Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

In Sacco Digestibility Sorghum Hydroponic Fodder From Different Cultivar And Harvest Time

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kultivar yang unggul dari dua kultivar yang berbeda dan waktu panen fodder sorgum hidroponik yang tepat berdasarkan laju degradasi nutrien pakan di dalam rumen. Bahan yang digunakan adalah Sorgum dengan kultivar KD4 dengan waktu panen 8 hari (K8), KD4 dengan waktu panen 12 hari (K12), Super 1 dengan waktu panen 8 hari (S8), dan Super 1 dengan waktu panen 12 hari (S12).  Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak lengkap berpola faktorial dengan kultivar sorgum (KD4 dan Super-1) sebagai faktor A dan waktu panen fodder sorgum hidroponik (8 dan 12 hari) sebagai faktor B. Data yang diambil adalah kecernaan bahan kering (BK) dalam rumen. Sampel diinkubasi dalam rumen ternak yang berfistula dengan interval waktu yang berbeda yaitu inkubasi: 2, 4, 8, 16, 24, dan 48 jam. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (ANOVA). Jika terdapat interaksi atau pengaruh utama faktor A atau faktor B akan diuji lanjut dengan uji Duncan. Hasil perhitungan in sacco rumen didapatkan nilai degradasi teori (DT) dari BK K8 22,99 %, K12 23,67 %, S8 13,37 %, S12 15,21 %.  Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya interaksi antara kedua faktor (kultivar dan waktu panen) terhadap nilai kinetik degradasi bahan pakan fodder sorgum hidroponik, tetapi menunjukkan hasil berbeda nyata (P<0,05) pada nilai fraksi terlarut dan DT dari BK pada jenis kultivar dan perbedaan yang tidak nyata pada waktu panen. Kesimpulan hasil penelitian ini bahwa waktu nilai rata-rata fraksi terlarut dan laju degradasi tidak berpengaruh pada waktu panen tetapi pada kultivar KD4 nilai rata-rata fraksi terlarut dan laju degradasi lebih tinggi dibandingkan Super-1.  
Title: In Sacco Digestibility Sorghum Hydroponic Fodder From Different Cultivar And Harvest Time
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kultivar yang unggul dari dua kultivar yang berbeda dan waktu panen fodder sorgum hidroponik yang tepat berdasarkan laju degradasi nutrien pakan di dalam rumen.
Bahan yang digunakan adalah Sorgum dengan kultivar KD4 dengan waktu panen 8 hari (K8), KD4 dengan waktu panen 12 hari (K12), Super 1 dengan waktu panen 8 hari (S8), dan Super 1 dengan waktu panen 12 hari (S12).
  Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak lengkap berpola faktorial dengan kultivar sorgum (KD4 dan Super-1) sebagai faktor A dan waktu panen fodder sorgum hidroponik (8 dan 12 hari) sebagai faktor B.
Data yang diambil adalah kecernaan bahan kering (BK) dalam rumen.
Sampel diinkubasi dalam rumen ternak yang berfistula dengan interval waktu yang berbeda yaitu inkubasi: 2, 4, 8, 16, 24, dan 48 jam.
Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (ANOVA).
Jika terdapat interaksi atau pengaruh utama faktor A atau faktor B akan diuji lanjut dengan uji Duncan.
Hasil perhitungan in sacco rumen didapatkan nilai degradasi teori (DT) dari BK K8 22,99 %, K12 23,67 %, S8 13,37 %, S12 15,21 %.
 Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya interaksi antara kedua faktor (kultivar dan waktu panen) terhadap nilai kinetik degradasi bahan pakan fodder sorgum hidroponik, tetapi menunjukkan hasil berbeda nyata (P<0,05) pada nilai fraksi terlarut dan DT dari BK pada jenis kultivar dan perbedaan yang tidak nyata pada waktu panen.
Kesimpulan hasil penelitian ini bahwa waktu nilai rata-rata fraksi terlarut dan laju degradasi tidak berpengaruh pada waktu panen tetapi pada kultivar KD4 nilai rata-rata fraksi terlarut dan laju degradasi lebih tinggi dibandingkan Super-1.
 .

Related Results

Effect of sorghum flour substitution on pasting behavior of wheat flour and application of composite flour in bread
Effect of sorghum flour substitution on pasting behavior of wheat flour and application of composite flour in bread
The objective of this study was to investigate the effect of sorghum flour substitution to wheat flour on pasting and thermal properties of the composite flours as well as firmness...
Evaluation of sugargraze (Sorghum bicolor), fodder maize (Zea mays) and sorghum (Sorghum bicolor) under different sources of nitrogen
Evaluation of sugargraze (Sorghum bicolor), fodder maize (Zea mays) and sorghum (Sorghum bicolor) under different sources of nitrogen
The present study was carried out at Karnal, Haryana during rainy (kharif) season of 201415 to estimate green fodder yield, dry fodder yield and nitrogen uptake in fodder maize (Ze...
Impact of adoption of hydroponic fodder production on pastoralist households’ income in Borena, Ethiopia
Impact of adoption of hydroponic fodder production on pastoralist households’ income in Borena, Ethiopia
Abstract This study assesses the adoption of hydroponic fodder production practice and how the adoption impacts pastoralist household income in Borena, Ethiopia. A ...
VIEWS OF SORGHUM GROWERS ABOUT CoFS 29 VARIETY REGARDING ITS USEFULNESS
VIEWS OF SORGHUM GROWERS ABOUT CoFS 29 VARIETY REGARDING ITS USEFULNESS
In Gujarat, sorghum is mainly cultivated for fodder purpose. Out of various zones of Gujarat, middle Gujarat is one of the remarkable zones of livestock population and farmers of t...
Nutritional Evaluation of Hydroponic Corn Fodder and its Effect as Substitute for Feed Concentrates for Buffalo Calves
Nutritional Evaluation of Hydroponic Corn Fodder and its Effect as Substitute for Feed Concentrates for Buffalo Calves
This study investigated the effects of hydroponic corn fodder on the growth performance of buffalo calves. Twelve Bulgarian Murrah buffalo calves were divided into two treatment gr...
Effect of Sorghum-Mung Bean Intercropping on Sorghum-Based Cropping System in the Lowlands of North Shewa, Ethiopia
Effect of Sorghum-Mung Bean Intercropping on Sorghum-Based Cropping System in the Lowlands of North Shewa, Ethiopia
Due to decreasing land units and a decline in soil fertility, integrating mung beans into the Sorghum production system is a viable option for increasing productivity and producing...
Analysis of Red Onion Hydroponic Cultivation Case Study at Fresh Hydroponic MSMEs
Analysis of Red Onion Hydroponic Cultivation Case Study at Fresh Hydroponic MSMEs
The purpose of the study is to find out the process of cultivating shallots using hydroponic techniques. The location of the study was conducted in Kedamean District, Gresik Regenc...

Back to Top