Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANEMIA DEFISIENSI BESI PADA PENDERITA PENYAKIT INFEKSI PARASIT

View through CrossRef
Anemia defisiensi besi (ADB) memengaruhi lebih dari dua miliar orang di seluruh dunia, dan sebagian besar dari mereka tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Di negara-negara ini, penyebab tambahan yang menyebabkan anemia, yaitu infeksi parasit seperti kecacingan, malaria, kekurangan zat gizi lainnya, penyakit kronis, hemoglobinopati, dan keracunan timbal. Di negara maju, kekurangan zat besi merupakan satu-satunya kekurangan mikronutrien yang sering terjadi. Di negara industri, ADB lebih sering terjadi pada bayi dengan usia lebih dari enam bulan, remaja wanita dengan pendarahan menstruasi yang berlebih, wanita usia subur, dan orang yang lebih tua. Populasi khusus lain yang berisiko ADB di negara maju adalah orang yang rutin donor darah, atlet ketahanan, dan vegetarian. Penelitian mengenai anemia defisiensi besi telah banyak dilakukan di Indonesia. Namun, dibutuhkan tinjauan sistematis lebih lanjut untuk menilai gambaran profil kesehatan anak-anak yang terpapar infeksi parasit di negara berpenghasilan rendah, dan untuk anak-anak yang secara genetik cenderung kekurangan zat besi. Artikel ini menelaah secara sistematis penelitian anemia defisiensi besi di Indonesia yang berkaitan dengan infeksi parasit dalam lima tahun terakhir. Dari tinjauan ini, dapat disimpulkan bahwa anemia defisiensi besi masih kerap terjadi pada pasien dengan infeksi parasit.
Title: ANEMIA DEFISIENSI BESI PADA PENDERITA PENYAKIT INFEKSI PARASIT
Description:
Anemia defisiensi besi (ADB) memengaruhi lebih dari dua miliar orang di seluruh dunia, dan sebagian besar dari mereka tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Di negara-negara ini, penyebab tambahan yang menyebabkan anemia, yaitu infeksi parasit seperti kecacingan, malaria, kekurangan zat gizi lainnya, penyakit kronis, hemoglobinopati, dan keracunan timbal.
Di negara maju, kekurangan zat besi merupakan satu-satunya kekurangan mikronutrien yang sering terjadi.
Di negara industri, ADB lebih sering terjadi pada bayi dengan usia lebih dari enam bulan, remaja wanita dengan pendarahan menstruasi yang berlebih, wanita usia subur, dan orang yang lebih tua.
Populasi khusus lain yang berisiko ADB di negara maju adalah orang yang rutin donor darah, atlet ketahanan, dan vegetarian.
Penelitian mengenai anemia defisiensi besi telah banyak dilakukan di Indonesia.
Namun, dibutuhkan tinjauan sistematis lebih lanjut untuk menilai gambaran profil kesehatan anak-anak yang terpapar infeksi parasit di negara berpenghasilan rendah, dan untuk anak-anak yang secara genetik cenderung kekurangan zat besi.
Artikel ini menelaah secara sistematis penelitian anemia defisiensi besi di Indonesia yang berkaitan dengan infeksi parasit dalam lima tahun terakhir.
Dari tinjauan ini, dapat disimpulkan bahwa anemia defisiensi besi masih kerap terjadi pada pasien dengan infeksi parasit.

Related Results

Keseimbangan Nutrisi dan Anemia Defisiensi Besi
Keseimbangan Nutrisi dan Anemia Defisiensi Besi
Anemia defisiensi besi merupakan anemia yang paling umum diderita oleh masyarakat di dunia terutama pada kelompok rentan seperti balita, anak-anak, ibu hamil dan menyusui, dan wani...
Hubungan Defisiensi Besi dengan Perilaku Anak Usia Sekolah di Kota Palembang
Hubungan Defisiensi Besi dengan Perilaku Anak Usia Sekolah di Kota Palembang
Latar belakang. Prevalensi defisiensi besi anak usia sekolah di Indonesia sebesar 47,2%. Defisiensi besimenyebabkan perkembangan dan fungsi saraf terganggu, termasuk timbulnya masa...
Gambaran Anemia, Defisiensi Zat Besi, dan Status Nutrisi pada Remaja Putri
Gambaran Anemia, Defisiensi Zat Besi, dan Status Nutrisi pada Remaja Putri
Latar Belakang: Anemia dan defisiensi zat besi merupakan masalah kesehatan yang signifikan pada remaja, terutama di negara berkembang. Masa remaja merupakan periode kritis dalam si...
Tracing Hematological Shifts in Pregnancy: How Anemia and Thrombocytopenia Evolve Across Trimesters
Tracing Hematological Shifts in Pregnancy: How Anemia and Thrombocytopenia Evolve Across Trimesters
Abstract Introduction Given pregnancy's significant impact on hematological parameters, monitoring these changes across trimesters is crucial. This study aims to evaluate hematolog...
makalah penyakit menular-vania-XMIA3
makalah penyakit menular-vania-XMIA3
BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang Setiap manusia pernah mengalami sakit.Penyakit yang diderita oleh setiap makhluk berbeda satu dan yang lainnya.Sakit merupakan suatu keadaan diman...
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
Kegiatan budidaya dengan sistem keramba jaring apung (KJA), merupakan inovasi yang diharapkan mampu meningkatkan efesiensi, efektivitas, dan kontrol terhadap ikan yang dibudidayaka...
PERBANDINGAN KADAR LOW DENSITY LIPOPROTEIN PADA PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER DENGAN PENDERITA NON-PENYAKIT JANTUNG KORONER
PERBANDINGAN KADAR LOW DENSITY LIPOPROTEIN PADA PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER DENGAN PENDERITA NON-PENYAKIT JANTUNG KORONER
Penyakit jantung koroner merupakan suatu penyakit yang diakibatkan tidak mencukupinya suplai darah dan oksigen pada lapisan miokardium jantung akibat penyempitan pembuluh darah kor...
DERAJAD EOSINOFILIA PADA PENDERITA INFEKSI SOIL-TRANSMITTED HELMINTH (STH)
DERAJAD EOSINOFILIA PADA PENDERITA INFEKSI SOIL-TRANSMITTED HELMINTH (STH)
Soil-Transmitted Helminth (STH) menginfeksi lebih dari satu milyar orang di seluruh dunia. Di Indonesia, prevalensi STH di beberapa tempat juga masih tinggi, ada diantaranya dengan...

Back to Top