Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS PENGGUNAAN FUKUSHI “TAIHEN” PADA BUKU MINNA NO NIHONGO

View through CrossRef
Adverbia (fukushi) adalah kata keterangan, tidak mengalami perubahan bentuk.  fukushi taihen masuk pada jenis Teido no Fukushi, yaitu adverbia yang berfungsi untuk menyatakan suatu tingkatan keadaan dan aktivitas. Selain taihen, fukushi lain yang masuk dalam jenis teido no fukushi di antaranya adalah totemo, hijooni, osoroshiku, hidoku, daibu, zuibun, amarini, kanari, kekkoo, nakanaka, sukoshi, chotto, zutto, motto, masumasu. Kata taihen yang muncul dalam buku pelajaran baik Minna no Nihongo 1 dan 2 maupun Kaiwa Hyougen no Sakuin yang dipakai pada mata kuliah Kaiwa Enshuu hampir seluruhnya adalah kata taihen sebagai kata sifat. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna kata taihen dalam kalimat bahasa Jepang baik sebagai kata sifat maupun kata keterangan. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Sebagai kata sifat, kata taihen yang ada dalam kalimat yang menjadi data dalam penelitian ini memiliki berbagai makna walaupun sepintas terlihat sama saja. Makna-makna tersebut adalah melelahkan, sulit, pengeluhan, menyusahkan, hal yang menguatirkan, dan hal yang tidak praktis (hingga akhirnya menyusahkan). Dari fakta inilah ditemukan bahwa kata taihen dalam buku pelajaran lebih bernuansa negatif, karena dari berbagai makna yang telah dianalisis tersebut tidak ada satupun yang bernuansa positif.(2) Sebagai kata keterangan (fukushi) yang menyatakan suatu tingkatan keadaan, pada umumnya kata taihen diterjemahkan menjadi “sangat” ke dalam bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil analisis yang telah dipaparkan dalam bab sebelumnya, makna kata taihen sebagai kata keterangan adalah pengungkapan sesuatu dengan bersungguh-sungguh dengan perasaan mendalam atau mencolok dan suatu hal yang tidak biasa atau di luar dugaan. Berbeda dengan taihen sebagai kata sifat yang semuanya bernuansa negatif, taihen sebagai kata keterangan memiliki dua nuansa sekaligus baik positif maupun negatif, tergantung pada kata apa yang diterangkannya.  
Universitas Negeri Manado
Title: ANALISIS PENGGUNAAN FUKUSHI “TAIHEN” PADA BUKU MINNA NO NIHONGO
Description:
Adverbia (fukushi) adalah kata keterangan, tidak mengalami perubahan bentuk.
 fukushi taihen masuk pada jenis Teido no Fukushi, yaitu adverbia yang berfungsi untuk menyatakan suatu tingkatan keadaan dan aktivitas.
Selain taihen, fukushi lain yang masuk dalam jenis teido no fukushi di antaranya adalah totemo, hijooni, osoroshiku, hidoku, daibu, zuibun, amarini, kanari, kekkoo, nakanaka, sukoshi, chotto, zutto, motto, masumasu.
Kata taihen yang muncul dalam buku pelajaran baik Minna no Nihongo 1 dan 2 maupun Kaiwa Hyougen no Sakuin yang dipakai pada mata kuliah Kaiwa Enshuu hampir seluruhnya adalah kata taihen sebagai kata sifat.
Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna kata taihen dalam kalimat bahasa Jepang baik sebagai kata sifat maupun kata keterangan.
Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Sebagai kata sifat, kata taihen yang ada dalam kalimat yang menjadi data dalam penelitian ini memiliki berbagai makna walaupun sepintas terlihat sama saja.
Makna-makna tersebut adalah melelahkan, sulit, pengeluhan, menyusahkan, hal yang menguatirkan, dan hal yang tidak praktis (hingga akhirnya menyusahkan).
Dari fakta inilah ditemukan bahwa kata taihen dalam buku pelajaran lebih bernuansa negatif, karena dari berbagai makna yang telah dianalisis tersebut tidak ada satupun yang bernuansa positif.
(2) Sebagai kata keterangan (fukushi) yang menyatakan suatu tingkatan keadaan, pada umumnya kata taihen diterjemahkan menjadi “sangat” ke dalam bahasa Indonesia.
Berdasarkan hasil analisis yang telah dipaparkan dalam bab sebelumnya, makna kata taihen sebagai kata keterangan adalah pengungkapan sesuatu dengan bersungguh-sungguh dengan perasaan mendalam atau mencolok dan suatu hal yang tidak biasa atau di luar dugaan.
Berbeda dengan taihen sebagai kata sifat yang semuanya bernuansa negatif, taihen sebagai kata keterangan memiliki dua nuansa sekaligus baik positif maupun negatif, tergantung pada kata apa yang diterangkannya.
 .

Related Results

Tinjauan Sosiolinguistik Keigo dalam Manga de Manabu Nihongo Kaiwa Jutsu
Tinjauan Sosiolinguistik Keigo dalam Manga de Manabu Nihongo Kaiwa Jutsu
This paper discusses the use of Japanese keigo respectful types in terms of sociolinguistics. The purpose of this study was to determine the use of Japanese language respect in Nih...
UAS Kajian Buku Teks
UAS Kajian Buku Teks
Meurut saya, Peranan buku teks dalam pembelajaran IPS ialah sebagai sumber informasi, memberikan pertanyaan, memberi motivasi serta bisa menjadi penghubung pada mata pelajaran deng...
Pengaruh Sosialisasi Buku KIA Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Buku KIA
Pengaruh Sosialisasi Buku KIA Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Buku KIA
ABSTRACT The implementation of the MCH Handbook is still not optimal, there are still many mothers, families, health workers, and cadres who have not carried out the things that sh...
DATA MINING PENGOLAHAN PENEMPATAN LIBRARY BOOKS MENGGUNAKAN METODE ASSOCIATION RULE DENGAN ALGORITMA APRIORI
DATA MINING PENGOLAHAN PENEMPATAN LIBRARY BOOKS MENGGUNAKAN METODE ASSOCIATION RULE DENGAN ALGORITMA APRIORI
Banyak sekali ketidakteraturan dalam penempatan buku-buku di rak buku perpustakaan sehingga sering sekali menjadi masalah pada proses pelayanan yang ditimbulkan karena sulitnya mah...
MAKNA VERBA BAHASA JEPANG
MAKNA VERBA BAHASA JEPANG
Fenomena verba bahasa Jepang terdapat verba yang memiliki kemiripan makna, misalnya verba melihat, yang dalam bahasa Jepang adalah miru dan mikakeru. Pemakaian verba yang tepat men...
Aplikasi Pengelolaan Perpustakaan di SMPN 1 Cibeber
Aplikasi Pengelolaan Perpustakaan di SMPN 1 Cibeber
Perpustakaan SMPN 1 Cibeber merupakan unit penyedia fasilitas pengadaan dan peminjaman buku. Dalam pelaksanaan tugas pokoknya, terdapat kegiatan yaitu pendataan daftar buku, peminj...
Sistem rekomendasi buku menggunakan metode content-based filtering
Sistem rekomendasi buku menggunakan metode content-based filtering
Membaca buku adalah cara untuk memperoleh ilmu dan pemahaman yang luas. Meskipun informasi tentang buku kini telah banyak tersedia di internet, namun tidak dapat dipungkiri bahwa b...
Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat
Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat
Konsumsi kentang terus meningkat seiring meningkatnya penduduk, namun total produksinya mengalami penurunan pada tahun 2015, maka diperlukan usaha memperoleh varietas yang berprodu...

Back to Top