Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

RITUAL KEMATIAN MA AYUN BAREH DI JORONG PETOK, PANTI SELATAN, PANTI, PASAMAN SUMATERA BARAT

View through CrossRef
ABSTRAKDi dalam masyarakat Jorong Petok terdapat suatu tradisi atau kebiasaan yang dilaksanakan ketika ada seseorang masyarakat yang meninggal dunia, yaitu Tradisi Ma Ayun Bareh. Tradisi ini biasanya dilaksanakan sebelum jenazah dimakamkan, akan tetapi boleh juga dilaksanakan ketika pada bilangan hari. Tidak ada ketetapan dalam waktu pelaksanaan, tergantung kepada ahli waris. Tradisi Ma Ayun Bareh ini diyakini oleh mayarakat sekitar sebagai sarana untuk membayar fidiyah orang yang maninggal dunia, baik itu fidiyah shalat maupun fidiyah puasa. Pada tahap pelaksanaan tidak semua masyarakat yang melaksanakan tradisi ini, dikarenkan tidak ada paksaan atau keharusan terhadap masyarakat setempat. Disebabkan tradisi ini hanya bersifat Sunnah.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dengan cara observasi, dan wawancara. Kemudian digunakan teknik analisis data seperti reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama tradisi ini bisa dipercayai dan diyakini oleh masyarakat Jorong Petok karena ajaran ini yang diajarkan oleh guru-gurunya, yang mana tradisi ini dalah suatu amalan yang membantu si mayat di dalam kubur. Kedua dari proses pelaksanaan, ma ayun barehi pada umumnya dilaksankan sebelum si mayat dimakamkan. Akan tetapi ada juga yang melaksanakannnya pada pelaksanaan hari bilangan. Ma ayun bareh ini dilaksanakan oleh tiga orang pelaku, yang pertama adalah seorang pemimpim pelaksana yang dinamakan dengan mursyid, dan dua orang lagi dinamakan dengan pelaksana. Pelaksana akan mendorong bareh semabri melafadzkan kalimat yang diucapkan dalam pelaksanaan. Mursyid bertugas sebagai menghitung dorongan secara lahiriyah, sedangkan secara bathiniah mursyid, berdoa kepada Allah SWT untuk diampuni segala dosa-dosa si mayat dengan cara merabithahkannya. Setelah pelaksanaan ini selesai, mursyid akan melaksanakan sholat hajat, dengan tujuan Allah mengampuni dosa-dosa si mayat dan diterimanya amal-amal baik si mayat. Ketiga fungsi ma ayun bareh bagi masyarakat Jorong Petok adalah membayar fidiah puasa dan fidiyah sholat si mayat. Fidiyah disini diartikan dengan penambahan atau perbaikan amalan yang tertinggalkan, agar si mayat dikuburkan dengan amal-amalan yang cukup. Kemudian fungsi dari ma ayun bareh ini adalah menjalin hubungan sosial antara masyarakat. Masyarakat yang kurang bercukupan akan terbantu dengan adanya ma ayun bareh ini. Kata kunci: Tradisi, Kematian, Maayun bareh
Title: RITUAL KEMATIAN MA AYUN BAREH DI JORONG PETOK, PANTI SELATAN, PANTI, PASAMAN SUMATERA BARAT
Description:
ABSTRAKDi dalam masyarakat Jorong Petok terdapat suatu tradisi atau kebiasaan yang dilaksanakan ketika ada seseorang masyarakat yang meninggal dunia, yaitu Tradisi Ma Ayun Bareh.
Tradisi ini biasanya dilaksanakan sebelum jenazah dimakamkan, akan tetapi boleh juga dilaksanakan ketika pada bilangan hari.
Tidak ada ketetapan dalam waktu pelaksanaan, tergantung kepada ahli waris.
Tradisi Ma Ayun Bareh ini diyakini oleh mayarakat sekitar sebagai sarana untuk membayar fidiyah orang yang maninggal dunia, baik itu fidiyah shalat maupun fidiyah puasa.
Pada tahap pelaksanaan tidak semua masyarakat yang melaksanakan tradisi ini, dikarenkan tidak ada paksaan atau keharusan terhadap masyarakat setempat.
Disebabkan tradisi ini hanya bersifat Sunnah.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif.
Data dikumpulkan dengan cara observasi, dan wawancara.
Kemudian digunakan teknik analisis data seperti reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama tradisi ini bisa dipercayai dan diyakini oleh masyarakat Jorong Petok karena ajaran ini yang diajarkan oleh guru-gurunya, yang mana tradisi ini dalah suatu amalan yang membantu si mayat di dalam kubur.
Kedua dari proses pelaksanaan, ma ayun barehi pada umumnya dilaksankan sebelum si mayat dimakamkan.
Akan tetapi ada juga yang melaksanakannnya pada pelaksanaan hari bilangan.
Ma ayun bareh ini dilaksanakan oleh tiga orang pelaku, yang pertama adalah seorang pemimpim pelaksana yang dinamakan dengan mursyid, dan dua orang lagi dinamakan dengan pelaksana.
Pelaksana akan mendorong bareh semabri melafadzkan kalimat yang diucapkan dalam pelaksanaan.
Mursyid bertugas sebagai menghitung dorongan secara lahiriyah, sedangkan secara bathiniah mursyid, berdoa kepada Allah SWT untuk diampuni segala dosa-dosa si mayat dengan cara merabithahkannya.
Setelah pelaksanaan ini selesai, mursyid akan melaksanakan sholat hajat, dengan tujuan Allah mengampuni dosa-dosa si mayat dan diterimanya amal-amal baik si mayat.
Ketiga fungsi ma ayun bareh bagi masyarakat Jorong Petok adalah membayar fidiah puasa dan fidiyah sholat si mayat.
Fidiyah disini diartikan dengan penambahan atau perbaikan amalan yang tertinggalkan, agar si mayat dikuburkan dengan amal-amalan yang cukup.
Kemudian fungsi dari ma ayun bareh ini adalah menjalin hubungan sosial antara masyarakat.
Masyarakat yang kurang bercukupan akan terbantu dengan adanya ma ayun bareh ini.
 Kata kunci: Tradisi, Kematian, Maayun bareh.

