Javascript must be enabled to continue!
PERANCANGAN JALUR EVAKUASI DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PURI BUNDA SINGARAJA, BALI
View through CrossRef
Jalur evakuasi berperan penting pada bangunan rumah sakit. Rumah Sakit Ibu dan Anak Puri Bunda
Singaraja belum memiliki jalur evakuasi. Hal tersebut mendorong pihak rumah sakit untuk memiliki
Jalur evakuasi yang sesuai dengan standar dan kebijakan akreditasi rumah sakit serta pedoman saat
terjadi bencana. Tujuan dari perancangan ini untuk merencanakan jalur evakuasi terpendek agar dapat
keluar dari dalam gedung dengan cepat dan mempermudah dalam mengevakuasi orang-orang yang
masih berada di dalam Gedung RS tersebut. Jalur evakuasi adalah jalur penyelamatan yang dirancang
khusus yang berperan untuk menghubungkan semua area ke lokasi yang aman sebagai tempat
berkumpulnya semua orang yang sedang beraktivitas atau berada di lokasi tersebut. Perancangan jalur
evakuasi dengan menentukan lintasan terpendek menuju titik berkumpul (assembly point) yang
memperhitungkan alternatif jalur evakuasi yang dapat dilalui. Jarak yang terpendek merupakan jalur
tercepat menuju titik berkumpul (assembly point). Metode perancangan yang digunakan ialah Algoritma
Floyd-Warshall. Hasil perancangan menunjukkan bahwa dalam Gedung RS tersebut terdapat 134 ruang
yang memiliki lintasan terpendek, yaitu 88 ruang bergerak ke titik berkumpul disebelah barat pada lantai
basemen, dan 46 ruang bergerak menuju titik kumpul sebelah timur pada lantai 1. Terdapat 2 alternatif
titik berkumpul yang berada pada sebelah barat dengan luas 80 m2 , dan di sebelah timur dengan luas
130 m2 . Sehingga diperlukan 65 buah tanda arah evakuasi yang ditempatkan sepanjang jalur evakuasi,
dan 2 buah tanda titik berkumpul yang ditempatkan pada area titik berkumpul.
Title: PERANCANGAN JALUR EVAKUASI DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PURI BUNDA SINGARAJA, BALI
Description:
Jalur evakuasi berperan penting pada bangunan rumah sakit.
Rumah Sakit Ibu dan Anak Puri Bunda
Singaraja belum memiliki jalur evakuasi.
Hal tersebut mendorong pihak rumah sakit untuk memiliki
Jalur evakuasi yang sesuai dengan standar dan kebijakan akreditasi rumah sakit serta pedoman saat
terjadi bencana.
Tujuan dari perancangan ini untuk merencanakan jalur evakuasi terpendek agar dapat
keluar dari dalam gedung dengan cepat dan mempermudah dalam mengevakuasi orang-orang yang
masih berada di dalam Gedung RS tersebut.
Jalur evakuasi adalah jalur penyelamatan yang dirancang
khusus yang berperan untuk menghubungkan semua area ke lokasi yang aman sebagai tempat
berkumpulnya semua orang yang sedang beraktivitas atau berada di lokasi tersebut.
Perancangan jalur
evakuasi dengan menentukan lintasan terpendek menuju titik berkumpul (assembly point) yang
memperhitungkan alternatif jalur evakuasi yang dapat dilalui.
Jarak yang terpendek merupakan jalur
tercepat menuju titik berkumpul (assembly point).
Metode perancangan yang digunakan ialah Algoritma
Floyd-Warshall.
Hasil perancangan menunjukkan bahwa dalam Gedung RS tersebut terdapat 134 ruang
yang memiliki lintasan terpendek, yaitu 88 ruang bergerak ke titik berkumpul disebelah barat pada lantai
basemen, dan 46 ruang bergerak menuju titik kumpul sebelah timur pada lantai 1.
Terdapat 2 alternatif
titik berkumpul yang berada pada sebelah barat dengan luas 80 m2 , dan di sebelah timur dengan luas
130 m2 .
Sehingga diperlukan 65 buah tanda arah evakuasi yang ditempatkan sepanjang jalur evakuasi,
dan 2 buah tanda titik berkumpul yang ditempatkan pada area titik berkumpul.
Related Results
Kwaytikindo: retomada linguística Puri
Kwaytikindo: retomada linguística Puri
<p>Falada até o século XIX em um território que se estende pelos quatro estados do Sudeste brasileiro, a língua Puri teve, no século XX, seu uso reduzido a poucas palavras qu...
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA RUMAH SAKIT TERHADAP TINDAK PIDANA PEMALSUAN JUMLAH TAGIHAN UANG KEPADA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS)
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA RUMAH SAKIT TERHADAP TINDAK PIDANA PEMALSUAN JUMLAH TAGIHAN UANG KEPADA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS)
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA RUMAH SAKIT TERHADAP TINDAK PIDANA PEMALSUAN JUMLAH TAGIHAN UANG KEPADA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS)
sonyaairinibatubara@unprim...
TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT
TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT
<p>Rumah Sakit mcmiliki kewajiban untuk memberikan pertolongan (emergency)tanpa mengharuskan pembayaran uang muka terlebih dahulu, hal ini tertuang dalam Pasal 32 ayat (1) da...
ANALISA SIMRS DI RSI PURWOKERTO
ANALISA SIMRS DI RSI PURWOKERTO
RSI Purwokerto yang terletak di daerah barat Purwokerto merupakan rumah sakit rujukan swasta yang memfasilitasi pasien-pasien secara umum ataupun BPJS dan asuransi umum lainnya . S...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Literasi Berbahasa Bali Pada Kelas Xi Mipa 1 Sma Negeri 2 Singaraja
Literasi Berbahasa Bali Pada Kelas Xi Mipa 1 Sma Negeri 2 Singaraja
Penelitian ini berjudul Literasi Berbahasa Bali di SMA Negeri 2 Singaraja. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui bagaimana bentuk literasi berbahasa Bali yang sudah...

