Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perbedaan Kecukupan Energi dan Status Gizi Siswa Membawa Bekal dan Tidak Membawa Bekal Ke Sekolah

View through CrossRef
Background: The school age is growth and development era towards adolescence, and if nutritional disorders occur during this period, it will have a major impact on the next life cycle. One of the direct causes the occurrence of nutritional problems is unbalanced meal intake. Since the intake of foods that contain nutrients balanced is essential for growth and development, especially in childhood. One of the messages of a balanced nutritional guidelines for elementary school children that is bringing meal.Objectives: to study the difference of adequacy energy level and nutritional status of students who packed meal from home and not packed meal to schoolMethods: this research was an observational analytical with case control design which was located in Pacarkeling 1 Elementary School Surabaya on March – April 2019. The sample was 34 students in grade 4 and 5, also to the number of each group of 17 students. Sampling method using simple random sampling. The research Variables are adequacy difference of energy, nutritional status, students who bring meal in school.  Data was analyzed by independent sample t-test. Data was collected through interview using food recall 2x24 hours, anthropometry data using weight and high measurement. Results: This study showed that there was difference of adequacy energy (p=0.011) and nutritional status (p=0.014) of students who packed meal to school and those who do not bring packed meal to school Conclusions: There was a significance difference between energy needs level and nutritional status of students who packed meal to school and those who do not bring packed meal to school ABSTRAK Latar Belakang: Masa usia sekolah ialah masa tumbuh kembang anak menuju masa remaja sehingga rentan terkena gangguan gizi. Masa usia sekolah memiliki dampak yang cukup besar untuk masa kehidupan selanjutnya. Penyebab utama adanya gangguan gizi ialah konsumsi makanan yang tidak seimbang. Konsumsi makanan yang cukup mengandung zat gizi seimbang yang sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Berdasarkan pedoman dari gizi seimbang untuk anak sekolah dasar yaitu membawa bekal makanan ke sekolahTujuan:  mempelajari perbedaan kecukupan energi dan status gizi antara siswa membawa bekal dan tidak membawa bekal ke sekolahMetode: Metode penelitian bersifat observasional analitik dengan design case control yang berlokasi di SDN Pacar keling 1 Surabaya pada Maret-April 2019. Total sampel penelitian adalah sebanyak 34 sampel dengan jumlah setiap kelompok sebesar 17 sampel. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, Variabel penelitian ini yaitu kecukupan energi, siswa membawa bekal dan tidak membawa bekal dan status gizi. Data dianalisis dengan uji independent T-test. pengukuran asupan makanan menggunakan metode wawancara menggunakan recall 2x24 jam dan instrument yang digunakan adalah meliputi timbangan berat badan digital, microtoise dan kuesionerHasil: terdapat perbedaan kecukupan energi (p= 0,014) dan status gizi (p= 0,011) siswa membawa bekal dan tidak membawa bekal.Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adanya perbedaan yang signifikan pada tingkat kecukupan energi, dan status gizi siswa membawa bekal dan tidak membawa bekal. sebaiknya, anak sekolah terutama sekolah dasar memperhatikan pemilihan jenis makanan sesuai dengan kebutuhan zat gizi dalam sehari. 
Title: Perbedaan Kecukupan Energi dan Status Gizi Siswa Membawa Bekal dan Tidak Membawa Bekal Ke Sekolah
Description:
Background: The school age is growth and development era towards adolescence, and if nutritional disorders occur during this period, it will have a major impact on the next life cycle.
One of the direct causes the occurrence of nutritional problems is unbalanced meal intake.
Since the intake of foods that contain nutrients balanced is essential for growth and development, especially in childhood.
One of the messages of a balanced nutritional guidelines for elementary school children that is bringing meal.
Objectives: to study the difference of adequacy energy level and nutritional status of students who packed meal from home and not packed meal to schoolMethods: this research was an observational analytical with case control design which was located in Pacarkeling 1 Elementary School Surabaya on March – April 2019.
The sample was 34 students in grade 4 and 5, also to the number of each group of 17 students.
Sampling method using simple random sampling.
The research Variables are adequacy difference of energy, nutritional status, students who bring meal in school.
  Data was analyzed by independent sample t-test.
Data was collected through interview using food recall 2x24 hours, anthropometry data using weight and high measurement.
Results: This study showed that there was difference of adequacy energy (p=0.
011) and nutritional status (p=0.
014) of students who packed meal to school and those who do not bring packed meal to school Conclusions: There was a significance difference between energy needs level and nutritional status of students who packed meal to school and those who do not bring packed meal to school ABSTRAK Latar Belakang: Masa usia sekolah ialah masa tumbuh kembang anak menuju masa remaja sehingga rentan terkena gangguan gizi.
Masa usia sekolah memiliki dampak yang cukup besar untuk masa kehidupan selanjutnya.
Penyebab utama adanya gangguan gizi ialah konsumsi makanan yang tidak seimbang.
Konsumsi makanan yang cukup mengandung zat gizi seimbang yang sangat penting untuk tumbuh kembang anak.
Berdasarkan pedoman dari gizi seimbang untuk anak sekolah dasar yaitu membawa bekal makanan ke sekolahTujuan:  mempelajari perbedaan kecukupan energi dan status gizi antara siswa membawa bekal dan tidak membawa bekal ke sekolahMetode: Metode penelitian bersifat observasional analitik dengan design case control yang berlokasi di SDN Pacar keling 1 Surabaya pada Maret-April 2019.
Total sampel penelitian adalah sebanyak 34 sampel dengan jumlah setiap kelompok sebesar 17 sampel.
Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, Variabel penelitian ini yaitu kecukupan energi, siswa membawa bekal dan tidak membawa bekal dan status gizi.
Data dianalisis dengan uji independent T-test.
pengukuran asupan makanan menggunakan metode wawancara menggunakan recall 2x24 jam dan instrument yang digunakan adalah meliputi timbangan berat badan digital, microtoise dan kuesionerHasil: terdapat perbedaan kecukupan energi (p= 0,014) dan status gizi (p= 0,011) siswa membawa bekal dan tidak membawa bekal.
Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adanya perbedaan yang signifikan pada tingkat kecukupan energi, dan status gizi siswa membawa bekal dan tidak membawa bekal.
sebaiknya, anak sekolah terutama sekolah dasar memperhatikan pemilihan jenis makanan sesuai dengan kebutuhan zat gizi dalam sehari.
 .

