Javascript must be enabled to continue!
PENGARUH KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA LANSIA DENGAN RHEUMATOID ARTHRITIS
View through CrossRef
Rheumatoid arthritis merupakan kondisi inflamasi kronis yang sering terjadi pada lanjut usia dan menyebabkan nyeri sendi yang persisten, kekakuan, serta keterbatasan fungsi. Tujuan Penelitian untuk menilai pengaruh terapi kompres hangat terhadap nyeri sendi pada lansia yang didiagnosis rheumatoid arthritis di layanan kesehatan primer. Metode penelitian quasi-eksperimen dengan kelompok perlakuan yang menerima terapi kompres hangat terstandar dan kelompok kontrol yang menerima perawatan biasa. Intensitas nyeri diukur sebelum dan setelah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale. Hasil penelitian Intervensi kompres hangat diberikan selama 20–25 menit pada suhu 40–45°C, tiga kali seminggu selama dua minggu. Temuan menunjukkan penurunan nyeri yang signifikan pada semua peserta dalam kelompok perlakuan, dari nyeri ringan dan sedang menjadi tanpa nyeri setelah intervensi. Sementara itu, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan tingkat nyeri. Temuan ini sejalan dengan bukti yang ada yang menyoroti manfaat fisiologis terapi panas, termasuk vasodilatasi, peningkatan sirkulasi, pengurangan spasme otot, dan modulasi sinyal nosiseptif. Studi ini mendukung terapi kompres hangat sebagai modalitas non-farmakologis yang efektif, berisiko rendah, dan efektif untuk mengurangi nyeri. Kesimpulan Terapi kompres hangat menunjukkan potensi yang kuat sebagai intervensi yang mudah diakses dan praktis untuk meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan fungsional pada lansia yang tinggal di komunitas dengan rheumatoid arthritis.
Poltekkes Kemenkes Sorong
Title: PENGARUH KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA LANSIA DENGAN RHEUMATOID ARTHRITIS
Description:
Rheumatoid arthritis merupakan kondisi inflamasi kronis yang sering terjadi pada lanjut usia dan menyebabkan nyeri sendi yang persisten, kekakuan, serta keterbatasan fungsi.
Tujuan Penelitian untuk menilai pengaruh terapi kompres hangat terhadap nyeri sendi pada lansia yang didiagnosis rheumatoid arthritis di layanan kesehatan primer.
Metode penelitian quasi-eksperimen dengan kelompok perlakuan yang menerima terapi kompres hangat terstandar dan kelompok kontrol yang menerima perawatan biasa.
Intensitas nyeri diukur sebelum dan setelah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale.
Hasil penelitian Intervensi kompres hangat diberikan selama 20–25 menit pada suhu 40–45°C, tiga kali seminggu selama dua minggu.
Temuan menunjukkan penurunan nyeri yang signifikan pada semua peserta dalam kelompok perlakuan, dari nyeri ringan dan sedang menjadi tanpa nyeri setelah intervensi.
Sementara itu, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan tingkat nyeri.
Temuan ini sejalan dengan bukti yang ada yang menyoroti manfaat fisiologis terapi panas, termasuk vasodilatasi, peningkatan sirkulasi, pengurangan spasme otot, dan modulasi sinyal nosiseptif.
Studi ini mendukung terapi kompres hangat sebagai modalitas non-farmakologis yang efektif, berisiko rendah, dan efektif untuk mengurangi nyeri.
Kesimpulan Terapi kompres hangat menunjukkan potensi yang kuat sebagai intervensi yang mudah diakses dan praktis untuk meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan fungsional pada lansia yang tinggal di komunitas dengan rheumatoid arthritis.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PERBEDAAN PEMBERIAN KOMPRES AIR HANGAT DENGAN KOMPRES JAHE TERHADAP PENURUNAN NYERI REMATIK PADA LANSIA: STUDI KASUS
PERBEDAAN PEMBERIAN KOMPRES AIR HANGAT DENGAN KOMPRES JAHE TERHADAP PENURUNAN NYERI REMATIK PADA LANSIA: STUDI KASUS
Pendahuluan: Rematik merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering terjadi pada lansia. Rematik menyerang anggota tubuh yang bergerak, yaitu bagian tubuh yang berhubungan...
PENERAPAN KOMPRES JAHE HANGAT DALAM MENURUNKAN NYERI SENDI PADA LANSIA DENGAN RHEUMATOID ATHRITIS
PENERAPAN KOMPRES JAHE HANGAT DALAM MENURUNKAN NYERI SENDI PADA LANSIA DENGAN RHEUMATOID ATHRITIS
Rheumatoid arthritis merupakan gangguan autoimun yang menyebabkan peradangan sendi yang mengakibatkan nyeri, bengkak, dan kerusakan sendi sinovial yang terjadi secara kronis. Cara ...
Efektivitas kompres air hangat jahe terhadap penurunan skala nyeri sendi rheumatoid arthritis: Literature review
Efektivitas kompres air hangat jahe terhadap penurunan skala nyeri sendi rheumatoid arthritis: Literature review
Background: Red ginger, often known as Zingiber officinale var. rubrum, is a rhizome plant used as a spice and has medicinal properties in pharmacology. Its active compounds, such ...
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI KOMPRES HANGAT WARM WATER ZAK (WWZ) TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENOREA
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI KOMPRES HANGAT WARM WATER ZAK (WWZ) TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENOREA
Pendahuluan : Angka kejadian dismenore di Indonesia sebesar 64,25% yang terdiri dari 54,89% mengalami dismenore primer dan 9,36% Â mengalami dismenore sekunder. Terapi non farmakol...
Penerapan Kompres Hangat Jahe Merah Terhadap Manajemen Nyeri Pada Pasien Gout Arthritis
Penerapan Kompres Hangat Jahe Merah Terhadap Manajemen Nyeri Pada Pasien Gout Arthritis
Gout Arthritis merupakan peradangan pada sendi yang diakibatkan oleh peningkatan kadar asam urat dalam darah, karena terganggunya metabolisme purin (hiperurisemia) dalam tubuh yang...
PENGARUH KOMPRES SERAI HANGAT TERHADAP SKALA NYERI ARTRITIS RHEUMATOID PADA LANSIA DI PANTI NOOR FATIMAH PALEMBANG
PENGARUH KOMPRES SERAI HANGAT TERHADAP SKALA NYERI ARTRITIS RHEUMATOID PADA LANSIA DI PANTI NOOR FATIMAH PALEMBANG
Abstrak
Arthritis Rhematoid (AR) adalah suatu penyakit sistemik yang bersifat progresif, cenderung menjadi kronis, dan mengenai sendi serta jaringan lunak. Salah satu non- farmako...
PENERAPAN KOMPRES HANGAT BULI-BULI UNTUK MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PADA Ny. D DENGAN GOUT ARTHRITIS DI WILAYAH PUSKESMAS KUTASARI KABUPATEN PURBALINGGA
PENERAPAN KOMPRES HANGAT BULI-BULI UNTUK MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PADA Ny. D DENGAN GOUT ARTHRITIS DI WILAYAH PUSKESMAS KUTASARI KABUPATEN PURBALINGGA
Berdasarkan data Riskesdas (2018), persentase permasalahan sendi gout arthritis di Indonesia sebanyak 7,3% dari diagnosis dokter. Gout arthritis merupakan penyakit metabolik yang d...

