss). sehingga efisiensi proses pengeringan irisan temulawak dapat ditentukan secara akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi proses pengeringan mempengaruhi rasio penggunaan energi dan efisiensi eksergi pengeringan. Semakin tinggi suhu dan RH pengeringan maka rasio penggunaan energi semakin rendah dan efisiensi eksergi semakin tinggi. Efisiensi eksergi pengeringan temulawak bervariasi antara 96,5%-100% untuk selang suhu 50 oC hingga 70 oC pada RH 40% serta 82,3% - 100% untuk selang RH 20% hingga 40% pada suhu 50 oC. Kata kunci: Pengeringan, energi, efisiensi eksergi, temulawak
Title: ANALISIS EKSERGI PENGERINGAN IRISAN TEMULAWAK
Description:
Java turmeric (Curcuma xanthorrhiza Roxb.
) is a medicinal plant used as raw material for making herbal medicine, its rhizome cut into slices and dried so called simplicia.
Curcuma has a harvest moisture content is high enough to need a great energy for drying.
Generally, the theory used to analyze the energy efficiency is the first law of thermodynamics that describes the principle of conservation of energy.
However, this theory has limitations in measuring the loss of energy quality.
To determine whether the energy used in the drying process has been used optimally in terms of quality, the second law of thermodynamics -known as exergy analysis- is used.
The purpose of this study is to determine the efficiency of the thin layer drying of curcuma slices with exergy analysis.
The results show that the process conditions affect the energy utilization ratio and exergy efficiency of drying.
Exergy analysis method based on the second law of thermodynamics has been used to determine the amount of exergy destroyed so that the efficiency of the drying process can be determined more accurately.
Exergy efficiency varies between 96.
5%-100% for temperatures of 50 °C to 70 °C at 40% RH and 82.
3% - 100% for 20% to 40% RH at 50 °C.
Keywords: Drying, energy, exergy efficiency, curcuma slices ABSTRAKTemulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.
) merupakan tanaman obat yang simplisianya digunakan sebagai bahan baku pembuatan jamu atau obat tradisional.
Pengeringan merupakan proses utama dalam memproduksi simplisia.
Untuk menganalisis efisiensi energi suatu proses pengeringan umumnya digunakan hukum termodinamika pertama yang menjelaskan tentang prinsip kekekalan energi.
Akan tetapi teori ini mempunyai keterbatasan dalam mengukur penurunan kualitas energi.
Untuk mengetahui apakah energi yang digunakan pada proses pengeringan sudah digunakan secara optimal dari sisi kualitas, digunakan hukum termodinamika kedua atau yang dikenal dengan analisis eksergi.
Tujuan penelitian ini adalah menentukan efisiensi proses pengeringan lapisan tipis irisan temulawak dengan metode analisis energi dan eksergi.
Dalam studi ini, metode analisis energi dan eksergi berdasarkan hukum termodinamika pertama dan kedua telah digunakan untuk menghitung rasio penggunaan energi dan besaran eksergi yang musnah (exergy loss).
sehingga efisiensi proses pengeringan irisan temulawak dapat ditentukan secara akurat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi proses pengeringan mempengaruhi rasio penggunaan energi dan efisiensi eksergi pengeringan.
Semakin tinggi suhu dan RH pengeringan maka rasio penggunaan energi semakin rendah dan efisiensi eksergi semakin tinggi.
Efisiensi eksergi pengeringan temulawak bervariasi antara 96,5%-100% untuk selang suhu 50 oC hingga 70 oC pada RH 40% serta 82,3% - 100% untuk selang RH 20% hingga 40% pada suhu 50 oC.
 Kata kunci: Pengeringan, energi, efisiensi eksergi, temulawak.

Related Results

Modifikasi Model Rak Alat Pengering Tipe Hybrid Pada Pengeringan Ikan Keumamah
Modifikasi Model Rak Alat Pengering Tipe Hybrid Pada Pengeringan Ikan Keumamah
Abstrak. Pengeringan hybrid merupakan pengeringan yang menggunakan dua atau lebih sumber energi untuk proses penguapan air. Teknologi ini merupakan alternatif teknologi untuk penge...
ANALISIS ENERGI DAN EKSERGI PADA SISTEM ROTARY KILN RKC-2 PT. SEMEN BATURAJA
ANALISIS ENERGI DAN EKSERGI PADA SISTEM ROTARY KILN RKC-2 PT. SEMEN BATURAJA
Industri semen merupakan salah satu industri yang bersifat energy intensive karena penggunaan energi berada pada jumlah yang besar. Biaya yang digunakan untuk konsumsi energi pada ...
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG TEMULAWAK (CURCUMA XANTHORRIZA ROXB) DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS TELUR AYAM RAS PETELUR
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG TEMULAWAK (CURCUMA XANTHORRIZA ROXB) DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS TELUR AYAM RAS PETELUR
Penelitian ini bertujuan untuk melihat Kualitas Telur (bobot telur,  Tebal Cangkang, Indeks Putih dan Kuning Telur) ayam ras petelur yang diberikan tepung temulawak dengan konsentr...
Pengaruh Kecepatan Udara Dan Kapasitas Pengeringan Pada Mesin Pengering Kerupuk Ikan Tongkol
Pengaruh Kecepatan Udara Dan Kapasitas Pengeringan Pada Mesin Pengering Kerupuk Ikan Tongkol
Penelitian tentang pengaruh kecepatan udara pengeringan kerupuk sudah pernah dilakukan oleh Siregar, M. S., Anggara, M., Aldrin, A., & Hidayat, A. (2023) yang dimana kecepatan ...
Model Pengembangan Kelembagaan Kemitraan dan Pemasaran Temulawak di Kota Semarang
Model Pengembangan Kelembagaan Kemitraan dan Pemasaran Temulawak di Kota Semarang
<div>Produk biofarmaka, yang salah satunya berasal dari tumbuhan, sangat berpotensi dalam pengembangan Industri Obat Tradisional (IOT) dan kosmetika di Indonesia. Penggunaa...
INOVASI TANAMAN JAMU PEMBUATAN ES KRIM TEMULAWAK SEBAGAI PENINGKAT NAFSU MAKAN
INOVASI TANAMAN JAMU PEMBUATAN ES KRIM TEMULAWAK SEBAGAI PENINGKAT NAFSU MAKAN
Saat ini perkembangan variasi makanan sangat inovatif dan banyak. Es cream merupakan salah satu makanan yang cukup disukai oleh anak-anak dan/atau orang dewasa karna memiliki tekst...
Profil Fitokimia dan Aktivitas Bioaktif Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Berdasarkan Kajian Literatur
Profil Fitokimia dan Aktivitas Bioaktif Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Berdasarkan Kajian Literatur
Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) is an indigenous medicinal plant of Indonesia that has been widely used in traditional medicine and shows considerable potential in the healt...
Pengaruh lama pengeringan terhadap kualitas butter cake mangga kweni kering
Pengaruh lama pengeringan terhadap kualitas butter cake mangga kweni kering
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh lama pengeringan terhadap kualitas butter cake  mangga kweni kering pada aspek warna, aroma, rasa, dan tekstur. Penelitian ini d...

Back to Top