Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH WAKTU DEFOLIASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS UBI JALAR (Apomoea batatas L.)

View through CrossRef
Ubi jalar merupakan salah satu tanaman umbi-umbian yang dibudidayakan secara luas di seluruh dunia karena mempunyai daya adaptasinya yang luas, potensi hasil yang besar, serta nilai gizinya yang tinggi sehingga telah menjadi tanaman pangan yang penting. Pemanfaatan ubi jalar selain sebagai sumber pangan juga sebagai bahan baku industri serta pakan ternak. Dengan cukup luasnya pemanfaatan dan daya adaptasi ubi jalar maka usaha budidayanya cukup menjanjikan untuk dikembangkan, namun tanaman ubi jalar memiliki karakter pertumbuhan, yaitu tingginya pertumbuhan vegetatif yaitu daun dan batang. Salah satu tindakan agronomi yang dapat dilakukan untuk mengendalikan pertumbuhan vegetatif pada tanaman ubi jalar adalah defoliasi. Penelitian ini bertujuan untuk: mengkaji pengaruh berbagai waktu defoliasi terhadap pertumbuhan dan hasil pada 3 varietas ubi jalar, yaitu varietas Beta-1, varietas Sari dan varietas Antin-3. Rancangan lingkungan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design), dengan menempatkan varietas ubi jalar (V) sebagai petak utama (Main Plot) dan waktu pemangkasan pucuk (Defoliasi) (P) sebagai anak petak (Sub Plot). Defoliasi 45 maupun 65 HST menyebakan tingginya pertumbuhan organ vegetatif pada varietas Beta-1. Defoliasi pada berbagai umur tidak dapat meningkatkan produksi ubi jalar varietas Beta-1, namun pada varietas Sari, Defoliasi 45 HST mampu meningkatkan hasil ton/ha. Untuk varietas Antin-3, tanaman yang dipangkas 45 dan 65 HST hasil ton/ha meningkat secara nyata. 
Title: PENGARUH WAKTU DEFOLIASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS UBI JALAR (Apomoea batatas L.)
Description:
Ubi jalar merupakan salah satu tanaman umbi-umbian yang dibudidayakan secara luas di seluruh dunia karena mempunyai daya adaptasinya yang luas, potensi hasil yang besar, serta nilai gizinya yang tinggi sehingga telah menjadi tanaman pangan yang penting.
Pemanfaatan ubi jalar selain sebagai sumber pangan juga sebagai bahan baku industri serta pakan ternak.
Dengan cukup luasnya pemanfaatan dan daya adaptasi ubi jalar maka usaha budidayanya cukup menjanjikan untuk dikembangkan, namun tanaman ubi jalar memiliki karakter pertumbuhan, yaitu tingginya pertumbuhan vegetatif yaitu daun dan batang.
Salah satu tindakan agronomi yang dapat dilakukan untuk mengendalikan pertumbuhan vegetatif pada tanaman ubi jalar adalah defoliasi.
Penelitian ini bertujuan untuk: mengkaji pengaruh berbagai waktu defoliasi terhadap pertumbuhan dan hasil pada 3 varietas ubi jalar, yaitu varietas Beta-1, varietas Sari dan varietas Antin-3.
Rancangan lingkungan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design), dengan menempatkan varietas ubi jalar (V) sebagai petak utama (Main Plot) dan waktu pemangkasan pucuk (Defoliasi) (P) sebagai anak petak (Sub Plot).
Defoliasi 45 maupun 65 HST menyebakan tingginya pertumbuhan organ vegetatif pada varietas Beta-1.
Defoliasi pada berbagai umur tidak dapat meningkatkan produksi ubi jalar varietas Beta-1, namun pada varietas Sari, Defoliasi 45 HST mampu meningkatkan hasil ton/ha.
Untuk varietas Antin-3, tanaman yang dipangkas 45 dan 65 HST hasil ton/ha meningkat secara nyata.
 .

Related Results

Pemanfaatan Ubi Jalar (Ipomea batatas) sebagai obat mabuk perjalanan
Pemanfaatan Ubi Jalar (Ipomea batatas) sebagai obat mabuk perjalanan
Lamongan merupakan daerah yang cukup subur sebagai penghasil polo pendem. Salah satu polo pendem yang cukup banyak di hasilkan di lamongan yaitu ubi jalar. Ubi jalar yang dikenal d...
Kajian Substitusi Sebagian Tepung Terigu dengan Tepung Ubi Jalar dalam Pembuatan Mie Kering untuk Mendukung Diversifikasi Pangan Lokal
Kajian Substitusi Sebagian Tepung Terigu dengan Tepung Ubi Jalar dalam Pembuatan Mie Kering untuk Mendukung Diversifikasi Pangan Lokal
Papua Barat merupakan provinsi penghasil ubi jalar yang tergolong besar, salah satunya adalah ubi jalar ungu. Selama ini, ubi jalar bagi masyarakat di Provinsi Papua Barat hanya di...
PENGARUH SUBSTITUSI UBI JALAR UNGUTERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK COOKIES UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas var Ayamurasaki)
PENGARUH SUBSTITUSI UBI JALAR UNGUTERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK COOKIES UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas var Ayamurasaki)
Ubi jalar ungu atau Ipomea batatas var Ayamurasaki merupakan salah satu tanaman yang berasal dari Amerika Selatan yang sukses dikembangkan di Indonesia sebagai tanaman pangan. Umbi...
PKM Ubi Jalar (Ipomme Batatas) Dalam Upaya Pertumbuhan Tulang dan Gigi pada Anak-Anak di Indragiri Hilir
PKM Ubi Jalar (Ipomme Batatas) Dalam Upaya Pertumbuhan Tulang dan Gigi pada Anak-Anak di Indragiri Hilir
Produksi ubi jalar di Provinsi Riau mengalami peningkatan dari tahun ke tahun disertai dengan jumlah penanaman yang juga meningkat. Tahun 2016 dengan produktivitas 4.904 ton, sedan...
Pemanfaatan Tanaman Menjalar Menjadi Makanan Ubi Crispy Pedas
Pemanfaatan Tanaman Menjalar Menjadi Makanan Ubi Crispy Pedas
Ubi jalar merupakan salah satu komoditas pangan lokal yang mudah untuk dibudidayakan, khususnya di Papua Barat ada beberapa varietas lokal ubi jalar yang dihasilkan. Selama ini ubi...
Analisis Kecepatan Putaran dan Jumlah Mata Pisau Stainless Steel terhadap Hasil Produksi pada Mesin Cutting Ubi Jalar
Analisis Kecepatan Putaran dan Jumlah Mata Pisau Stainless Steel terhadap Hasil Produksi pada Mesin Cutting Ubi Jalar
Ubi jalar sebagai salah satu bahan pangan yang mengandung karbohidrat tinggi, salah satu olahan ubi jalar yang sering dijumpai yakni keripik berbahan dasar ubi jalar putih. Permasa...
PROSPEK PENGEMBANGAN UBI JALAR DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT
PROSPEK PENGEMBANGAN UBI JALAR DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT
ABSTRAK Ubi jalar juga termasuk komoditas yang dapat meningkatkan petani. Ubi jalar juga merupakan kebutuhan pangan yang bersumber karbohidrat dan sumber protein nabati sehingga ...

Back to Top