Javascript must be enabled to continue!
PENGEMBANGAN SUHU PAKAIAN ADAPTIF UNTUK KENYAMANAN TERMAL OPTIMAL
View through CrossRef
ABSTRAK
Perubahan iklim, urbanisasi, dan gaya hidup modern memunculkan kebutuhan akan pakaian adaptif suhu yang mampu menyesuaikan kenyamanan termal secara otomatis. Pakaian konvensional bersifat statis, sehingga tidak efektif menghadapi perubahan suhu lingkungan yang ekstrem dan cepat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan konsep pakaian adaptif suhu untuk kenyamanan termal optimal dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara pada tiga informan desainer dan pengguna pakaian adaptif di wilayah JABODETABEK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan terbaik adalah kombinasi bahan ringan dan bernapas seperti katun bambu atau wol merino dengan material Berubah Fase (PCM). Dari segi desain, pakaian perlu memiliki ventilasi tersembunyi, lapisan lepas-pasang, serta tetap mempertahankan estetika dan kenyamanan. Warna terang lebih disarankan untuk memantulkan panas, namun warna gelap tetap memungkinkan dengan teknologi yang mendukung. Tekstur yang halus, ringan, dan elastis dipilih untuk mendukung kenyamanan dan sirkulasi udara. Studi ini juga merujuk pada produk seperti UNIQLO HeatTech dan Columbia Omni-Heat sebagai referensi teknologi. Integrasi material cerdas, teknologi termoelektrik, dan sensor menjadi kunci pengembangan pakaian adaptif. Selain aspek teknis, kenyamanan psikologis dan estetika juga menjadi pertimbangan penting. Penelitian merekomendasikan pembuatan prototipe nyata, eksplorasi material lokal ramah lingkungan, kolaborasi multidisiplin, serta pengujian standar kenyamanan termal. Temuan ini diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan pakaian adaptif yang aplikatif, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan gaya hidup modern.
Kata kunci : Desain fungsional; Kenyamanan termal; Material cerdas; Pakaian adaptif suhu; PCM; Tekstil termoelektrik.
ABSTRACT
Climate change, urbanization, and modern lifestyles have created a demand for adaptive thermal clothing that can automatically adjust body temperature comfort. Conventional clothing is static and ineffective against rapid environmental temperature changes. This study aims to develop adaptive thermal clothing for optimal comfort using a descriptive qualitative method through interviews with three designers and adaptive clothing users in the JABODETABEK area. The results indicate that the ideal material combines breathable, lightweight fabrics such as bamboo cotton or merino wool with Phase Change Materials (PCM). The design should include hidden ventilation, removable layers, and maintain aesthetics and comfort. Light colors are preferred for heat reflection, although dark colors are acceptable with advanced technology. The recommended texture is soft, lightweight, and elastic to enhance comfort and air circulation. This study also references products like UNIQLO HeatTech and Columbia Omni-Heat as technological benchmarks. The integration of smart materials, thermoelectric technology, and sensors is essential. Psychological comfort and aesthetics are equally important. The study recommends prototype development, local eco-friendly materials, multidisciplinary collaboration, and standardized thermal comfort testing. These findings are expected to support the development of practical and sustainable adaptive clothing for modern lifestyles.
Keywords : Functional design; Thermal comfort; Smart materials; Adaptive thermal clothing; PCM; Thermoelectric textiles.
Title: PENGEMBANGAN SUHU PAKAIAN ADAPTIF UNTUK KENYAMANAN TERMAL OPTIMAL
Description:
ABSTRAK
Perubahan iklim, urbanisasi, dan gaya hidup modern memunculkan kebutuhan akan pakaian adaptif suhu yang mampu menyesuaikan kenyamanan termal secara otomatis.
Pakaian konvensional bersifat statis, sehingga tidak efektif menghadapi perubahan suhu lingkungan yang ekstrem dan cepat.
Penelitian ini bertujuan mengembangkan konsep pakaian adaptif suhu untuk kenyamanan termal optimal dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara pada tiga informan desainer dan pengguna pakaian adaptif di wilayah JABODETABEK.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan terbaik adalah kombinasi bahan ringan dan bernapas seperti katun bambu atau wol merino dengan material Berubah Fase (PCM).
Dari segi desain, pakaian perlu memiliki ventilasi tersembunyi, lapisan lepas-pasang, serta tetap mempertahankan estetika dan kenyamanan.
Warna terang lebih disarankan untuk memantulkan panas, namun warna gelap tetap memungkinkan dengan teknologi yang mendukung.
Tekstur yang halus, ringan, dan elastis dipilih untuk mendukung kenyamanan dan sirkulasi udara.
Studi ini juga merujuk pada produk seperti UNIQLO HeatTech dan Columbia Omni-Heat sebagai referensi teknologi.
Integrasi material cerdas, teknologi termoelektrik, dan sensor menjadi kunci pengembangan pakaian adaptif.
Selain aspek teknis, kenyamanan psikologis dan estetika juga menjadi pertimbangan penting.
Penelitian merekomendasikan pembuatan prototipe nyata, eksplorasi material lokal ramah lingkungan, kolaborasi multidisiplin, serta pengujian standar kenyamanan termal.