Related Results

BENTUK SENI PERTUNJUKAN RONGGENG PASAMAN DI KABUPATEN PASAMAN SUMATERA BARAT
BENTUK SENI PERTUNJUKAN RONGGENG PASAMAN DI KABUPATEN PASAMAN SUMATERA BARAT
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk seni pertunjukan Ronggeng Pasaman di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Ronggeng Pasaman merupakan seni pertunjukan  terdiri...
Jejak Diaspora Dalam Nada Kesenian Ronggeng Pasaman dan Rahasia Apropriasi Musik Global
Jejak Diaspora Dalam Nada Kesenian Ronggeng Pasaman dan Rahasia Apropriasi Musik Global
Ronggeng Pasaman is a traditional art form that holds significant cultural value and plays an important role in preserving the cultural identity of the Pasaman community. This stud...
Strategi Pemasaran Produk Gadai Emas Pada PT. Pegadaian Simpang Empat Pasaman Barat
Strategi Pemasaran Produk Gadai Emas Pada PT. Pegadaian Simpang Empat Pasaman Barat
The background of this research is in Jorong Simpang Empat, Pasaman District, West Pasaman Regency. The main problem in this study is related to the Marketing Strategy for Pawn Gol...
Sumatera Barat pasca PRRI: Mambangkik Batang Tarandam di Masa Pemerintahan Gubernur Azwar Anas tahun 1977-1988
Sumatera Barat pasca PRRI: Mambangkik Batang Tarandam di Masa Pemerintahan Gubernur Azwar Anas tahun 1977-1988
  Strategi Azwar Anas (1977-1988) dalam memimpin dan membangun daerah Provinsi Sumatera Barat di Era Orde Baru. Sentral permasalahnya adalah program Azwar Anas dalam membangu...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Pemetaan Komoditi Unggulan Sektor Pertanian di Provinsi Sumatera Barat
Pemetaan Komoditi Unggulan Sektor Pertanian di Provinsi Sumatera Barat
Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Kabupaten/Kota yang basis terhadap sektor pertanian di Provinsi Sumatera Barat serta mengetahui komoditi unggulan masing-masing Kabupaten/...
The Black Mass as Play: Dennis Wheatley's The Devil Rides Out
The Black Mass as Play: Dennis Wheatley's The Devil Rides Out
Literature—at least serious literature—is something that we work at. This is especially true within the academy. Literature departments are places where workers labour over texts c...

Back to Top