Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Strategi Pengembangan Buku Muatan Lokal Bahasa Sasak di Kabupaten Lombok Barat

View through CrossRef
Bahan ajar muatan lokal Bahasa sasak adalah buku sumber belajar yang di gunakan oleh guru dan siswa di SMP Negeri 3 Lingsar, dimana dalam buku bahan ajar tersebut secara tampilan cover maupun kontennya masih memerlukan sentuhan dalam bentuk desain grapis maupun pemilihan konten dari bahan ajar, hal itu perlu dilakukan karena melihat gaya belajar siswa di sekolah tersebut sudah terjadi pergeseran gaya dan minat belajar mereka. Hal itulah yang mendorong penelitian ini dilakukan dalam rangka memenuhi gaya belajar siswa dan siswi SMP Negeri 3. Selanjutnya strategi pengembangan Bahan ajar ini terdiri dari 3 produk yaitu: bahan ajar, panduan guru dan panduan siswa. Bahan ajar ini dikembangkan berdasarkan kajian teknologi pembelajaran dengan mengacu kepada rancangan pembelajaran model Dick, Carey and Carey, dengan langkah-langkah: (1) mengidentifikasi kebutuhan untuk menentukan tujuan umum pembelajaran; (2) melakukan analisis pembelajaran; (3) mengidentifikasi karakteristik peserta didik; (4) merumuskan tujuan pembelajaran; (5) mengembangkan instrumen penelitian; (6) mengembangkan strategi pembelajaran; (7) mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran; (8) mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif; (9) merevisi produk pembelajaran, (10) merancang dan melakukan evaluasi sumatif. Namun dalam pengembangan ini hanya dilakukan sampai langkah kesembilan. Hasil pengembangan divalidasi dan uji coba produk pengembangan melalui evaluasi formatif yang terdiri dari penilaian ahli dan uji coba. Penilaian ahli meliputi: (1) ahli isi/materi; (2) ahli desain; (3) ahli media. Sedangkan uji coba meliputi: (1) uji coba perorangan; (1) uji coba kelompok kecil; (1) uji coba lapangan. Didapati data sebagai berikut: ahli isi 73 %, ahli media 84 %, ahli desain pembelajaran 90.4 %, uji coba perorangan 68 %, review uji coba kelompok kecil 82 %, dan uji coba lapangan 89%. Berdasarkan hasil evaluasi formatif yang telah dilakukan terhadap bahan ajar bahasa sasak dapat disimpulkan bahwa bahan ajar bahasa sasak yang dikembangkan termasuk dalam kriteria sangat layak digunakan dan tidak perlu revisi, dengan demikian bisa disimpulkan bahwa bahan ajar ini layak digunakan untuk menunjang pembelajaran bahasa sasak di SMP 3 Negeri 3 Lingsar.
Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala
Title: Strategi Pengembangan Buku Muatan Lokal Bahasa Sasak di Kabupaten Lombok Barat
Description:
Bahan ajar muatan lokal Bahasa sasak adalah buku sumber belajar yang di gunakan oleh guru dan siswa di SMP Negeri 3 Lingsar, dimana dalam buku bahan ajar tersebut secara tampilan cover maupun kontennya masih memerlukan sentuhan dalam bentuk desain grapis maupun pemilihan konten dari bahan ajar, hal itu perlu dilakukan karena melihat gaya belajar siswa di sekolah tersebut sudah terjadi pergeseran gaya dan minat belajar mereka.
Hal itulah yang mendorong penelitian ini dilakukan dalam rangka memenuhi gaya belajar siswa dan siswi SMP Negeri 3.
Selanjutnya strategi pengembangan Bahan ajar ini terdiri dari 3 produk yaitu: bahan ajar, panduan guru dan panduan siswa.
Bahan ajar ini dikembangkan berdasarkan kajian teknologi pembelajaran dengan mengacu kepada rancangan pembelajaran model Dick, Carey and Carey, dengan langkah-langkah: (1) mengidentifikasi kebutuhan untuk menentukan tujuan umum pembelajaran; (2) melakukan analisis pembelajaran; (3) mengidentifikasi karakteristik peserta didik; (4) merumuskan tujuan pembelajaran; (5) mengembangkan instrumen penelitian; (6) mengembangkan strategi pembelajaran; (7) mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran; (8) mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif; (9) merevisi produk pembelajaran, (10) merancang dan melakukan evaluasi sumatif.
Namun dalam pengembangan ini hanya dilakukan sampai langkah kesembilan.
Hasil pengembangan divalidasi dan uji coba produk pengembangan melalui evaluasi formatif yang terdiri dari penilaian ahli dan uji coba.
Penilaian ahli meliputi: (1) ahli isi/materi; (2) ahli desain; (3) ahli media.
Sedangkan uji coba meliputi: (1) uji coba perorangan; (1) uji coba kelompok kecil; (1) uji coba lapangan.
Didapati data sebagai berikut: ahli isi 73 %, ahli media 84 %, ahli desain pembelajaran 90.
4 %, uji coba perorangan 68 %, review uji coba kelompok kecil 82 %, dan uji coba lapangan 89%.
Berdasarkan hasil evaluasi formatif yang telah dilakukan terhadap bahan ajar bahasa sasak dapat disimpulkan bahwa bahan ajar bahasa sasak yang dikembangkan termasuk dalam kriteria sangat layak digunakan dan tidak perlu revisi, dengan demikian bisa disimpulkan bahwa bahan ajar ini layak digunakan untuk menunjang pembelajaran bahasa sasak di SMP 3 Negeri 3 Lingsar.

