Javascript must be enabled to continue!
Program PDS UPI dalam Pendidikan Jasmani: Membumikan Penjas Bernuansa Mendidik
View through CrossRef
Physical Education lesson in school still displays a typical impression that deliver a particular feeling coveying that PE is hard, stiff, and often rough and creepy. As the consequence, children in the PE lesson take an indifferent attitude or enjoy it all by being what is expected from the said situations. The LD UPI program for PE in Elementary Schools became a catalyst for the paradigm shift at the school, especially for respected in-service PE teachers, and at the same time for students who were undertaking the internship program as pre-service teachers. With directly seeing the lecturers' actions in teaching for over 8 times repetition, it was believed that the paradigm change has taken place as has been expected, and it was accompanied by changes and improvements in teaching skills, in addition to strengthening their mastery of pedagogical content knowledge. This manuscript is a resume of best practices generated from the LDS in PE program, which can be used as a reference both for improving teachers’ teaching competencies in Schools, and for reconstructing the PETE program curriculum at Higher Learning level. AbstrakPenjas di Sekolah masih menampilkan wajah yang keras, kaku, bahkan sering kasar dan menyeramkan. Sebagai konsekuensinya, anak dalam pelajaran Penjas mengambil sikap tidak peduli atau sekalian menikmatinya dengan menjadi apa yang seolah diharapkan dari Penjas demikian. Program PDS UPI untuk Penjas di Sekolah Dasar, menjadi katalisator bagi upaya perubahan paradigm Penjas di sekolah, terutama bagi para guru Penjas dalam jabatan, dan sekaligus bagi para mahasiswa yang sedang melakukan PPL serta guru Pra-Jabatan. Dengan melihat aksi dosen dalam mengajar yang berulang hingga 8 kali pertemuan, diyakini perubahan paradigm itu sekaligus diiringi perubahan dan peningkatan keterampilan mengajar, di samping memantapkan penguasaan mereka terhadap pedagogical content knowledge. Naskah ini merupakan sebuah paparan best-practices yang dihasilkan dari program PDS Penjas di Lab School UPI, yang dapat dijadikan rujukan baik bagi peningkatan kompetensi mengajar guru di Sekolah, maupun bagi penyempurnaan kurikulum program PETE di PT.
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Title: Program PDS UPI dalam Pendidikan Jasmani: Membumikan Penjas Bernuansa Mendidik
Description:
Physical Education lesson in school still displays a typical impression that deliver a particular feeling coveying that PE is hard, stiff, and often rough and creepy.
As the consequence, children in the PE lesson take an indifferent attitude or enjoy it all by being what is expected from the said situations.
The LD UPI program for PE in Elementary Schools became a catalyst for the paradigm shift at the school, especially for respected in-service PE teachers, and at the same time for students who were undertaking the internship program as pre-service teachers.
With directly seeing the lecturers' actions in teaching for over 8 times repetition, it was believed that the paradigm change has taken place as has been expected, and it was accompanied by changes and improvements in teaching skills, in addition to strengthening their mastery of pedagogical content knowledge.
This manuscript is a resume of best practices generated from the LDS in PE program, which can be used as a reference both for improving teachers’ teaching competencies in Schools, and for reconstructing the PETE program curriculum at Higher Learning level.
AbstrakPenjas di Sekolah masih menampilkan wajah yang keras, kaku, bahkan sering kasar dan menyeramkan.
Sebagai konsekuensinya, anak dalam pelajaran Penjas mengambil sikap tidak peduli atau sekalian menikmatinya dengan menjadi apa yang seolah diharapkan dari Penjas demikian.
Program PDS UPI untuk Penjas di Sekolah Dasar, menjadi katalisator bagi upaya perubahan paradigm Penjas di sekolah, terutama bagi para guru Penjas dalam jabatan, dan sekaligus bagi para mahasiswa yang sedang melakukan PPL serta guru Pra-Jabatan.
Dengan melihat aksi dosen dalam mengajar yang berulang hingga 8 kali pertemuan, diyakini perubahan paradigm itu sekaligus diiringi perubahan dan peningkatan keterampilan mengajar, di samping memantapkan penguasaan mereka terhadap pedagogical content knowledge.
Naskah ini merupakan sebuah paparan best-practices yang dihasilkan dari program PDS Penjas di Lab School UPI, yang dapat dijadikan rujukan baik bagi peningkatan kompetensi mengajar guru di Sekolah, maupun bagi penyempurnaan kurikulum program PETE di PT.
.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
On the Leakage and Dynamic Force Coefficients of a Novel Stepped Shaft Pocket Damper Seal: Experimental and Numerical Verification
On the Leakage and Dynamic Force Coefficients of a Novel Stepped Shaft Pocket Damper Seal: Experimental and Numerical Verification
Abstract
High performance turbomachinery favors annular seals with a large damping coefficient to ensure rotor system stability. Pocket damper seals (PDSs), a variat...
Reducing the true cost of food-based safety nets: evidence from India’s subsidized food program
Reducing the true cost of food-based safety nets: evidence from India’s subsidized food program
Abstract
Public procurement of food plays a pivotal role in determining the production and consumption of various food items. This is particularly true for staple gr...
Makalah aktivitas kebugaran jasmani- Vania Amanda Putri Alwi-X MIA 3
Makalah aktivitas kebugaran jasmani- Vania Amanda Putri Alwi-X MIA 3
PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang Kebugaran jasmani sangat penting dalam menunjang aktifitas kehidupan sehari-hari, akan tetapi nilai kebugaran jasmani tiap-tiap orang berb...
Analisis Tingkat Kebugaran Jasmani pada Siswa kelas X MAN 1 Tanjung Jabung Barat
Analisis Tingkat Kebugaran Jasmani pada Siswa kelas X MAN 1 Tanjung Jabung Barat
Berdasarkan permasalahan-permasalahan Setiap penelitian yang dikerjakan selalu memiliki tujuan akhir untuk memperoleh gambaran yang jelas dan bermanfaat bagi yang menggunakannya. A...
Primary Debulking Surgery (PDS) is Preferable to Interval Debulking Surgery (IDS) in Advanced Ovarian Cancer when High Complete Cytoreduction Rates (R0) are Achieved: a retrospective cohort study
Primary Debulking Surgery (PDS) is Preferable to Interval Debulking Surgery (IDS) in Advanced Ovarian Cancer when High Complete Cytoreduction Rates (R0) are Achieved: a retrospective cohort study
Objective: To compare the survival rates in advanced ovarian cancer
patients undergoing Primary Debulking Surgery (PDS) and Interval
Debulking Surgery (IDS). Moreover, to compare t...
PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN PRESTASI
PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN PRESTASI
Abstrak: Pendidikan jasmani akan merupakan bagian yang sangat vital dan bermakna di sekolah jika dibimbing secara layak, salah satu kontribusi mata pelajaran pendidikan jasmani dan...
STRATEGI GURU DALAM MENDIDIK KECERDASAN EMOSIONAL SISWA
STRATEGI GURU DALAM MENDIDIK KECERDASAN EMOSIONAL SISWA
Pendidikan kecerdasan emosional adalah pendidikan untuk mampu mengenali. Mengekspresikan dan mengelola emosi, baik emosi dirinya sendiri maupun emosi orang lain. Dengan tindakan ko...

