Javascript must be enabled to continue!
PENGUNGKAPAN DIRI ANTARA REMAJA JAWA DAN MADURA
View through CrossRef
Kebudayaan yang merupakan produk dari budaya memiliki pengaruh dalam pengungkapan diri seseorang. Tiap-tiap masyarakat dengan corak budaya masing-masing memberikan aturan tertentu atas individu pantas atau tidak pantas mengungkapkan diri. Suku Jawa dan Madura memiliki nilai-nilai budaya yang digunakan sebagai pedoman menjalani kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan pengungkapan diri antara remaja Jawa dan Madura. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sampel adalah mahasiswa yang berusia antara 17-22 tahun berjumlah 50 orang suku Jawa dan 50 orang suku Madura. Pengambilan sampel dengan tehnik accidental sampling (non probability sampling). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala Thurstone, yaitu skala pengungkapan diri. Adapun metode analisa data yang digunakan adalah t-test. Hasil penelitiaan menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (t= -10.966; p= 0.000) pengungkapan diri antara remaja Jawa dan Madura. Remaja Madura memiliki tingkat pengungkapan diri yang lebih tinggi (3.1394) dibandingkan dengan remaja Jawa (2.7466). Kata kunci: Pengungkapan diri, Remaja Jawa dan Madura. Culture is a product have an influence in the disclosure of a person. Each community with cultural patterns each providing specific rules for individual worth or not worth expressing themselves. The Javanese and Madura who have cultural values that are used as a guide through daily life. The purpose of this study was to determine the differences between adolescent self-disclosure of Java and Madura. The study is a quantitative research. Sample of this study were students Muhammadiyah University of Malang, aged between 17-22 account 50 Javanese and Madura people. Accidental sampling using sampling techniques (non-probability sampling). Data collection methods used are the Thurstone scale, the scale of self-disclosure. The data analysis method used is the t-test. Based on theoretical studies and research conducted by the researchers that the hypothesis which states there is a difference between adolescent self-disclosure of Java and Madura received. From the results of the study, data showed that there are significant differences (t = -10 966, p = 0.000) between adolescent self-disclosure of Java and Madura.Madura adolescents have high levels of self-disclosure is higher (3.1394) compared with adolescents Java (2.7466). Keyword : Self disclosure, Adolescence Java and Madura
Title: PENGUNGKAPAN DIRI ANTARA REMAJA JAWA DAN MADURA
Description:
Kebudayaan yang merupakan produk dari budaya memiliki pengaruh dalam pengungkapan diri seseorang.
Tiap-tiap masyarakat dengan corak budaya masing-masing memberikan aturan tertentu atas individu pantas atau tidak pantas mengungkapkan diri.
Suku Jawa dan Madura memiliki nilai-nilai budaya yang digunakan sebagai pedoman menjalani kehidupan sehari-hari.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan pengungkapan diri antara remaja Jawa dan Madura.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif.
Sampel adalah mahasiswa yang berusia antara 17-22 tahun berjumlah 50 orang suku Jawa dan 50 orang suku Madura.
Pengambilan sampel dengan tehnik accidental sampling (non probability sampling).
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala Thurstone, yaitu skala pengungkapan diri.
Adapun metode analisa data yang digunakan adalah t-test.
Hasil penelitiaan menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (t= -10.
966; p= 0.
000) pengungkapan diri antara remaja Jawa dan Madura.
Remaja Madura memiliki tingkat pengungkapan diri yang lebih tinggi (3.
1394) dibandingkan dengan remaja Jawa (2.
7466).
Kata kunci: Pengungkapan diri, Remaja Jawa dan Madura.
Culture is a product have an influence in the disclosure of a person.
Each community with cultural patterns each providing specific rules for individual worth or not worth expressing themselves.
The Javanese and Madura who have cultural values that are used as a guide through daily life.
The purpose of this study was to determine the differences between adolescent self-disclosure of Java and Madura.
The study is a quantitative research.
Sample of this study were students Muhammadiyah University of Malang, aged between 17-22 account 50 Javanese and Madura people.
