Javascript must be enabled to continue!
Upaya Pencegahan Stunting: Sosialisasi dan Pemberian Tablet Tambah Darah bagi Remaja Putri di Desa Ngombakan
View through CrossRef
Stunting merupakan masalah kesehatan yang signifikan di Negara Indonesia, terutama di komunitas pedesaan seperti Desa Ngombakan. Kekurangan gizi pada masa remaja mempengaruhi perkembangan janin dan kesehatan reproduksi di masa depan, sehingga menjadi salah satu penyebab utama stunting. Oleh karena itu, intervensi dini diperlukan untuk mencegah stunting, termasuk memantau asupan gizi remaja perempuan. Artikel ini membahas inisiatif untuk mengurangi stunting pada remaja putri di Desa Ngombakan dengan memberikan Tablet Tambah Darah (TTD) dan mendorong kemampuan bersosialisasi. Kegiatan ini memanfaatkan pemeriksaan kesehatan, konseling gizi, dan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin kepada remaja putri. Hasil dari sosialisasi dan intervensi ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan gizi dan pemahaman akan pentingnya mengkonsumsi Tablet Tambah Darah secara rutin. Selain itu, pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) kepada remaja putri dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin dan menghindari anemia, yang merupakan salah satu faktor risiko stunting pada anak di masa depan. Diharapkan desa-desa lain akan mengadopsi inisiatif ini sebagai model yang sukses dan tahan lama untuk mencegah stunting.
Title: Upaya Pencegahan Stunting: Sosialisasi dan Pemberian Tablet Tambah Darah bagi Remaja Putri di Desa Ngombakan
Description:
Stunting merupakan masalah kesehatan yang signifikan di Negara Indonesia, terutama di komunitas pedesaan seperti Desa Ngombakan.
Kekurangan gizi pada masa remaja mempengaruhi perkembangan janin dan kesehatan reproduksi di masa depan, sehingga menjadi salah satu penyebab utama stunting.
Oleh karena itu, intervensi dini diperlukan untuk mencegah stunting, termasuk memantau asupan gizi remaja perempuan.
Artikel ini membahas inisiatif untuk mengurangi stunting pada remaja putri di Desa Ngombakan dengan memberikan Tablet Tambah Darah (TTD) dan mendorong kemampuan bersosialisasi.
Kegiatan ini memanfaatkan pemeriksaan kesehatan, konseling gizi, dan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin kepada remaja putri.
Hasil dari sosialisasi dan intervensi ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan gizi dan pemahaman akan pentingnya mengkonsumsi Tablet Tambah Darah secara rutin.
Selain itu, pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) kepada remaja putri dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin dan menghindari anemia, yang merupakan salah satu faktor risiko stunting pada anak di masa depan.
Diharapkan desa-desa lain akan mengadopsi inisiatif ini sebagai model yang sukses dan tahan lama untuk mencegah stunting.
Related Results
ANALISIS PERILAKU MAHASISWI STIKES PANTI KOSALA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
ANALISIS PERILAKU MAHASISWI STIKES PANTI KOSALA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
Prevalensi balita stunting di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 24.4%, sehingga untuk memenuhi target prevalensi hingga 14,9% pada tahun 2025 perlu terus dilakukan upaya untuk menu...
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Edukasi gizi dengan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting
Background: Stunting remains a significant public health problem in Indonesia. Data from the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) shows that the national stunting preva...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Effectiveness Of Android Application Ceting On Screening Of Stunting Risk Factors In Pregnant Women
Effectiveness Of Android Application Ceting On Screening Of Stunting Risk Factors In Pregnant Women
Latar Belakang: Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, prevalensi stunting saat ini masih berada pada angka 24,4% atau 5,33 juta balita, belum men...
Cegah Kejadian Stunting melalui Kesehatan Remaja Putri di Desa Batur Tengah Kintamani
Cegah Kejadian Stunting melalui Kesehatan Remaja Putri di Desa Batur Tengah Kintamani
Kesehatan remaja putri di Desa Batur tengah kurang mendapatkan perhatian. Sedangkan kesehatan remaja putri yang buruk dapat memicu terjadinya kelainan pada bayi yang dilahirkan ter...
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA WANITA TENTANG PENTINGNYA MENGONSUMSI TABLET PENINGKATAN DARAH DI KOTA BANJARBARU
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA WANITA TENTANG PENTINGNYA MENGONSUMSI TABLET PENINGKATAN DARAH DI KOTA BANJARBARU
ABSTRAKAnemia adalah menurunnya jumlah massa eritrosit (red cell mass) sehingga jumlah oksigen ke jaringan prifer tidak terpenuhi. Anemia sering menyerang remaja putri karena keada...
Pencegahan Stunting melalui Pengembangan Kewirausahaan dan Capacity Building Masyarakat Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah
Pencegahan Stunting melalui Pengembangan Kewirausahaan dan Capacity Building Masyarakat Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah
Angka stunting Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah setiap tahun mengalami penurunan. Angka kasus stunting di Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2020 sebesar 7,33%, pada tahun 2021 menurun...
Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) terhadap Kenaikan Tinggi Badan dan Berat Badan Balita Stunting di Puskesmas Gunung Kaler Tangerang
Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan (PMT) terhadap Kenaikan Tinggi Badan dan Berat Badan Balita Stunting di Puskesmas Gunung Kaler Tangerang
ABSTRACTÂ WHO in 2020 stated that the prevalence of stunting under five worldwide was 22 percent or as many as 149.2 million. The prevalence of stunting in Indonesia (24.4%) is bett...

