Javascript must be enabled to continue!
Potret Pelaksanaan Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) di Desa Palingkau Lama Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas
View through CrossRef
Program PUAP ialah program dari Kementeian Pertanian dalam membantu permasalahan yang dihadapi petani dan menumbuh kembangkan kegaitan usaha agrbisnis pedesaan yang sesuai dengan potensi wilayah. Tujuan penelitian mengetahui pelaksanaan secara teknis dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam program PUAP di Desa Palingkau Lama Kecamatan Kapuas Murung. Responden dalam penelitian ini adalah ketua atau sekretaris Gapoktan Sepakat Bersama di Desa Palingkau Lama. Analisis dilakukan dengan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, dana program PUAP pada Gapoktan Sepakat Bersama diperoleh pada tahun 2008 dan berakhir pada tahun 2015. Dana bantuan PUAP tersebut dipergunakan untuk membeli sarana pertanian, berupa pupuk dan obat-obatan pestisida dengan bantuan modal Rp 350.000,00 s/d Rp 450.000,00/petani. Besar bunga yang dibayarkan petani 5% pada saat pengembalian pinjaman 3 blek (30 kg) gabah kering ke Lembaga Keuangan Mandiri (LKM). Permasalahan yang dihadapi dalam program PUAP pada Gapoktan Sepakat Bersama yaitu permasalahan persyaratan awal peminjaman, penyerahan bukti sertifikasi tanah dan Kartu Tanda Penduduk serta tunggakan pengembalian pinjaman dana PUAP.
Center for Journal Management and Publication, Lambung Mangkurat University
Title: Potret Pelaksanaan Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) di Desa Palingkau Lama Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas
Description:
Program PUAP ialah program dari Kementeian Pertanian dalam membantu permasalahan yang dihadapi petani dan menumbuh kembangkan kegaitan usaha agrbisnis pedesaan yang sesuai dengan potensi wilayah.
Tujuan penelitian mengetahui pelaksanaan secara teknis dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam program PUAP di Desa Palingkau Lama Kecamatan Kapuas Murung.
Responden dalam penelitian ini adalah ketua atau sekretaris Gapoktan Sepakat Bersama di Desa Palingkau Lama.
Analisis dilakukan dengan deskriptif.
Berdasarkan hasil penelitian, dana program PUAP pada Gapoktan Sepakat Bersama diperoleh pada tahun 2008 dan berakhir pada tahun 2015.
Dana bantuan PUAP tersebut dipergunakan untuk membeli sarana pertanian, berupa pupuk dan obat-obatan pestisida dengan bantuan modal Rp 350.
000,00 s/d Rp 450.
000,00/petani.
Besar bunga yang dibayarkan petani 5% pada saat pengembalian pinjaman 3 blek (30 kg) gabah kering ke Lembaga Keuangan Mandiri (LKM).
Permasalahan yang dihadapi dalam program PUAP pada Gapoktan Sepakat Bersama yaitu permasalahan persyaratan awal peminjaman, penyerahan bukti sertifikasi tanah dan Kartu Tanda Penduduk serta tunggakan pengembalian pinjaman dana PUAP.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Analisis Keuntungan Petani Padi di Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas
Analisis Keuntungan Petani Padi di Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan bersih petani padi di daerah penelitian dan untuk menganalisis kelayakan usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung. Penelitia...
Pengaruh Kredit Usaha Tani Dalam Pembangunan Pedesaan Studi Kasus Pada Kredit Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP)
Pengaruh Kredit Usaha Tani Dalam Pembangunan Pedesaan Studi Kasus Pada Kredit Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP)
Salah satu program pemerintah dalam pembangunan masyarakat petani di pedesaan adalah Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP). Program ini dilaksanakan oleh pemerintah...
Evaluasi Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) di Kabupaten Bondowoso
Evaluasi Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) di Kabupaten Bondowoso
This study aimed to evaluate and analyze the effect of the process, input, outcome, and output on the Rural Agribusiness Development Program (RADP) by using regression analysis. Th...
PERAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN MURUNGRAYA DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DI KECAMATAN MURUNG KABUPATEN MURUNGRAYA (Studi Kasus Dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2014)
PERAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN MURUNGRAYA DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DI KECAMATAN MURUNG KABUPATEN MURUNGRAYA (Studi Kasus Dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2014)
Pemilihan Umum pada tahun 2014 ada dua Pemilu yakni Pemilu Legislatif pada bulan April 2014 dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden pada bulan Juli 2014. Fenomena yang terjadi pada ...
DAMPAK TAMBAHAN MODAL TERHADAP KINERJA USAHA AGRIBISNIS PADI DALAM PERSPEKTIF PENGGUNAAN INPUT, STRUKTUR BIAYA DAN PENDAPATAN DI KABUPATEN SUBANG
DAMPAK TAMBAHAN MODAL TERHADAP KINERJA USAHA AGRIBISNIS PADI DALAM PERSPEKTIF PENGGUNAAN INPUT, STRUKTUR BIAYA DAN PENDAPATAN DI KABUPATEN SUBANG
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak tambahan modal terhadap kinerja agribisnis padi pada petani yang menerima prorgam PUAP dan non PUAP dari perspektif pengg...
Analysis of lowland rice peat land in Mampai Village, Kapuas Murung District, Kapuas-Kalimantan Central District
Analysis of lowland rice peat land in Mampai Village, Kapuas Murung District, Kapuas-Kalimantan Central District
Central Kalimantan is a province where the agricultural sector is still the basis for economic cohesion. Mampai Village, Kapuas Murung District, Kapuas District, Central Kalimantan...
Quality of Birth Certificate Issuance Services in Kapuas Murung District, Kapuas Regency
Quality of Birth Certificate Issuance Services in Kapuas Murung District, Kapuas Regency
This study aims to analyze the quality of birth certificate services in Kapuas Murung District, Kapuas Regency. Through a qualitative approach, it can be described that the quality...

