Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Gambaran Tingkat Pengetahuan Perawatan Luka Pada Penderita Diabetes Melitus Di Desa Sekarsuli

View through CrossRef
Pengetahuan perawatan luka pada penderita diabetes mellitus sangat penting. Jika luka tidak segera di tangani akan memperparah luka dan menimbulkan komplikasi seperti koma hipoglikemia, ketoasidosis, koma hiposomolarnekrotik dan amputasi. Penderita yang masih kurang memahami perawatan luka diabetes mellitus akan memperburuk kondisi penderita. Tingkat pengetahuan penderita akan menentukan bagaimana sikap dan tindakan penderita dalam melakukan perawatan luka Penelitian ini bertujuan untuk tingkat pengetahuan perawatan luka pada penderita diabetes mellitus. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini sebanyak 40 responden menggunakan teknik total sampling. Analisa data menggunakan Analisa univariat berupa distribusi frekuensi dan presentase. Teknik pengambilan menggunakan kuisioner yang telah dilakukan uji validitas dengan kriteria pengetahuan baik sebanyak 36 responden (90,0%), pengetaahuan cukup sebanyak 2 responden (5,0%),dan pengetahuan kurang sebanyak 2 responden (5,0%). Hasil penelitian diketahui rata-rata usia responden 50,03 tahun, jenis kelamin mayoritas laki-laki sebanyak 31 responden (77,5%), tingkat pendidikan responden sebagian besar SMP sebanyak 16 responden (40,0%), pekerjaan mayoritas bekerja diluar sebanyak 18 responden (45,0%), penerimaan edukasi sebanyak 31 responden (77,5%), dan tingkat pengetahuan perawatan luka pada penderita diabetes mellitus di Desa Sekarsuli sebagian besar pada kategori pengetahuan baik sebesar (90,0%) atau 36 responden. Gambaran tingkat pengetahuan perawatan luka pada penderita diabetes mellitus di desa Sekarsuli dalam kategori baik.
Universitas Muhammadiyah Klaten
Title: Gambaran Tingkat Pengetahuan Perawatan Luka Pada Penderita Diabetes Melitus Di Desa Sekarsuli
Description:
Pengetahuan perawatan luka pada penderita diabetes mellitus sangat penting.
Jika luka tidak segera di tangani akan memperparah luka dan menimbulkan komplikasi seperti koma hipoglikemia, ketoasidosis, koma hiposomolarnekrotik dan amputasi.
Penderita yang masih kurang memahami perawatan luka diabetes mellitus akan memperburuk kondisi penderita.
Tingkat pengetahuan penderita akan menentukan bagaimana sikap dan tindakan penderita dalam melakukan perawatan luka Penelitian ini bertujuan untuk tingkat pengetahuan perawatan luka pada penderita diabetes mellitus.
Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif.
Populasi penelitian ini sebanyak 40 responden menggunakan teknik total sampling.
Analisa data menggunakan Analisa univariat berupa distribusi frekuensi dan presentase.
Teknik pengambilan menggunakan kuisioner yang telah dilakukan uji validitas dengan kriteria pengetahuan baik sebanyak 36 responden (90,0%), pengetaahuan cukup sebanyak 2 responden (5,0%),dan pengetahuan kurang sebanyak 2 responden (5,0%).
Hasil penelitian diketahui rata-rata usia responden 50,03 tahun, jenis kelamin mayoritas laki-laki sebanyak 31 responden (77,5%), tingkat pendidikan responden sebagian besar SMP sebanyak 16 responden (40,0%), pekerjaan mayoritas bekerja diluar sebanyak 18 responden (45,0%), penerimaan edukasi sebanyak 31 responden (77,5%), dan tingkat pengetahuan perawatan luka pada penderita diabetes mellitus di Desa Sekarsuli sebagian besar pada kategori pengetahuan baik sebesar (90,0%) atau 36 responden.
Gambaran tingkat pengetahuan perawatan luka pada penderita diabetes mellitus di desa Sekarsuli dalam kategori baik.

Related Results

Hubungan Pengetahuan Merawat Luka Dengan Kejadian Ulkus Diabetikum Pada Kaki Penderita Diabetes
Hubungan Pengetahuan Merawat Luka Dengan Kejadian Ulkus Diabetikum Pada Kaki Penderita Diabetes
Diabetes Melitus (DM) dikenal dengan sebutan penyakit gula darah atau kencing manis. Diabetes melitus tipe 1 atau disebut juga dengan insulin dependent diabetes melitus merupakan t...
Analisis Faktor Risiko Penyebab Diabetes Melitus dengan Menggunakan Regresi Logistik Biner
Analisis Faktor Risiko Penyebab Diabetes Melitus dengan Menggunakan Regresi Logistik Biner
Penyakit Diabetes Melitus adalah salah satu penyakit tidak menular dengan jumlah penderita yang meningkat setiap tahunnya.  Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar di tahun 2018, p...
PERAWATAN LUKA DENGAN ALOE VERA GEL PADA PASIEN DENGAN ULKUS DIABETIKUM
PERAWATAN LUKA DENGAN ALOE VERA GEL PADA PASIEN DENGAN ULKUS DIABETIKUM
Data dari Organisasi International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2021 terdapat 537 juta individu di dunia menderita diabetes dan dari data tersebut di negara Indonesia yang ...
Pendidikan dan promosi kesehatan tentang diabetes mellitus
Pendidikan dan promosi kesehatan tentang diabetes mellitus
Health education and promotion about diabetes mellitus Introduction: Diabetes mellitus in Indonesia is a serious threat to health development. The 2010 NCD World Health Organizatio...
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PERAWATAN LUKA KANKER BERBASIS MOBILE APP: LITERATUR REVIEW
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PERAWATAN LUKA KANKER BERBASIS MOBILE APP: LITERATUR REVIEW
Latar Belakang: Luka kanker merupakan salah satu permasalahan pada penyakit kanker. Luka kanker termasuk dalam luka kronis dimana ada kegagalan atau faktor penghambat pada proses p...
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Self Care Manajemen pada Penderita Diabetes Melitus Di Kota Lhokseumawe, Aceh
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Self Care Manajemen pada Penderita Diabetes Melitus Di Kota Lhokseumawe, Aceh
Abstrak Dukungan keluarga dalam perawatan penderita diabetes melitus sangatlah penting untuk meminimalkan terjadinya komplikasi, serta memperbaiki kadar gula darah serta meningka...
PENGARUH PERAWATAN LUKA DENGAN METODE MODERN DRESSING (TEKNIK MOIST WOUND HEALING) PADA PASEIN ULKUS DIABETIKUM (LITERATURE REVIEW)
PENGARUH PERAWATAN LUKA DENGAN METODE MODERN DRESSING (TEKNIK MOIST WOUND HEALING) PADA PASEIN ULKUS DIABETIKUM (LITERATURE REVIEW)
Pada penderita Diabetes mellitus akan terjadi gangguan pada Neuropati perifer yang menyebabkan kerusakan pada saraf tepi, yaitu saraf otonom (gerak tubuh yang tidak sadar), saraf m...

Back to Top