Temuan ini diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan pakaian adaptif yang aplikatif, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan gaya hidup modern.
Kata kunci : Desain fungsional; Kenyamanan termal; Material cerdas; Pakaian adaptif suhu; PCM; Tekstil termoelektrik.
ABSTRACT
Climate change, urbanization, and modern lifestyles have created a demand for adaptive thermal clothing that can automatically adjust body temperature comfort.
Conventional clothing is static and ineffective against rapid environmental temperature changes.
This study aims to develop adaptive thermal clothing for optimal comfort using a descriptive qualitative method through interviews with three designers and adaptive clothing users in the JABODETABEK area.
The results indicate that the ideal material combines breathable, lightweight fabrics such as bamboo cotton or merino wool with Phase Change Materials (PCM).
The design should include hidden ventilation, removable layers, and maintain aesthetics and comfort.
Light colors are preferred for heat reflection, although dark colors are acceptable with advanced technology.
The recommended texture is soft, lightweight, and elastic to enhance comfort and air circulation.
This study also references products like UNIQLO HeatTech and Columbia Omni-Heat as technological benchmarks.
The integration of smart materials, thermoelectric technology, and sensors is essential.
Psychological comfort and aesthetics are equally important.
The study recommends prototype development, local eco-friendly materials, multidisciplinary collaboration, and standardized thermal comfort testing.
These findings are expected to support the development of practical and sustainable adaptive clothing for modern lifestyles.
Keywords : Functional design; Thermal comfort; Smart materials; Adaptive thermal clothing; PCM; Thermoelectric textiles.
Related Results
IDENTIFIKASI FAKTOR LINGKUNGAN KENYAMANAN TERMAL PADA RUANG AULA DI GEDUNG RUANG KREATIF AHMAD DJUHARA CIREBON
IDENTIFIKASI FAKTOR LINGKUNGAN KENYAMANAN TERMAL PADA RUANG AULA DI GEDUNG RUANG KREATIF AHMAD DJUHARA CIREBON
Ruang Kreatif Ahmad Djuhara merupakan gedung pre-fungsi dari bangunan rumah dinas Keresidenan Cirebon, dan sekarang menjadi gedung kreatif untuk berkumpulnya generasi muda di wilay...
ANALISIS KENYAMANAN TERMAL TERHADAP RUMAH TRADISIONAL ACEH
ANALISIS KENYAMANAN TERMAL TERHADAP RUMAH TRADISIONAL ACEH
Rumah merupakan salah satu tempat ternyaman yang ingin ditinggal oleh penggunanya, karena rumah merupakan tempat peristirahatan setelah melakukan kegiatan di luar rumah. Maka pengg...
STRATEGI KENYAMANAN TERMAL MASJID AL-KAUTSAR KERTONATAN, KARTASURA, SUKOHARJO
STRATEGI KENYAMANAN TERMAL MASJID AL-KAUTSAR KERTONATAN, KARTASURA, SUKOHARJO
Iklim tropis lembab di Indonesia menyebabkan rendahnya kecepatan angin, serta kelembapan dan suhu udara yang tinggi. Kelembapan tinggi menyebabkan sirkulasi udara tidak lancar dan ...
Evaluasi Kenyamanan Termal Perpustakaan Wilayah Provinsi Aceh
Evaluasi Kenyamanan Termal Perpustakaan Wilayah Provinsi Aceh
Perpustakaan Wilayah Provinsi Aceh, sebagai salah satu perpustakaan terbesar di Aceh, memerlukan evaluasi kenyamanan termal. Pengguna cenderung menghindari untuk duduk di tempat ya...
Peningkatan Kenyamanan Termal Taman Kota Melalui Model Taman Air Berarsitektur Tradisonal
Peningkatan Kenyamanan Termal Taman Kota Melalui Model Taman Air Berarsitektur Tradisonal
Kenyamanan termal menjadi aspek penting dalam perancangan ruang luar seperti taman kota. Taman air tradisional Bali memiliki potensi untuk meningkatkan kenyamanan termal melalui pe...
REVIEW: EFEK TEKNOLOGI PENGOLAHAN TERMAL DAN NON-TERMAL TERHADAP ALPUKAT (Persea americana)
REVIEW: EFEK TEKNOLOGI PENGOLAHAN TERMAL DAN NON-TERMAL TERHADAP ALPUKAT (Persea americana)
Alpukat (Persea americana) memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan harga jual yang relatif tinggi, tetapi umur simpannya terbatas akibat aktivitas mikrobiologis dan enzimatis. ...
KENYAMANAN TERMAL SELAMA PERSALINAN
KENYAMANAN TERMAL SELAMA PERSALINAN
Persalinan adalah waktu yang sangat berharga bagi seorang perempuan. Kualitas yang diberikan oleh penyedia layanan kesehatan bagi ibu bersalin, harus sangat diperhatikan. Salah sat...
LOCAL WISDOM ARSITEKTUR TRADISIONAL DAN KENYAMANAN TERMAL TROPIS
LOCAL WISDOM ARSITEKTUR TRADISIONAL DAN KENYAMANAN TERMAL TROPIS
Abstract: Thermal in buildings are always interesting to discuss, especially in tropical climate countries, more in related to the traditional architecture that many are around us ...

