Javascript must be enabled to continue!
Karya Karawitan Eksperimental “Marebu Agung”
View through CrossRef
Karya karawitan eksperimental “Marebu Agung” adalah komposisi yang terinspirasi dari upacara ngerebong di Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur, Kota Denpasar. Ketertarikan pencipta terhadap aspek yang ada pada upacara ngerebong seperti aspek ritual melalui tahapan upacara dan aspek musikal melalui instrumen atau barungan gamelan yang mengiringi upacara, mendorong pencipta untuk mewujudkannya dalam karya seni eksperimental. Dalam hal ini, pencipta ingin mentransformasi upacara ngerebong ke dalam bentuk karya karawitan eksperimental dengan memadukan aspek musikal yang ada pada upacara ngerebong, yaitu motif ancag-ancagan atau leluangan pada Gong Kebyar dan motif batel, bapang, kale pada Baleganjur Bebarongan. Marebu berarti menetralisir sedangkan agung yang berarti alam, jadi marebu agung berarti menetralisir atau menyucikan alam dan dalam hal ini adalah upacara ngerebong itu sendiri yang dilaksanakan dengan tujuan menyucikan alam Kesiman. Ada tiga rumusan masalah yang menjadi fokus penciptaan karya ini, yaitu bagaimana proses penciptaan, bentuk dan estetika. Metode yang digunakan pada proses penciptaan adalah Panca Stithi Ngawi Sani dari I Wayan Dibia dan terdiri dari ngawirasa, ngewacak, ngerencana, ngawangun, ngebah. Teori yang digunakan pada penciptaan karya adalah teori kreativitas, teori estetika dan teori transformasi. Karya bernuansa magis serta menonjolkan pengolahan pola yang didasari atas penggabungan dua motif karawitan pada upacara ngerebong. Struktur karya ini adalah tahapan upacara ngerebong dan menggunakan beberapa instrumen Gamelan Semaradana serta Baleganjur Bebarongan sebagai media ungkap karya.
Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar
Title: Karya Karawitan Eksperimental “Marebu Agung”
Description:
Karya karawitan eksperimental “Marebu Agung” adalah komposisi yang terinspirasi dari upacara ngerebong di Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur, Kota Denpasar.
Ketertarikan pencipta terhadap aspek yang ada pada upacara ngerebong seperti aspek ritual melalui tahapan upacara dan aspek musikal melalui instrumen atau barungan gamelan yang mengiringi upacara, mendorong pencipta untuk mewujudkannya dalam karya seni eksperimental.
Dalam hal ini, pencipta ingin mentransformasi upacara ngerebong ke dalam bentuk karya karawitan eksperimental dengan memadukan aspek musikal yang ada pada upacara ngerebong, yaitu motif ancag-ancagan atau leluangan pada Gong Kebyar dan motif batel, bapang, kale pada Baleganjur Bebarongan.
Marebu berarti menetralisir sedangkan agung yang berarti alam, jadi marebu agung berarti menetralisir atau menyucikan alam dan dalam hal ini adalah upacara ngerebong itu sendiri yang dilaksanakan dengan tujuan menyucikan alam Kesiman.
Ada tiga rumusan masalah yang menjadi fokus penciptaan karya ini, yaitu bagaimana proses penciptaan, bentuk dan estetika.
Metode yang digunakan pada proses penciptaan adalah Panca Stithi Ngawi Sani dari I Wayan Dibia dan terdiri dari ngawirasa, ngewacak, ngerencana, ngawangun, ngebah.
Teori yang digunakan pada penciptaan karya adalah teori kreativitas, teori estetika dan teori transformasi.
Karya bernuansa magis serta menonjolkan pengolahan pola yang didasari atas penggabungan dua motif karawitan pada upacara ngerebong.
Struktur karya ini adalah tahapan upacara ngerebong dan menggunakan beberapa instrumen Gamelan Semaradana serta Baleganjur Bebarongan sebagai media ungkap karya.
Related Results
Eksistensi Karawitan Putri Di Kota Budaya (Studi Kasus Karawitan Sekar Praja Putri, Pemerintah Kota Surakarta)
Eksistensi Karawitan Putri Di Kota Budaya (Studi Kasus Karawitan Sekar Praja Putri, Pemerintah Kota Surakarta)
ABSTRAKKarawitan adalah bagian dari hidup oleh masyarakat Solo. Kondisi psykologis masyarakat Solo juga mempengaruhi berkembangnya karawitan di kota budaya. Salah satunya fenomena ...
AKULTURASI BUDAYA DAN IDENTITAS SOSIAL DALAM GENDING JAWA KONTEMPORER KREASI SENIMAN KARAWITAN DI SURAKARTA
AKULTURASI BUDAYA DAN IDENTITAS SOSIAL DALAM GENDING JAWA KONTEMPORER KREASI SENIMAN KARAWITAN DI SURAKARTA
<div class="Section0"><p><em>Javanese karawitan music is a part of Javanese community cultural. Globalization, and time and technology development lead to cultura...
Integrasi Seni Karawitan ke dalam Kurikulum Pendidikan Seni
Integrasi Seni Karawitan ke dalam Kurikulum Pendidikan Seni
Traditional arts education, such as Karawitan, plays an important role in building cultural identity and social skills among students amidst the forces of globalization. Karawitan,...
Iringan Karawitan Pergelaran Wayang Golek Menak Yogyakarta Versi Ki Sukarno
Iringan Karawitan Pergelaran Wayang Golek Menak Yogyakarta Versi Ki Sukarno
This article aims to describe the musical accompaniment in the Menak Sukarno Golek Golek performance by Ki Sukarno. Musicology analysis is done using karawitan to reveal the struct...
KEHIDUPAN KARAWITAN KELOMPOK MARGO LARAS DI DESA MARGOMULYO KECAMATANTAYU KABUPATEN PATI
KEHIDUPAN KARAWITAN KELOMPOK MARGO LARAS DI DESA MARGOMULYO KECAMATANTAYU KABUPATEN PATI
Kelompok karawitan Margo Laras merupakan kelompok karawitan yang terkenal di Kabupaten Pati dan sekitarnya. Profesionalitas kelompok karawitan Margo Laras Pati terbangun oleh banya...
MUSEUM SENI KARAWITAN BALI DI GIANYAR
MUSEUM SENI KARAWITAN BALI DI GIANYAR
Seni karawitan adalah seni suara yang disajikan menggunakan sistem notasi, warna suara, ritem yang memiliki fungsi dan sifat nada mempunyai aturan dalam sajian instrumental dan vok...
Introduction to “Achromatic” Karawitan Artwork | Pengantar Karya Seni Karawitan “Achromatic”
Introduction to “Achromatic” Karawitan Artwork | Pengantar Karya Seni Karawitan “Achromatic”
Karya seni karawitan Achromatic mengacu pada konsep garap karya kreativitas gamelan. Dalam penciptaan karya ini bukan berarti terputus dari akar tradisi, melainkan musik yang dicip...
Introduction to the Musical Composition “Windu Sara” | Pengantar Karya Komposisi Karawitan “Windu Sara”
Introduction to the Musical Composition “Windu Sara” | Pengantar Karya Komposisi Karawitan “Windu Sara”
Karya karawitan ini merupakan hasil eksekusi dari ide yang dibuat penata guna memenuhi persyaratan untuk menyelesaikan pendidikan (S1). Karya karawitan ini mengangkat tema Windu sa...

