Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pemberdayaan Kader Posyandu Melalui Pemanfaatan Media Flashcard dan Animasi di Kampung Lio, Depok

View through CrossRef
Stunting is a serious public health problem characterized by stunted physical growth of children due to chronic malnutrition, especially during the first 1,000 days of life in the womb. Various efforts are often made to prevent stunting, especially in Lio Village, Depok City. This community service aims to provide education to pregnant women and mothers with toddlers to understand and anticipate stunting in children. The partners for this community activity are Posyandu cadres Kangaroo A and Kangaroo B, Kampung Lio, Depok. The result of this community activity was that 95% of participants understood the importance of preventing stunting for pregnant women and toddlers. Through flashcard media and Augmented Reality-based animation, participants are given insight into the physical condition of pregnant women and children who are indicated to be stunted. Augmented Reality technology can provide a  3-dimensional depiction of this condition. Anyone can access this media at any time via each participant’s smartphone. The results of a survey conducted after the activity stated that this program greatly helped 95% of pregnant women and mothers with toddlers. This activity also encourages active participation from posyandu districts and the community in building solidarity and overcoming the stunting problem together. Strengthening access to health services and support for children who need adequate nutrition can help reduce stunting rates and improve long-term quality of life. Overall, these community activities not only focus on individual health but also strengthen the social and economic structure of the community, creating a better environment for the growth and development of future generations. Keywords - Animation, Augmented Reality, Flashcard, Stunting Abstrak Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius yang ditandai dengan pertumbuhan fisik anak yang terhambat akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam periode 1.000 hari pertama kehidupan sejak dalam kandungan. Berbagai upaya dilakukan dalam melakukan pencegahan stunting kerap dilakukan terutama di Kampung Lio, Kota Depok. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki balita untuk paham dan mengantisipasi stunting pada anak. Mitra Kegiatan masyarakat ini adalah kader posyandu Kangguru A dan Kangguru B Kampung Lio, Depok. Hasil kegiatan masyarakat ini adalah 95% peserta paham pentingnya pencegahan stunting bagi ibu hamil dan balita. Melalui media flashcard dan animasi berbasis Augmented Reality peserta diberikakan wawasan terkait kondisi fisik ibu hamil dan anak yang terindikasi stunting. Teknologi Augmented Reality mampu memberikan gambaran 3 Dimensi dari kondisi ini. Media ini bisa diakses oleh siapa saja dan kapan saja melalui smartphone masing-masing peserta. Kegiatan ini juga mendorong partisipasi aktif dari kdaer posyandu maupun masyarakat dalam membangun solidaritas dan mengatasi masalah stunting secara bersama-sama. Penguatan akses terhadap layanan kesehatan dan dukungan bagi anak-anak yang membutuhkan gizi yang cukup dapat membantu mengurangi angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup jangka panjang. Secara keseluruhan, kegiatan masyarakat ini tidak hanya berfokus pada kesehatan individu, tetapi juga memperkuat struktur sosial dan ekonomi komunitas, menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk pertumbuhan dan perkembangan generasi mendatang. Kata kunci - Animasi, Augmented Reality, Flashcard, Stunting
Title: Pemberdayaan Kader Posyandu Melalui Pemanfaatan Media Flashcard dan Animasi di Kampung Lio, Depok
Description:
Stunting is a serious public health problem characterized by stunted physical growth of children due to chronic malnutrition, especially during the first 1,000 days of life in the womb.
Various efforts are often made to prevent stunting, especially in Lio Village, Depok City.
This community service aims to provide education to pregnant women and mothers with toddlers to understand and anticipate stunting in children.
The partners for this community activity are Posyandu cadres Kangaroo A and Kangaroo B, Kampung Lio, Depok.
The result of this community activity was that 95% of participants understood the importance of preventing stunting for pregnant women and toddlers.
Through flashcard media and Augmented Reality-based animation, participants are given insight into the physical condition of pregnant women and children who are indicated to be stunted.
Augmented Reality technology can provide a  3-dimensional depiction of this condition.
Anyone can access this media at any time via each participant’s smartphone.
The results of a survey conducted after the activity stated that this program greatly helped 95% of pregnant women and mothers with toddlers.
This activity also encourages active participation from posyandu districts and the community in building solidarity and overcoming the stunting problem together.
Strengthening access to health services and support for children who need adequate nutrition can help reduce stunting rates and improve long-term quality of life.
Overall, these community activities not only focus on individual health but also strengthen the social and economic structure of the community, creating a better environment for the growth and development of future generations.
Keywords - Animation, Augmented Reality, Flashcard, Stunting Abstrak Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius yang ditandai dengan pertumbuhan fisik anak yang terhambat akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam periode 1.
000 hari pertama kehidupan sejak dalam kandungan.
Berbagai upaya dilakukan dalam melakukan pencegahan stunting kerap dilakukan terutama di Kampung Lio, Kota Depok.
Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki balita untuk paham dan mengantisipasi stunting pada anak.
Mitra Kegiatan masyarakat ini adalah kader posyandu Kangguru A dan Kangguru B Kampung Lio, Depok.
Hasil kegiatan masyarakat ini adalah 95% peserta paham pentingnya pencegahan stunting bagi ibu hamil dan balita.
Melalui media flashcard dan animasi berbasis Augmented Reality peserta diberikakan wawasan terkait kondisi fisik ibu hamil dan anak yang terindikasi stunting.
Teknologi Augmented Reality mampu memberikan gambaran 3 Dimensi dari kondisi ini.
Media ini bisa diakses oleh siapa saja dan kapan saja melalui smartphone masing-masing peserta.
Kegiatan ini juga mendorong partisipasi aktif dari kdaer posyandu maupun masyarakat dalam membangun solidaritas dan mengatasi masalah stunting secara bersama-sama.
Penguatan akses terhadap layanan kesehatan dan dukungan bagi anak-anak yang membutuhkan gizi yang cukup dapat membantu mengurangi angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup jangka panjang.
Secara keseluruhan, kegiatan masyarakat ini tidak hanya berfokus pada kesehatan individu, tetapi juga memperkuat struktur sosial dan ekonomi komunitas, menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk pertumbuhan dan perkembangan generasi mendatang.
Kata kunci - Animasi, Augmented Reality, Flashcard, Stunting.

