Javascript must be enabled to continue!
Fenomena BTS dalam Iklan "Tokopedia", Sebuah Tinjauan Citra Budaya Visual
View through CrossRef
BTS (Bangtan Boys) was chosen as the brand ambassador for Tokopedia because it had delivered many achievements, one of which reached the top of the Billboard charts in 2018, becoming the only South Korean group to surpass the Beatles record, occupying the Top 200 Bilboard charts for 3 songs less than 1 year. The phenomenon of Korean artists who were asked to become ambassasor brands in the advertising industry in Indonesia in this study will be discussed from the perspective of visual cultural imagery. This research method is a qualitative descriptive analysis through the Image and Visual Culture approach using Image Theory, which explains the image has several parts: (1) Graphics, (2) Optics, (3) Perception, (4) Mental, (5) Verbal. The results of this study indicate that the positive image of BTS, which represents South Korean young people, who work hard, are successful and relatively far from scandalous. The use of graphics that are not too much, pastel colors, animated hearts, fountains, wings, fireworks, and so forth. This graphic gives the impression of cheerful, energetic, but still looks controlled. Optics, in this advertisement, young people are targets that have similarities with the character of BTS personnel. The perception to be raised is the big name of BTS, which has many fans and influences on product consumerism, and increasing transactions through the Tokopedia application on mobile. Mental decision-making in the audience is the working class, students from middle economic groups. Whereas at the verbal point, not too many verbal messages are spoken and written, but always mentioned the word "Tokopedia." For written verbal messages, the word "Tokopedia" always appears on the screen. Verbal is to emphasize that BTS fully recommends Tokopedia to be a place for online shopping.
Abstrak
BTS (Bangtan Boys) terpilih menjadi brand ambassador untuk Tokopedia karena sudah melahirkan banyak prestasi salah satunya berhasil mencapai puncak pada tangga lagu Billboard pada tahun 2018, menjadi satu-satunya grup asal Korea Selatan yang melampaui rekor The Beatles, dengan menduduki Top 200 tangga lagu Bilboard untuk 3 lagu kurang dari 1 tahun. Fenomena artis Korea yang didaulat menjadi brand ambassasor dalam industri iklan di Indonesia pada penelitian ini akan dibahas dari perspektif citra budaya visual. Metode penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif melalui pendekatan Citra dan Budaya Visual dengan menggunakan Teori Citra, yang menjelaskan citra memiliki beberapa bagian;(1) Grafis, (2) Optik, (3) Persepsi, (4) Mental, (5) Verbal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa citra positif yang dimiliki BTS yang menjadi representasi anak muda Korea Selatan, yang bekerja keras, sukses dan relatif jauh dari skandal. Penggunaan grafis yang tidak terlalu banyak, warna-warna pastel, animasi hati, air mancur, sayap, kembang api, dan lain sebagainya. Grafis ini memberikan kesan ceria, energik, namun tetap terlihat terkendali. Optik, dalam iklan ini, kaum muda merupakan target yang memiliki kemiripan dengan karakter personel BTS. Persepsi yang ingin diangkat adalah nama besar BTS, yang memiliki banyak fans dan pengaruh terhadap konsumerisme produk, dan meningkatkan transaksi melalui aplikasi Tokopedia di ponsel. Mental dalam pengambilan keputusan dari khalayak merupakan kelas pekerja, mahasiswa/pelajar dari kelompok ekonomi menengah. Sedangkan pada poin verbal, tidak terlalu banyak pesan verbal yang diucapkan dan tertulis, namun selalu ada kata “Tokopedia.†Untuk pesan verbal tertulis, kata “Tokopedia†selalu nampak pada layar. Verbal tersebut untuk menegaskan bahwa BTS menganjurkan sepenuhnya Tokopedia menjadi tempat untuk belanja online.
Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti
Title: Fenomena BTS dalam Iklan "Tokopedia", Sebuah Tinjauan Citra Budaya Visual
Description:
BTS (Bangtan Boys) was chosen as the brand ambassador for Tokopedia because it had delivered many achievements, one of which reached the top of the Billboard charts in 2018, becoming the only South Korean group to surpass the Beatles record, occupying the Top 200 Bilboard charts for 3 songs less than 1 year.
The phenomenon of Korean artists who were asked to become ambassasor brands in the advertising industry in Indonesia in this study will be discussed from the perspective of visual cultural imagery.
This research method is a qualitative descriptive analysis through the Image and Visual Culture approach using Image Theory, which explains the image has several parts: (1) Graphics, (2) Optics, (3) Perception, (4) Mental, (5) Verbal.
The results of this study indicate that the positive image of BTS, which represents South Korean young people, who work hard, are successful and relatively far from scandalous.
The use of graphics that are not too much, pastel colors, animated hearts, fountains, wings, fireworks, and so forth.
This graphic gives the impression of cheerful, energetic, but still looks controlled.
Optics, in this advertisement, young people are targets that have similarities with the character of BTS personnel.
The perception to be raised is the big name of BTS, which has many fans and influences on product consumerism, and increasing transactions through the Tokopedia application on mobile.
Mental decision-making in the audience is the working class, students from middle economic groups.
Whereas at the verbal point, not too many verbal messages are spoken and written, but always mentioned the word "Tokopedia.
" For written verbal messages, the word "Tokopedia" always appears on the screen.
Verbal is to emphasize that BTS fully recommends Tokopedia to be a place for online shopping.
