Javascript must be enabled to continue!
Redesign User Interface Dan User Experience Aplikasi Wisata Purwakarta Berbasis Mobile Menggunakan Metode User Centered Design (UCD)
View through CrossRef
Aplikasi Purwakarta adalah aplikasi yang dapat memberi kemudahan bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Purwakarta. Berdasarkan observasi terhadap fitur yang ada pada aplikasi Wisata Purwakarta dan pada ulasan di Play Store dan wawancara terhadap 5 orang pengguna aplikasi Wisata Purwakarta, ditemukan bahwa terdapat masalah di aspek UI dan UX pada aplikasi mobile Wisata Purwakarta. UI pada aplikasi Wisata Purwakarta memiliki masalah seperti penggunaan layout, typography, dan icon yang kurang cocok dengan konten yang disuguhkan. Penelitian ini menerapkan metode user centered design ini dikenal sebagai suatu proses berpikir komprehensif yang berkonsentrasi untuk menciptakan solusi yang diawali dengan proses understand context of use terhadap suatu kebutuhan tertentu yang berpusat pada manusia (user centered) menuju suatu inovasi berkelanjutan berdasarkan kebutuhan penggunanya. Metode ini memiliki 4 tahapan yaitu Understand Context of Use, Specify User Requirements, Design Solutions dan Evaluate Against Requirements Untuk melakukan pengujian atau test peneliti melakukan pengujian system usability scale. Hasil dari penelitian itu menghasilkan prototype aplikasi Wisata Purwakarta yang sudah di redesign. Berdasarkan pengujian prototype menggunakan metode System Usability Scale (SUS), rata rata nilai sus yang didapatkan sebesar 80,1. Dapat disimpulkan redesign aplikasi Wisata Purwakarta sudah dapat diterima karena memenuhi kategori acceptable.
Asosiasi Riset Ilmu Manajemen dan Bisnis Indonesia
Title: Redesign User Interface Dan User Experience Aplikasi Wisata Purwakarta Berbasis Mobile Menggunakan Metode User Centered Design (UCD)
Description:
Aplikasi Purwakarta adalah aplikasi yang dapat memberi kemudahan bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Purwakarta.
Berdasarkan observasi terhadap fitur yang ada pada aplikasi Wisata Purwakarta dan pada ulasan di Play Store dan wawancara terhadap 5 orang pengguna aplikasi Wisata Purwakarta, ditemukan bahwa terdapat masalah di aspek UI dan UX pada aplikasi mobile Wisata Purwakarta.
UI pada aplikasi Wisata Purwakarta memiliki masalah seperti penggunaan layout, typography, dan icon yang kurang cocok dengan konten yang disuguhkan.
Penelitian ini menerapkan metode user centered design ini dikenal sebagai suatu proses berpikir komprehensif yang berkonsentrasi untuk menciptakan solusi yang diawali dengan proses understand context of use terhadap suatu kebutuhan tertentu yang berpusat pada manusia (user centered) menuju suatu inovasi berkelanjutan berdasarkan kebutuhan penggunanya.
Metode ini memiliki 4 tahapan yaitu Understand Context of Use, Specify User Requirements, Design Solutions dan Evaluate Against Requirements Untuk melakukan pengujian atau test peneliti melakukan pengujian system usability scale.
Hasil dari penelitian itu menghasilkan prototype aplikasi Wisata Purwakarta yang sudah di redesign.
Berdasarkan pengujian prototype menggunakan metode System Usability Scale (SUS), rata rata nilai sus yang didapatkan sebesar 80,1.
Dapat disimpulkan redesign aplikasi Wisata Purwakarta sudah dapat diterima karena memenuhi kategori acceptable.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Abstrak. Urgensi dari Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah menyelesaikan masalah prioritas Kelompok Pemandu Wisata Karst Rammang-Rammang (mitra) yang: (1) masih fokus...
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Kapasitas pelaku desa wisata di Indonesia umumnya masih rendah terutama para pelaku wisata di desa wisata. Rendahnya kapasitas tersebut dapat dilihat dari pelaku desa wisata yang b...
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
<p class="Abstract">Wisata Alam Colo merupakan salah satu tempat wisata yang berkembang di Kabupaten Kudus. Wisata alam ini mempunyai daya tarik baik dari segi fisik alam mau...
Prioritas Pengembangan Objek Wisata Bono berbasis Partisipasi Masyarakat dengan Pendekatan Analisis SOAR
Prioritas Pengembangan Objek Wisata Bono berbasis Partisipasi Masyarakat dengan Pendekatan Analisis SOAR
Pengembangan potensi pariwisata yang dilakukan oleh pemerintah memerlukan dukungan masyarakat dalam mempromosikan dan terlibat secara aktif. Potensi besar pariwisata yang ada di Ka...
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
Kabupaten Lumajang memiliki sejumlah objek wisata yang relatif lengkap, mulai dari objek wisata alam (wisata tirta, hutan wisata, serta panorama alam), objek wisata buatan (taman r...
ARAHAN PENATAAN KAMPUNG TRADISIONAL WISATA BATIK KAUMAN SURAKARTA
ARAHAN PENATAAN KAMPUNG TRADISIONAL WISATA BATIK KAUMAN SURAKARTA
ABSTRACT Kampung Wisata Batik Kauman Surakarta is a village that grows among the villages in Java. The term Pakauman given by Keraton means the dwellings of 'kaum' or ulama. Kampun...
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
Wisata Bongan saat ini tengah dikembangkan untuk menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Desa wisata ini memiliki beragam potensi wisata, baik itu ...

