Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENYIAPAN PENDIDIK ABAD 21 MELALUI BUDAYA LITERASI

View through CrossRef
Abad XXI merupakan abad modern  yang disambut oleh berbagai negara untuk berbenah dan meningkatkan kualitas pendidikan. Kurikulum terbaru abad XXI  di Indonesia telah diberlakukan dikenal dengan Kurikulum 13, saat ini telah diujicobakan pada tahap ke-3. Berdasarkan latar belakang pemberlakuan Kurikulum 2013 dan hasil penelitian tingkat pemahaman pembaca pada peserta didik tingkat sekolah menengah selain  materi (matamatika dan sains) oleh Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) Organisation for Ekonomi Cooperatif and Development dalam Programme for International Student Assessment (PISA) ini penulis bertujuan menyiapkan pendidik abad XXI siap mendukung Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dalam mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Gerakan Literasi Sekolah dijelaskan pada (Panduan Gerakan Literasi Sekolah. 2016: 1). Revitalisasi kurikulum perguruan tinggi sebagaimana anjuran presiden RI Joko Widodo sebagai bagian  peningkatan kualitas pendidikan. Pendidikan Guru Sekolah Dasar sebagai prajurit terdepan untuk ikut serta aktif menyambut program GLS ini. Kualitas pembelajaran dan pembiasaan mandiri di kalangan mahasiswa PGSD FIP UPGRIS sebagai pintu menuju gerakan literasi kampus. Pembiasaan membaca mandiri mahasiswa merupakan upaya penyiapan pendidik sekolah dasar pada abad XXI. Berdasarkan pencermatan nilai hasil belajar tengah semester dan akhir semester, mahasiswa genap 2016-2017, mahasiswa saat menjawab soal belum menunjukkan kemampuan mentransfer hasil membaca dan pemahaman materi kuliah. Berdasarkan renungan di atas mahasiswa disarankan untuk membiasakan membaca mandiri. Mahasiswa sebagai calon pendidik abad XXI perlu dibudayakan membaca. Upaya menciptakan literasi kampus perlu diadakan penelitian matakuliah berbasis Literatur. Selanjutnya penulis akan meneliti dengan menggunakan jenis penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus,  setiap siklus terdiri atas  dua pertemuan. Tujuan  penelitian tindakan kelas pertama menyiapkan calon guru berkualitas melalui perkuliahan integrasi antarmata kuliah. Tujuan kedua meningkatkan minat baca mahasiswa melalui budaya literasi kampus. Tindak lanjut penelitian ini pengecekan ketersediaan referensi yang memadai di perpustakaan Progdi PGSD atau di perpustakaan pusat UPGRIS. Saran gagasan tulis ini semoga disambut positif dengan gayung bersambung antarpengampu di perguruan tinggi  dari berbagai Progdi di lingkungan UPGRIS sehingga dapat mewujudkan budaya literasi kampus.
Title: PENYIAPAN PENDIDIK ABAD 21 MELALUI BUDAYA LITERASI
Description:
Abad XXI merupakan abad modern  yang disambut oleh berbagai negara untuk berbenah dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Kurikulum terbaru abad XXI  di Indonesia telah diberlakukan dikenal dengan Kurikulum 13, saat ini telah diujicobakan pada tahap ke-3.
Berdasarkan latar belakang pemberlakuan Kurikulum 2013 dan hasil penelitian tingkat pemahaman pembaca pada peserta didik tingkat sekolah menengah selain  materi (matamatika dan sains) oleh Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) Organisation for Ekonomi Cooperatif and Development dalam Programme for International Student Assessment (PISA) ini penulis bertujuan menyiapkan pendidik abad XXI siap mendukung Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dalam mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Gerakan Literasi Sekolah dijelaskan pada (Panduan Gerakan Literasi Sekolah.
2016: 1).
Revitalisasi kurikulum perguruan tinggi sebagaimana anjuran presiden RI Joko Widodo sebagai bagian  peningkatan kualitas pendidikan.
Pendidikan Guru Sekolah Dasar sebagai prajurit terdepan untuk ikut serta aktif menyambut program GLS ini.
Kualitas pembelajaran dan pembiasaan mandiri di kalangan mahasiswa PGSD FIP UPGRIS sebagai pintu menuju gerakan literasi kampus.
Pembiasaan membaca mandiri mahasiswa merupakan upaya penyiapan pendidik sekolah dasar pada abad XXI.
Berdasarkan pencermatan nilai hasil belajar tengah semester dan akhir semester, mahasiswa genap 2016-2017, mahasiswa saat menjawab soal belum menunjukkan kemampuan mentransfer hasil membaca dan pemahaman materi kuliah.
Berdasarkan renungan di atas mahasiswa disarankan untuk membiasakan membaca mandiri.
Mahasiswa sebagai calon pendidik abad XXI perlu dibudayakan membaca.
Upaya menciptakan literasi kampus perlu diadakan penelitian matakuliah berbasis Literatur.
Selanjutnya penulis akan meneliti dengan menggunakan jenis penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus,  setiap siklus terdiri atas  dua pertemuan.
Tujuan  penelitian tindakan kelas pertama menyiapkan calon guru berkualitas melalui perkuliahan integrasi antarmata kuliah.
Tujuan kedua meningkatkan minat baca mahasiswa melalui budaya literasi kampus.
Tindak lanjut penelitian ini pengecekan ketersediaan referensi yang memadai di perpustakaan Progdi PGSD atau di perpustakaan pusat UPGRIS.
Saran gagasan tulis ini semoga disambut positif dengan gayung bersambung antarpengampu di perguruan tinggi  dari berbagai Progdi di lingkungan UPGRIS sehingga dapat mewujudkan budaya literasi kampus.

