Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Temperatur Cetakan terhadap Kualitas Produk Komposit Aluminium - Multiwall Karbon Nanotube yang Dipabrikasi dengan Proses Stir Casting

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan menyelidiki pengaruh temperatur cetakan terhadap kualitas produk komposit aluminium – multiwall karbon nanotube yang dipabrikasi dengan methode liquid state processing (stir casting). Komposisi campuran aluminium dengan multiwall karbon nanotube adalah 98:2 persen berat. Proses peleburan bahan komposit menggunakan rangkaian pemanas induksi. Temperatur peleburan dipertahankan pada 700 oC selama 10 menit dan kecepatan pengaduk (stirrer) 200 rpm. Leburan komposit dituangkan pada cetakan logam (steel) berbentuk silinder dengan temperatur cetakan bervariasi, 25, 50, 75, 100, 125, dan 150 oC. Hasil produk komposit pada awalnya diamati secara visual, untuk selanjutnya dilakukan beberapa pengujian, antara lain : uji densitas, porositas, dan kekerasan komposit di Lab Metalurgi Jurusan Teknik Mesin Universitas Udayana, dan morfologi/struktur mikro menggunakan  alat uji SEM-EDS  di Lab. SEM Teknik Mesin  ITS. Dari pengamatan diperoleh beberapa kesimpulan, antara lain : semakin tinggi temperatur cetakan, massa jenis komposit aluminium – multiwall karbon nanotube semakin meningkat, namun porositasnya semakin menurun. Sementara semakin tinggi temperatur cetakan, kekerasan komposit aluminium – multiwall karbon nanotube semakin meningkat.
Title: Pengaruh Temperatur Cetakan terhadap Kualitas Produk Komposit Aluminium - Multiwall Karbon Nanotube yang Dipabrikasi dengan Proses Stir Casting
Description:
Penelitian ini bertujuan menyelidiki pengaruh temperatur cetakan terhadap kualitas produk komposit aluminium – multiwall karbon nanotube yang dipabrikasi dengan methode liquid state processing (stir casting).
Komposisi campuran aluminium dengan multiwall karbon nanotube adalah 98:2 persen berat.
Proses peleburan bahan komposit menggunakan rangkaian pemanas induksi.
Temperatur peleburan dipertahankan pada 700 oC selama 10 menit dan kecepatan pengaduk (stirrer) 200 rpm.
Leburan komposit dituangkan pada cetakan logam (steel) berbentuk silinder dengan temperatur cetakan bervariasi, 25, 50, 75, 100, 125, dan 150 oC.
Hasil produk komposit pada awalnya diamati secara visual, untuk selanjutnya dilakukan beberapa pengujian, antara lain : uji densitas, porositas, dan kekerasan komposit di Lab Metalurgi Jurusan Teknik Mesin Universitas Udayana, dan morfologi/struktur mikro menggunakan  alat uji SEM-EDS  di Lab.
SEM Teknik Mesin  ITS.
Dari pengamatan diperoleh beberapa kesimpulan, antara lain : semakin tinggi temperatur cetakan, massa jenis komposit aluminium – multiwall karbon nanotube semakin meningkat, namun porositasnya semakin menurun.
Sementara semakin tinggi temperatur cetakan, kekerasan komposit aluminium – multiwall karbon nanotube semakin meningkat.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
ANALISIS KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT TAPIS KELAPA DENGAN VARIASI WAKTU CURING PADA PENGUJIAN IMPAK
ANALISIS KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT TAPIS KELAPA DENGAN VARIASI WAKTU CURING PADA PENGUJIAN IMPAK
Kemajuan dalam bidang industri sudah sangat mengalami kemajuan yang sangat pesat. Salah satu bidang yang mengalami perkembangan itu adalah bahan Komposit sebagai bahan material. Ha...
Pemanfaatan Limbah Masker Nonmedis sebagai Bahan Baku Pembuatan Komposit dengan Matrik Resin Poliester
Pemanfaatan Limbah Masker Nonmedis sebagai Bahan Baku Pembuatan Komposit dengan Matrik Resin Poliester
Sejak 2019 di Wuhan, China mewabah virus corona virus desease (Covid-19). Hal ini tidak hanya menimbulkan masalah kesehatan, tetapi masalah lingkungan dengan munculnya timbulan lim...
MATERIAL KOMPOSIT LAMINASI SERAT KARBON-NYLON DENGAN ADDITIVE ALUMINUM POWDER UNTUK BODY LORI
MATERIAL KOMPOSIT LAMINASI SERAT KARBON-NYLON DENGAN ADDITIVE ALUMINUM POWDER UNTUK BODY LORI
Dalam proses perawatan prasarana perkeretaapian, dibutuhkan alat transportasi yang mampu mempercepat proses perawatan, efisiensi waktu, dan proses yang mudah dalam pengoperasian. L...
KARAKTERISASI BAMBU LAMINASI SEBAGAI BAHAN PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN
KARAKTERISASI BAMBU LAMINASI SEBAGAI BAHAN PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN
Penggunaan bambu dibidang konstruksi sampai saat ini masih sangat terbatas dan hanya digunakan pada struktur ringan. Pengembangan penggunaan bambu dibidang struktur, khususnya dibi...
Sifat Mekanik Komposit Polipropilena Berpenguat Serat Sansevieria Unidirectional
Sifat Mekanik Komposit Polipropilena Berpenguat Serat Sansevieria Unidirectional
Serat hayati merupakan bahan yang saat ini sedang banyak dikembangkan sebagai penguat material komposit bermatriks polimer. Penggunaan serat hayati sebagai penguat pada suatu kompo...

Back to Top