Abstrak
BTS (Bangtan Boys) terpilih menjadi brand ambassador untuk Tokopedia karena sudah melahirkan banyak prestasi salah satunya berhasil mencapai puncak pada tangga lagu Billboard pada tahun 2018, menjadi satu-satunya grup asal Korea Selatan yang melampaui rekor The Beatles, dengan menduduki Top 200 tangga lagu Bilboard untuk 3 lagu kurang dari 1 tahun.
Fenomena artis Korea yang didaulat menjadi brand ambassasor dalam industri iklan di Indonesia pada penelitian ini akan dibahas dari perspektif citra budaya visual.
Metode penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif melalui pendekatan Citra dan Budaya Visual dengan menggunakan Teori Citra, yang menjelaskan citra memiliki beberapa bagian;(1) Grafis, (2) Optik, (3) Persepsi, (4) Mental, (5) Verbal.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa citra positif yang dimiliki BTS yang menjadi representasi anak muda Korea Selatan, yang bekerja keras, sukses dan relatif jauh dari skandal.
Penggunaan grafis yang tidak terlalu banyak, warna-warna pastel, animasi hati, air mancur, sayap, kembang api, dan lain sebagainya.
Grafis ini memberikan kesan ceria, energik, namun tetap terlihat terkendali.
Optik, dalam iklan ini, kaum muda merupakan target yang memiliki kemiripan dengan karakter personel BTS.
Persepsi yang ingin diangkat adalah nama besar BTS, yang memiliki banyak fans dan pengaruh terhadap konsumerisme produk, dan meningkatkan transaksi melalui aplikasi Tokopedia di ponsel.
Mental dalam pengambilan keputusan dari khalayak merupakan kelas pekerja, mahasiswa/pelajar dari kelompok ekonomi menengah.
Sedangkan pada poin verbal, tidak terlalu banyak pesan verbal yang diucapkan dan tertulis, namun selalu ada kata “Tokopedia.
†Untuk pesan verbal tertulis, kata “Tokopedia†selalu nampak pada layar.
Verbal tersebut untuk menegaskan bahwa BTS menganjurkan sepenuhnya Tokopedia menjadi tempat untuk belanja online.
Related Results
ENKRIPSI DAN DEKRIPSI CITRA MENGGUNAKAN METODE FRAKTAL
ENKRIPSI DAN DEKRIPSI CITRA MENGGUNAKAN METODE FRAKTAL
Enkripsi citra dengan metode fraktal adalah proses penyandian yang mengubah citra asli (plain image) menjadi citra yang tidak bisa dimengerti (cipher image) dengan menggunakan citr...
PENGGUNAAN CITRA HIMPUNAN JULIA SEBAGAI CITRA SAMPUL UNTUK MENYEMBUNYIKAN CITRA RAHASIA
PENGGUNAAN CITRA HIMPUNAN JULIA SEBAGAI CITRA SAMPUL UNTUK MENYEMBUNYIKAN CITRA RAHASIA
Steganografi dengan metode fraktal (fractal steganography) adalah teknik menyembunyikan informasi atau pesan, yang dapat berupa citra rahasia, dalam suatu citra sampul (cover image...
Perilaku Konsumtif Menonton Konser Agust D Tour ‘D-Day In Jakarta’
Perilaku Konsumtif Menonton Konser Agust D Tour ‘D-Day In Jakarta’
Abstract. K-Pop idols or artists often carry out world tours or music concerts which of course can be attended by tens of thousands of fans. As is the case in Indonesia, a number o...
Rancang Bangun Monitoring Alarm BTS Down Berbasis Android
Rancang Bangun Monitoring Alarm BTS Down Berbasis Android
Base Transceiver Station (BTS) adalah suatu infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara perangkat komunikasi dengan jaringan operator. BTS tersebar d...
Analisis Karakteristik Iklan Dimas Djay (Budaya Indonesia: Humor dan Kolosal)
Analisis Karakteristik Iklan Dimas Djay (Budaya Indonesia: Humor dan Kolosal)
Periklanan pada dasarnya adalah bagian dari kehidupan industri modern. Di zaman modern ini persaingan antar brand semakin sengit dikarenakan ekspansi, munculnya banyak brand baru d...
PERSEPSI AUDIENS TERHADAP PENERAPAN CIRI GERAK PADA IKLAN CETAK
PERSEPSI AUDIENS TERHADAP PENERAPAN CIRI GERAK PADA IKLAN CETAK
Iklan merupakan salah satu bauran promosi yang hingga saat ini masih memiliki potensi sebagai sumber informasi bagi konsumen. Seringkali desain iklan yang dibuat dengan beragam tek...
Hubungan Parasosial Antara Penggemar ARMY dan BTS di Weverse
Hubungan Parasosial Antara Penggemar ARMY dan BTS di Weverse
Penelitian ini berfokus untuk memahami hubungan parasosial atau parasocial relationship (PSR) antara penggemar ARMY dengan Idol BTS di Weverse. Penelitian ini menggunakan metode ku...
Eksploitasi Tubuh Perempuan dalam Iklan Pompa Air Shimizu
Eksploitasi Tubuh Perempuan dalam Iklan Pompa Air Shimizu
Penelitian ini dirancang untuk mengiklankan iklan tv yang tidak sesuai dengan etika periklanan karena penggunaan seksualitas wanita. Fakta bahwa iklan tv adalah salah satu saluran ...


