Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

HUBUNGAN USIA DENGAN KEJADIAN PTERIGIUM DI RUMAH SAKIT MATA KOTA MAKASSAR TAHUN 2025

View through CrossRef
Latar belakang: Gangguan kesehatan mata merupakan masalah kesehatan global, dengan sekitar 285 juta orang mengalami gangguan penglihatan menurut World Health Organization (WHO). Pterigium adalah salah satu penyakit mata yang sering ditemukan di wilayah tropis dan subtropis dan dapat menurunkan kualitas penglihatan. Usia dan jenis kelamin diduga berperan dalam kejadian pterigium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dan jenis kelamin dengan kejadian pterigium di Rumah Sakit Mata Kota Makassar tahun 2025. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif menggunakan data sekunder rekam medis pasien Poliklinik Mata RS Mata Makassar tahun 2025. Sampel diambil dengan teknik total sampling sesuai kriteria inklusi. Variabel independen adalah usia yang dikelompokkan menjadi dewasa muda (18–44 tahun), dewasa (45–59 tahun), dan lanjut usia (≥60 tahun), sedangkan variabel dependen adalah kejadian pterigium. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Dari total 8.663 pasien, sebanyak 748 pasien (8,6%) terdiagnosis pterigium. Kelompok usia lanjut (≥60 tahun) merupakan kelompok dengan jumlah kasus terbanyak (43,2%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara usia dan jenis kelamin dengan kejadian pterigium (p<0,05), dengan proporsi lebih tinggi pada laki-laki dan meningkat seiring bertambahnya usia. Kesimpulan: Usia dan jenis kelamin berhubungan secara bermakna dengan kejadian pterigium, dengan risiko tertinggi pada kelompok usia lanjut dan pasien laki-laki, sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif yang lebih terarah pada kelompok berisiko.
Title: HUBUNGAN USIA DENGAN KEJADIAN PTERIGIUM DI RUMAH SAKIT MATA KOTA MAKASSAR TAHUN 2025
Description:
Latar belakang: Gangguan kesehatan mata merupakan masalah kesehatan global, dengan sekitar 285 juta orang mengalami gangguan penglihatan menurut World Health Organization (WHO).
Pterigium adalah salah satu penyakit mata yang sering ditemukan di wilayah tropis dan subtropis dan dapat menurunkan kualitas penglihatan.
Usia dan jenis kelamin diduga berperan dalam kejadian pterigium.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dan jenis kelamin dengan kejadian pterigium di Rumah Sakit Mata Kota Makassar tahun 2025.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif menggunakan data sekunder rekam medis pasien Poliklinik Mata RS Mata Makassar tahun 2025.
Sampel diambil dengan teknik total sampling sesuai kriteria inklusi.
Variabel independen adalah usia yang dikelompokkan menjadi dewasa muda (18–44 tahun), dewasa (45–59 tahun), dan lanjut usia (≥60 tahun), sedangkan variabel dependen adalah kejadian pterigium.
Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p<0,05.
Hasil: Dari total 8.
663 pasien, sebanyak 748 pasien (8,6%) terdiagnosis pterigium.
Kelompok usia lanjut (≥60 tahun) merupakan kelompok dengan jumlah kasus terbanyak (43,2%).
Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara usia dan jenis kelamin dengan kejadian pterigium (p<0,05), dengan proporsi lebih tinggi pada laki-laki dan meningkat seiring bertambahnya usia.
Kesimpulan: Usia dan jenis kelamin berhubungan secara bermakna dengan kejadian pterigium, dengan risiko tertinggi pada kelompok usia lanjut dan pasien laki-laki, sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif yang lebih terarah pada kelompok berisiko.

Related Results

TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT
TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT
<p>Rumah Sakit mcmiliki kewajiban untuk memberikan pertolongan (emergency)tanpa mengharuskan pembayaran uang muka terlebih dahulu, hal ini tertuang dalam Pasal 32 ayat (1) da...
Analisis Marketing Mix (Bauran Pemasaran) Dalam Meningkatkan Penggunaan Tempat Tidur Di Rumah Sakit Tandun Tahun 2019
Analisis Marketing Mix (Bauran Pemasaran) Dalam Meningkatkan Penggunaan Tempat Tidur Di Rumah Sakit Tandun Tahun 2019
Bauran pemasaran merupakan strategi mencampur kegiatan-kegiatan marketing yang meliputi product, price, place, dan promotion, agar dicari kombinasi maksimal sehingga mendatangkan h...
ANALISA SIMRS DI RSI PURWOKERTO
ANALISA SIMRS DI RSI PURWOKERTO
RSI Purwokerto yang terletak di daerah barat Purwokerto merupakan rumah sakit rujukan swasta yang memfasilitasi pasien-pasien secara umum ataupun BPJS dan asuransi umum lainnya . S...
HUBUNGAN STUNTING DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA BALITA
HUBUNGAN STUNTING DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA BALITA
Abstrak : Tuberkulosis (TB) dan stunting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan stunting dengan kejadian TB pada anak usia 1-59 ...
KORELASI KEADAAN RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT TBC PARU
KORELASI KEADAAN RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT TBC PARU
Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberkulosis. Umumnya setelah masuk ke dalam tubuh melalui rongga pernapasan, bakteri ini akan menuju ke ...
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PEMBIAYAAN DAN ARUS KAS DI PELAYANAN RUMAH SAKIT (STUDI LITERATUR)
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP PEMBIAYAAN DAN ARUS KAS DI PELAYANAN RUMAH SAKIT (STUDI LITERATUR)
Latar Belakang : COVID-19 merupakan tantangan bagi rumah sakit untuk mengaktifkan kembali prosedurkebencanaan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan utama dalam menangani pasien COV...

Back to Top