Related Results

On Flores Island, do "ape-men" still exist? https://www.sapiens.org/biology/flores-island-ape-men/
On Flores Island, do "ape-men" still exist? https://www.sapiens.org/biology/flores-island-ape-men/
<span style="font-size:11pt"><span style="background:#f9f9f4"><span style="line-height:normal"><span style="font-family:Calibri,sans-serif"><b><spa...
GAMBARAN KARAKTERISTIK KADER POSYANDU DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2012
GAMBARAN KARAKTERISTIK KADER POSYANDU DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2012
Cakupan D/S sebesar 39,20 %, cakupan K/S 100 %, dan  cakupan N/S 26,47 % . Pencapaian indikator Posyandu di Desa Singaparna tidak terlepas dari peran kader posyandu yang ada di des...
Pemberdayaan kader posyandu dalam deteksi dini stres dan depresi pasca persalinan
Pemberdayaan kader posyandu dalam deteksi dini stres dan depresi pasca persalinan
Background: Postpartum maternal mental health is a crucial aspect of maternal and child well-being. Postpartum depression (PPD) can occur in women after childbirth. Comprehensive m...
Frequency Of Toddler’S Visit To Posyandu And Nutritional Status Of Toddlers (BW/A, BH/A, BW/BH)
Frequency Of Toddler’S Visit To Posyandu And Nutritional Status Of Toddlers (BW/A, BH/A, BW/BH)
Latar belakang: Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) pada Tahun 2018 prevalensi balita underweight di Kabupaten Way Kanan sebesar 19,57%. Kunjungan balita ke Posyand...
HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN PELATIHAN DENGAN KINERJA KADER DI POSYANDU JAMBUKULON KLATEN
HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN PELATIHAN DENGAN KINERJA KADER DI POSYANDU JAMBUKULON KLATEN
Posyandu bertugas membantu kepala desa dalam peningkatan pelayanan Kesehatan Masyarakat desa. Kader sebagai tangan panjang tenaga kesehatan di masyarakat memiliki peran yang pentin...
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
The pattern of community activities in Tasikmalaya, Kampung Naga can be identified as a cultural transformation that exists in the neighborhood of the traditional house and can be ...
RANCANG BANGUN WEBSITE POSYANDU ONLINE KEMBANG SETAMAN KOTA BOGOR
RANCANG BANGUN WEBSITE POSYANDU ONLINE KEMBANG SETAMAN KOTA BOGOR
Posyandu adalah salah satu kegiatan kesehatan dasar berbasis masyarakat yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan dan anggota posyand...
KINERJA KADER KESEHATAN DALAM PELAKSANAAN POSYANDU DI KABUPATEN KUDUS
KINERJA KADER KESEHATAN DALAM PELAKSANAAN POSYANDU DI KABUPATEN KUDUS
Kader kesehatan merupakan ujung tombak pelaksanaan Posyandu di masyarakat. Kader kesehatan mempunyai tugas untuk mengelola pelaksanaan Posyandu, mulai dari persiapan, pelaksanaan d...

Back to Top