Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Dari Eksklusifitas ke Inklusifitas: Pergeseran Pencurahan Roh dari PL ke PB Berdasarkan Yoel 2:28-29

View through CrossRef
Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kepustakaan, dengan pendekatan eksegesis. Eksegesis akan dilakukan pada teks Yoel 2:28-29 dengan bantuan literatur-literatur dan sumber-sumber buku serta jurnal artikel teologi yang berhubungan dengan artikel ini. Artikel ini mengkaji pencurahan Roh Kudus yang dinubuatkan oleh Nabi Yoel dalam Yoel 2:28-29 dan dampaknya terhadap paradigma kehidupan rohani gereja masa kini. Nubuat tersebut mengisyaratkan sebuah pergeseran besar dalam cara Tuhan menyatakan diri-Nya kepada umat-Nya, dari pencurahan Roh Kudus yang eksklusif yaitu hanya bagi orang terpilih saja menjadi pencurahan yang inklusif kepada semua orang, tanpa memandang status sosial, jenis kelamin, atau usia. Melalui penelitian ini, artikel ini bertujuan untuk menemukan dan menawarkan implikasi teologis dari pencurahan Roh Kudus yang lebih inklusif yaitu kepada semua orang yang percaya, yang memungkinkan setiap individu untuk berpartisipasi dalam pelayanan dan misi gereja. Berdasarkan analisis terhadap teks Yoel dan penerapannya dalam konteks gereja masa kini, artikel ini menunjukkan bagaimana pencurahan Roh Kudus mengubah cara pandang gereja terhadap pelayanan, misi, dan hubungan pribadi dengan Tuhan.
Title: Dari Eksklusifitas ke Inklusifitas: Pergeseran Pencurahan Roh dari PL ke PB Berdasarkan Yoel 2:28-29
Description:
Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kepustakaan, dengan pendekatan eksegesis.
Eksegesis akan dilakukan pada teks Yoel 2:28-29 dengan bantuan literatur-literatur dan sumber-sumber buku serta jurnal artikel teologi yang berhubungan dengan artikel ini.
Artikel ini mengkaji pencurahan Roh Kudus yang dinubuatkan oleh Nabi Yoel dalam Yoel 2:28-29 dan dampaknya terhadap paradigma kehidupan rohani gereja masa kini.
Nubuat tersebut mengisyaratkan sebuah pergeseran besar dalam cara Tuhan menyatakan diri-Nya kepada umat-Nya, dari pencurahan Roh Kudus yang eksklusif yaitu hanya bagi orang terpilih saja menjadi pencurahan yang inklusif kepada semua orang, tanpa memandang status sosial, jenis kelamin, atau usia.
Melalui penelitian ini, artikel ini bertujuan untuk menemukan dan menawarkan implikasi teologis dari pencurahan Roh Kudus yang lebih inklusif yaitu kepada semua orang yang percaya, yang memungkinkan setiap individu untuk berpartisipasi dalam pelayanan dan misi gereja.
Berdasarkan analisis terhadap teks Yoel dan penerapannya dalam konteks gereja masa kini, artikel ini menunjukkan bagaimana pencurahan Roh Kudus mengubah cara pandang gereja terhadap pelayanan, misi, dan hubungan pribadi dengan Tuhan.

Related Results

Makna Roh Kudus dalam Alkitab
Makna Roh Kudus dalam Alkitab
Berdoa dengan bergemataran yang sangat laku sekitar 30 tahun yang lalu, yang sekarang sudah tidak laku lagi; berdoa dengan tidak bertanggung jawab dan tanpa diterjemahkan; kejang-k...
Roh Kudus Dalam Surat-Surat Paulus
Roh Kudus Dalam Surat-Surat Paulus
Dalam penulisan ini, penulis menemukan pandangan orang kristiani terhadap roh kudus yang sangat merujuk kepada kepercayaan hal ini sangat konkrit dalam bagian ke tiga Pengakuan Ima...
BAB VIII. DEWA DAN ROH
BAB VIII. DEWA DAN ROH
1. Sang Pencipta. 2. Langit dan bumi. 3. Nabi. 4. Penciptaan. 5. Penciptaan manusia dari beras dan air liur. 6. Penciptaan manusia dari tulang rusuk. 7. Alatala, Sang Pemelihara. 8...
Polemik Bahasa Roh sebagai tanda awal baptisan Roh Kudus
Polemik Bahasa Roh sebagai tanda awal baptisan Roh Kudus
Abstract One of the main factors in church growth is the role of the power of the Holy Spirit in enabling humanity to respond to the preaching of the Gospel. However, to this day, ...
Roh Kudus: Pribadi Ketiga dari Allah Trinitas─ Api Penginjilan Bagi Bangsa-bangsa
Roh Kudus: Pribadi Ketiga dari Allah Trinitas─ Api Penginjilan Bagi Bangsa-bangsa
Abstract:The doctrine of the Trinity states that God is Father, Son, and Holy Spirit, three persons in one essence. The Holy Spirit is the third person of the Trinity, and as a div...
Roh Kudus Dalam Alkitab
Roh Kudus Dalam Alkitab
Beginning in the 4th century (319) because it teaches heresy in terms of the Trinity, this heresy was taught by Arius, a priest from Alexandria, he wanted to simplify the mystery o...
Genome-wide assessment of runs of homozygosity in Sahiwal cattle of Pakistan
Genome-wide assessment of runs of homozygosity in Sahiwal cattle of Pakistan
Abstract Runs of homozygosity (ROH) are extensive stretches of homozygous genotypes present in an individual genome inherited from each of its pa...
IMPLEMENTASI PERANAN ROH KUDUS MELALUI LAYANAN KONSELING KRISTEN BAGI REMAJA
IMPLEMENTASI PERANAN ROH KUDUS MELALUI LAYANAN KONSELING KRISTEN BAGI REMAJA
Peranan Roh Kudus sudah banyak dibahas oleh para peneliti lainnya, beberapa topik telah didiskusikan secara spesifik oleh para peneliti tersebut, namun pada penelitian kali ini aka...

Back to Top