Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Permintaan Perjalanan Angkutan Umum Massal Kota Surabaya

View through CrossRef
Sebagaimana kota–kota metropolitan di dunia, kemacetan menjadi permasalahan utama dalam bidang transportasi perkotaan. Kemacetan terjadi pada umumnya karena ketidakseimbangan antara penyediaan (supply) dengan permintaan (demand). Usaha untuk menekan jumlah kendaraan di jalan, salah satunya, adalah dengan mempromosikan pengunaan angkutan umum kota. Oleh karena itu diperlukan sebuah perencanaan penyediaan fasilitas angkutan umum. Untuk memperkirakan permintaan angkutan umum dibangun model lalu lintas yang mereplikakan bangkitan, pola dan pembebanan perjalanan. Hasil kalibrasi model distribusi perjalanan menggunakan gravity model diperoleh fungsi impedance yang terbentuk dari fungsi waktu perjalanan dengan faktor  sebesar 0.063. Perbedaan mean trip length model (dengan observed adalah -5,4%. Mean trip length (MTL) model dengan angkutan umum adalah 17,04 menit dan hasil survai 18,02 menit. Model yang terbangun validasinya cukup baik dengan indikator R2 terhadap data observed sebesar 0,88. Hasil dari seluruh tahapan proses pemodelan diperoleh total permintaan perjalanan dengan angkutan umum tahun 2030 diperkirakan mencapai 67.800.434 penumpang/tahun. Kata kunci: Angkutan umum masal, Distribusi perjalanan, Gravity model. Abstract As metropolitan cities in the world, congestion becomes a major problem in the field of urban transport. Congestion occurs generally due to an imbalance between supplyand demand. Attempts to reduce the number of vehicles on the road, one of which, is to promote the utilization of public transport. Therefore we need a plan for the provision of public transport facilities. To estimate the demand for public transport, it is built transport model which is replicating the trip generation, trip distribution and trip assignment. The results of the trip distribution model calibration using a gravity model obtained impedance function which is formed from travel time functionby a factor of 0.063. Mean trip length difference between model and observed is equal -5,4%.Mean trip length (MTL) model utilizing public transportsis about 17.04 minutes whereasMTL resulted from traffic survey is about 18.02 minutes.The model validation is quite well with observed data by showing the R2 indicatorof about 0.88.The results fromall stages modeling process obtained total travel demand by public transport in the year of 2030 is estimated at about 67,800,434 passengers/year. Keywords: Mass transit, Trip distribution, Gravity model.
National Research and Innovation Agency
Title: Permintaan Perjalanan Angkutan Umum Massal Kota Surabaya
Description:
Sebagaimana kota–kota metropolitan di dunia, kemacetan menjadi permasalahan utama dalam bidang transportasi perkotaan.
Kemacetan terjadi pada umumnya karena ketidakseimbangan antara penyediaan (supply) dengan permintaan (demand).
Usaha untuk menekan jumlah kendaraan di jalan, salah satunya, adalah dengan mempromosikan pengunaan angkutan umum kota.
Oleh karena itu diperlukan sebuah perencanaan penyediaan fasilitas angkutan umum.
Untuk memperkirakan permintaan angkutan umum dibangun model lalu lintas yang mereplikakan bangkitan, pola dan pembebanan perjalanan.
Hasil kalibrasi model distribusi perjalanan menggunakan gravity model diperoleh fungsi impedance yang terbentuk dari fungsi waktu perjalanan dengan faktor  sebesar 0.
063.
Perbedaan mean trip length model (dengan observed adalah -5,4%.
 Mean trip length (MTL) model dengan angkutan umum adalah 17,04 menit dan hasil survai 18,02 menit.
Model yang terbangun validasinya cukup baik dengan indikator R2 terhadap data observed sebesar 0,88.
Hasil dari seluruh tahapan proses pemodelan diperoleh total permintaan perjalanan dengan angkutan umum tahun 2030 diperkirakan mencapai 67.
800.
434 penumpang/tahun.
Kata kunci: Angkutan umum masal, Distribusi perjalanan, Gravity model.
Abstract As metropolitan cities in the world, congestion becomes a major problem in the field of urban transport.
Congestion occurs generally due to an imbalance between supplyand demand.
Attempts to reduce the number of vehicles on the road, one of which, is to promote the utilization of public transport.
Therefore we need a plan for the provision of public transport facilities.
To estimate the demand for public transport, it is built transport model which is replicating the trip generation, trip distribution and trip assignment.
The results of the trip distribution model calibration using a gravity model obtained impedance function which is formed from travel time functionby a factor of 0.
063.
Mean trip length difference between model and observed is equal -5,4%.
Mean trip length (MTL) model utilizing public transportsis about 17.
04 minutes whereasMTL resulted from traffic survey is about 18.
02 minutes.
The model validation is quite well with observed data by showing the R2 indicatorof about 0.
88.
The results fromall stages modeling process obtained total travel demand by public transport in the year of 2030 is estimated at about 67,800,434 passengers/year.
Keywords: Mass transit, Trip distribution, Gravity model.
.