Related Results

HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DAN TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI DENGAN STATUS GIZI
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DAN TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI DENGAN STATUS GIZI
Salah satu faktor penting dalam mencapai derajat Kesehatan yang optimal yaitu dengan status gizi yang baik. Tingkat pengetahuan gizi mempengaruhi seseorang dalam memilih makanan. B...
Hubungan Kebiasaan Membawa Bekal Dengan Status Gizi Pada Remaja SMP Muhammadiyah 2 Minggir
Hubungan Kebiasaan Membawa Bekal Dengan Status Gizi Pada Remaja SMP Muhammadiyah 2 Minggir
Latar belakang: Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah gizi, baik gizi kurang maupun gizi lebih. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi status gizi adalah k...
KONTRIBUSI BEKAL MAKANAN DAN TOTAL ENERGI TERHADAP STATUS GIZI PADA ANAK SEKOLAH DASAR
KONTRIBUSI BEKAL MAKANAN DAN TOTAL ENERGI TERHADAP STATUS GIZI PADA ANAK SEKOLAH DASAR
Background: School-age children are critical period which are energy and nutritional needs must be adequate, because they are on growing and developing period. Children tend to spe...
GAMBARAN KEBIASAAN MEMBACA LABEL PANGAN BERDASARKAN STATUS GIZI MAHASISWA GIZI POLTEKKES KEMENKES BENGKULU TAHUN 2023
GAMBARAN KEBIASAAN MEMBACA LABEL PANGAN BERDASARKAN STATUS GIZI MAHASISWA GIZI POLTEKKES KEMENKES BENGKULU TAHUN 2023
ABSTRAK Label gizi merupakan informasi  yang ditujukan kepada  masyarakat untuk  memberikan  informasi terkait  manfaat  dan  kandungan gizi makanan dalam kemasan tersebut. Membac...
Peran Pengetahuan Gizi Terhadap Asupan Energi, Status Gizi Dan Sikap Tentang Gizi Remaja
Peran Pengetahuan Gizi Terhadap Asupan Energi, Status Gizi Dan Sikap Tentang Gizi Remaja
Kualitas gizi dan kesehatan pada siklus hidup orang dewasa ditentukann oleh gizi remaja. Status gizi remaja dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap dan perilaku gizi remaja. Penelitian...
HUBUNGAN ANTARA ANGKA KECUKUPAN ENERGI DAN PROTEIN DENGAN KESEMBUHAN LUKA PADA PASIEN ULKUS DEKUBITUS
HUBUNGAN ANTARA ANGKA KECUKUPAN ENERGI DAN PROTEIN DENGAN KESEMBUHAN LUKA PADA PASIEN ULKUS DEKUBITUS
ABSTRAK  Latar belakang : Ulkus dekubitus merupakan masalah kesehatan di banyak negara dan malnutrisi merupakan salah satu faktor yang berpengaruh dalam perkembangan ulkus de...
GAMBARAN PENERAPAN SADAR GIZI, PENGETAHUAN GIZI IBU, DAN STATUS GIZI BALITA DI DESA KARASSING KECAMATAN HERLANG KABUPATEN BULUKUMBA
GAMBARAN PENERAPAN SADAR GIZI, PENGETAHUAN GIZI IBU, DAN STATUS GIZI BALITA DI DESA KARASSING KECAMATAN HERLANG KABUPATEN BULUKUMBA
Tingginya angka kematian anak merupakan ciri yang umum dijumpai di negara-negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia. Salah satu penyebabnya yaitu kekurangan gizi. Berdasarka...

Back to Top