Related Results

LOKALITAS SASAK DALAM NOVEL GURU DANE DAN GURU ONYEH KARYA SALMAN FARIS
LOKALITAS SASAK DALAM NOVEL GURU DANE DAN GURU ONYEH KARYA SALMAN FARIS
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) wujud lokalitas Sasak dalam novel Guru Dane dan Guru Onyeh karya Salman Faris, dan (2) fungsi lokalitas Sasak dalam membangun cer...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Perwujudan budaya masyarakat Sasak dalam novel-novel karya Salman Faris
Perwujudan budaya masyarakat Sasak dalam novel-novel karya Salman Faris
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perwujudan budaya masyarakat Sasak dalam novel-novel karya Salman Faris.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode ...
REDUPLIKASI BAHASA SASAK DIALEK A-A
REDUPLIKASI BAHASA SASAK DIALEK A-A
AbstrakArtikel ini akan membahas reduplikasi bahasa Sasak di Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur dengan teori reduplikasi terdistribusi dari Framton. Dengan teori ini, penulis berh...
Muatan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Falsafah Hidup Masyarakat Sasak “Lombok Mirah Sasak Adi”
Muatan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Falsafah Hidup Masyarakat Sasak “Lombok Mirah Sasak Adi”
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menunjukkan keterkaitan antara muatan nilai pancasila dengan falsafah hidup masyarakat Sasak Lombok Mirah Sasak Adi (kejujuran adalah p...
PILIHAN BAHASA REMAJA SASAK KOTA MATARAM
PILIHAN BAHASA REMAJA SASAK KOTA MATARAM
ABSTRAK Aspek kebahasaan dan konteks sosial diluar kebahasaan memiliki keterkaitan yang mempengaruhi situasi kebahasaan suatu kelompok masyarakat. Proses pemilihan bahasa khususny...
KALIMAT TANYA DALAM BAHASA SASAK (INTERROGATIVE SENTENCE IN SASAK)
KALIMAT TANYA DALAM BAHASA SASAK (INTERROGATIVE SENTENCE IN SASAK)
Kajian bahasa Sasak untuk kepentingan pembukuan terkait pelajaran bahasa daerah (mulok) belum ditemukan secara spesifik. Kajian tersebut belum mengarah kepada penyiapan bahan baku ...
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS NILAI RELIGIUS DAN NASIONALISME
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS NILAI RELIGIUS DAN NASIONALISME
Penulis tertarik ingin mengetahui bagaimana implementasi dari perencanaan, pengorganisasian, Pelaksanaan, dan Pengawasan Manajemen Pendidikan karakter berbasis muatan lokal aswaja ...

Back to Top