Related Results

ANALISA PERBANDINGAN KEPUASAN PENUMPANG ANGKUTAN UMUM DAN ANGKUTAN UMUM BERBASIS APLIKASI ( Studi Kasus : Masyarakat Kota Cianjur )
ANALISA PERBANDINGAN KEPUASAN PENUMPANG ANGKUTAN UMUM DAN ANGKUTAN UMUM BERBASIS APLIKASI ( Studi Kasus : Masyarakat Kota Cianjur )
Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kualitas pelayanan angkutan umum konvensional yang berupa angkutan kota dan angkutan umum berbasis aplikasi dengan sampel dari aplikasi...
STUDI PREFERENCE TRANSFORMASI MODA ANGKUTAN PRIBADI BERBASIS BIAYA PERJALANAN DAN WAKTU PERJALANAN
STUDI PREFERENCE TRANSFORMASI MODA ANGKUTAN PRIBADI BERBASIS BIAYA PERJALANAN DAN WAKTU PERJALANAN
Salah satu faktor penyebab kemacetan yakni pertambahan jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan pertambahan volume jalan. Pada masa sekarang ini umumnya masyarakat lebih memili...
PENGARUH ANGKUTAN UMUM ONLINE TERHADAP ANGKUTAN UMUM KONVENSIONAL (STUDI KASUS ANGKUTAN ADL DAN MAXIM DI KOTA MALANG)
PENGARUH ANGKUTAN UMUM ONLINE TERHADAP ANGKUTAN UMUM KONVENSIONAL (STUDI KASUS ANGKUTAN ADL DAN MAXIM DI KOTA MALANG)
Munculnya transportasi berbasis online menimbulkan aksi demonstrasi besar diwilayah jawa timur salah satunya dikota Malang,aksi dilakukan oleh para pengemudi angkutan konvensional ...
Analisis Karakteristik Perilaku Perjalanan Angkutan Umum Jenis Paratransit di Kota Magelang
Analisis Karakteristik Perilaku Perjalanan Angkutan Umum Jenis Paratransit di Kota Magelang
Mobilitas penduduk dari satu tempat ke tempat lain tidak lepas dari penggunaan angkutan umum. Penggunaan angkutan umum, khususnya jenis paratransit sempat mengalami stagnasi, diman...
EVALUASI KINERJA ANGKUTAN UMUM DI KOTA PALU
EVALUASI KINERJA ANGKUTAN UMUM DI KOTA PALU
Pelayanan angkutan umum di Kota Palu saat ini mengalami penurunan, yang ditandai dengan jumlah penumpang yang semakin sedikit setiap tahunnya. Namun demikian, angkutan umum m...
Integrasi Sistem Angkutan Umum Perkotaan Guna Meningkatkan Peran Perkeretaapian Di Kawasan Perkotaan Mebidangro
Integrasi Sistem Angkutan Umum Perkotaan Guna Meningkatkan Peran Perkeretaapian Di Kawasan Perkotaan Mebidangro
Kawasan Mebidangro memiliki permasalahan transportasi berupa kemacetan di jam sibuk karena rendahnya pengguna angkutan umum, simpul transportasi yang sepi dari aktifitas penumpang,...
Evaluasi Kinerja Angkutan Perkotaan K-02 Kota Bekasi
Evaluasi Kinerja Angkutan Perkotaan K-02 Kota Bekasi
Abstract. The K-02 city transport route is one of the longest route among the 78 city transport routes operating in Bekasi City. The K-02 city transport traverses densely populated...
STUDI PREFERENSI PENGGUNA MODA ANGKUTAN PRIBADI BERDASARKAN KUALITAS PELAYANAN ANGKUTAN UMUM DAN PREFERENSI ANGKUTAN PRIBADI
STUDI PREFERENSI PENGGUNA MODA ANGKUTAN PRIBADI BERDASARKAN KUALITAS PELAYANAN ANGKUTAN UMUM DAN PREFERENSI ANGKUTAN PRIBADI
Salah satu faktor penyebab kemacetan yakni pertambahan jumlah kendaraan yang tidak sebanding denganpertambahan volume jalan. Pada masa sekarang ini umumnya masyarakat lebih memilih...

Back to Top