Related Results

PENGARUH KEMAMPUAN LITERASI MAHASISWA UNIVERSITAS AIRLANGGA DI BERBAGAI BIDANG KEILMUAN
PENGARUH KEMAMPUAN LITERASI MAHASISWA UNIVERSITAS AIRLANGGA DI BERBAGAI BIDANG KEILMUAN
Literasi merupakan seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu. Terdapat en...
Membangun Rumah Literasi di Desa: Menumbuhkan Budaya Membaca dan Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Membangun Rumah Literasi di Desa: Menumbuhkan Budaya Membaca dan Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Literasi merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Namun, rendahnya tingkat literasi di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan, menj...
PENDIDIK DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN
PENDIDIK DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN
Pendidik merupakan salah satu elemen penting dalam dunia pendidikan. Tanpa kehadiran seorang pendidik, roda pendidikan tidak akan mampu berputar secara maksimal. Pendidik tidak han...
MENINGKATKAN KETERAMPILAN LITERASI MULTIDIMENSI MELALUI PROGRAM HOLISTIK DI SEKOLAH DASAR
MENINGKATKAN KETERAMPILAN LITERASI MULTIDIMENSI MELALUI PROGRAM HOLISTIK DI SEKOLAH DASAR
Latar Belakang : Kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan atau berbicar...
Investigasi Perspektif Perawat Pendidik Klinis Tentang Pendidikan Klinis Berbasis Budaya dalam Pendidikan Keperawatan
Investigasi Perspektif Perawat Pendidik Klinis Tentang Pendidikan Klinis Berbasis Budaya dalam Pendidikan Keperawatan
Perawat pendidik klinis yang tidak melibatkan aspek budaya dalam proses pembelajaran klinis akan mempengaruhi serta menghambat capaian tujuan pembelajaran klinis. Unsur budaya dala...
KompetensiLiterasiMahasiswaDalamPembelajaranMatakuliahSeminarDiProdiPendidikanBahasaDanSastraIndonesia_Bayu
KompetensiLiterasiMahasiswaDalamPembelajaranMatakuliahSeminarDiProdiPendidikanBahasaDanSastraIndonesia_Bayu
Kompetensi literasi adalah kompetensi penting yang harus dikuasai oleh setiap mahasiswa. kompetensi literasi sangat dibutuhkan dalam rangka menguasai berbagai capaian pembelajaran....
Analisis Kemampuan Literasi Numerasi Pada Siswa Kelas IV Di SD Negeri Tlogosari 01 Semarang
Analisis Kemampuan Literasi Numerasi Pada Siswa Kelas IV Di SD Negeri Tlogosari 01 Semarang
The culture of literacy in Indonesia is so low, the factor that affects the low literacy in Indonesia is the lack of interest in reading in Indonesian society. Literacy itself can ...

Back to Top