Accidental sampling using sampling techniques (non-probability sampling).
Data collection methods used are the Thurstone scale, the scale of self-disclosure.
The data analysis method used is the t-test.
Based on theoretical studies and research conducted by the researchers that the hypothesis which states there is a difference between adolescent self-disclosure of Java and Madura received.
From the results of the study, data showed that there are significant differences (t = -10 966, p = 0.
000) between adolescent self-disclosure of Java and Madura.
Madura adolescents have high levels of self-disclosure is higher (3.
1394) compared with adolescents Java (2.
7466).
Keyword : Self disclosure, Adolescence Java and Madura.
Related Results
ALLELE FREQUENCY, HETEROZIGOSITY, AND ALLELE MIGRATION IN JAVANESE AND MADURESE POPULATION IN MALANG AND MADURA, EAST JAVA INDONESIA
ALLELE FREQUENCY, HETEROZIGOSITY, AND ALLELE MIGRATION IN JAVANESE AND MADURESE POPULATION IN MALANG AND MADURA, EAST JAVA INDONESIA
FREKUENSI ALEL, HETEROZIGOSITAS DAN MIGRASI ALEL PADA POPULASI ETNIS JAWA DAN MADURA DI MALANG DAN MADURA, JAWA TIMUR, INDONESA ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan fr...
Pappaseng Tellu Riala Sappo: Resiliensi Remaja Penyintas Bunuh Diri Di Kota Daeng Dalam Perspektif Teori Grotberg
Pappaseng Tellu Riala Sappo: Resiliensi Remaja Penyintas Bunuh Diri Di Kota Daeng Dalam Perspektif Teori Grotberg
Abstrak: Remaja penyintas bunuh diri merupakan remaja yang pernah berniat dan mencoba bunuh diri namun berhasil selamat dan bisa bertahan sampai sekarang. Resiliensi merupakan kema...
PENGUNGKAPAN DIRI REMAJA PELAKU ABORSI
PENGUNGKAPAN DIRI REMAJA PELAKU ABORSI
Pengungkapan diri kepada orang tua adalah bersedianya memberikan informasi pribadi kepada orang lain secara sukarela agar terbangunnya hubungan kedekatan yang baik ataupun interper...
Peran Edukasi Remaja dalam Pencegahan Stunting
Peran Edukasi Remaja dalam Pencegahan Stunting
Pendahuluan : Program Generasi Berencana (GenRe) menjadi salah satu program yang dituntut untuk melakukan penyesuaian karena target Group dari program ini adalah remaja yang tidak ...
Analisa Rantai Pasok Komoditas Tembakau Madura
Analisa Rantai Pasok Komoditas Tembakau Madura
<p><strong>ABSTRAK</strong></p><p><em>Komoditas tembakau Madura merupakan salah satu komoditas perkebunan yang yang banyak dibudidayakan oleh pe...
PENDAMPINGAN ANEMIA PADA REMAJA DAN PERSIAPAN MENGHADAPI MENARCHE DI SMP TRI SUKSES NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
PENDAMPINGAN ANEMIA PADA REMAJA DAN PERSIAPAN MENGHADAPI MENARCHE DI SMP TRI SUKSES NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu tentu tidak dimulai saat seorang wanita hamil saja. Diperlukan persiapan seorang remaja yang sehat agar menjadi ibu yang sehat. Remaja yang ...
Aplikasi Kamus Bahasa Madura Berbasis Web
Aplikasi Kamus Bahasa Madura Berbasis Web
Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki banyak keanekaragaman budaya, salah satu keragamannya adalah bahasa yang berbeda di setiap wilayah. Bahasa Madura adalah salah satu b...
PENYULUHAN GENRE ORANG MUDA HARAPAN BANGSA
PENYULUHAN GENRE ORANG MUDA HARAPAN BANGSA
ABSTRAK Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Menurut WHO batasan usia remaja adalah 10 tahun hingga 19 tahun. Batasan usia remaja yang digunak...

