Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kapasitas Daya Dukung Pondasi Dangkal dengan Teori Terzaghi dan Mayerhof

View through CrossRef
Pondasi merupakan elemen penting dalam proses konstruksi bangunan yang bertugas untuk menyalurkan dan mendistribusikan beban dari struktur bangunan ke tanah dibawahnya. Pondasi dangkal adalah jenis pondasi yang sering digunakan dalam proyek bangunan sederhana hingga menengah, dalam pembangunan konstruksi gedung hal penting yang harus dilakukan adalah dengan menganalisis kapasitas daya dukung pondasi dangkal, karena untuk mempertimbangkan nilai keamanan struktural, karakteristik tanah, beban yang akan dipikul, serta perubahan lingkungan, analisis juga dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui besar nilai kapasitas dukung izin yang akan menerima beban bangunan tersebut . Pada penelitian ini metode yang dipakai adalah metode Terzaghi dan Mayerhof, dalam penelitian ini akan dilihat juga faktor bentuk dan kedalaman pondasi yang akan berpengaruh terhadap hasil dari perhitungan ini, akan memperlihatkan perbandingan nilai kapasitas daya dukung pondasi dangkal dan daya dukung pondasi yang diizinkan antara metode Terzaghi dan Metode Mayerhof. Adapun hasilnya menunjukan untuk nilai Qall dengan nilai Df = 1,5 m, B = 1m, metode Terzaghi adalah Qall = 528,9 KN, metode Mayerhof Qall = 2948,5 KN kemudian untuk nilai Df = 2 m dan, B = 2,5 m , metode Terzaghi Qall = 1364,3 KN, untuk metode Mayerhof = 5068,4 KN, dan untuk DF = 3 m, B = 3 m didapatkan nilai Qall untuk metode Terzaghi Qall = 1677,8 KN, metode Mayerhof Qall = 8730,7 KN, dalam hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai kapasitas daya dukung yang dizinkan pada pondasi dangkal untuk Metode Mayerhof selalu lebih besar dibandingkan dengan nilai Kapasitas daya dukung yang dizinkan pada metode Terzaghi, pada penelitian ini juga dapat dilihat bahwa semakin besar nilai lebar dan kedalaman pondasi, maka nilai kapasitas daya dukung yang diizinkan juga semakin besar.
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Title: Kapasitas Daya Dukung Pondasi Dangkal dengan Teori Terzaghi dan Mayerhof
Description:
Pondasi merupakan elemen penting dalam proses konstruksi bangunan yang bertugas untuk menyalurkan dan mendistribusikan beban dari struktur bangunan ke tanah dibawahnya.
Pondasi dangkal adalah jenis pondasi yang sering digunakan dalam proyek bangunan sederhana hingga menengah, dalam pembangunan konstruksi gedung hal penting yang harus dilakukan adalah dengan menganalisis kapasitas daya dukung pondasi dangkal, karena untuk mempertimbangkan nilai keamanan struktural, karakteristik tanah, beban yang akan dipikul, serta perubahan lingkungan, analisis juga dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui besar nilai kapasitas dukung izin yang akan menerima beban bangunan tersebut .
Pada penelitian ini metode yang dipakai adalah metode Terzaghi dan Mayerhof, dalam penelitian ini akan dilihat juga faktor bentuk dan kedalaman pondasi yang akan berpengaruh terhadap hasil dari perhitungan ini, akan memperlihatkan perbandingan nilai kapasitas daya dukung pondasi dangkal dan daya dukung pondasi yang diizinkan antara metode Terzaghi dan Metode Mayerhof.
Adapun hasilnya menunjukan untuk nilai Qall dengan nilai Df = 1,5 m, B = 1m, metode Terzaghi adalah Qall = 528,9 KN, metode Mayerhof Qall = 2948,5 KN kemudian untuk nilai Df = 2 m dan, B = 2,5 m , metode Terzaghi Qall = 1364,3 KN, untuk metode Mayerhof = 5068,4 KN, dan untuk DF = 3 m, B = 3 m didapatkan nilai Qall untuk metode Terzaghi Qall = 1677,8 KN, metode Mayerhof Qall = 8730,7 KN, dalam hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai kapasitas daya dukung yang dizinkan pada pondasi dangkal untuk Metode Mayerhof selalu lebih besar dibandingkan dengan nilai Kapasitas daya dukung yang dizinkan pada metode Terzaghi, pada penelitian ini juga dapat dilihat bahwa semakin besar nilai lebar dan kedalaman pondasi, maka nilai kapasitas daya dukung yang diizinkan juga semakin besar.

Related Results

PRINSIP PENENTUAN KAPASITAS DUKUNG FONDASI DANGKAL BERDASARKAN METODE ANALITIK RASIONAL
PRINSIP PENENTUAN KAPASITAS DUKUNG FONDASI DANGKAL BERDASARKAN METODE ANALITIK RASIONAL
AbstrakMetode analitik rasional penentuan kapasitas dukung fondasi dangkal yaitu persamaan kapasitas dukung fondasi dangkal dari Terzaghi, Meyerhof, Hansen, dan Vesic. Penelitian i...
RASIO DAYA DUKUNG TIANG RENCANA TERHADAP DAYA DUKUNG TIANG AKTUAL
RASIO DAYA DUKUNG TIANG RENCANA TERHADAP DAYA DUKUNG TIANG AKTUAL
Prediksi daya dukung tiang rencana dari beberapa metode statis dan dinamis sering ditemui tidak sesuai denga daya dukung aktual di lapangan. Daya dukung tiang rencana tersebut haru...
ANALISIS JENIS PONDASI PADA GEDUNG REKTORAT AKPER SUMBAWA KABUPATEN SUMBAWA
ANALISIS JENIS PONDASI PADA GEDUNG REKTORAT AKPER SUMBAWA KABUPATEN SUMBAWA
Akademi Keperawatan (AKPER) Sumbawa merupakan salah satu universitas yang saat ini dalam proses pembangunan dengan perencanaan 3 lantai dan 1 lantai sebagai basement dengan rencana...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Analisis Daya Dukung Pondasi Spun Pile Dievaluasi Dengan Kalendering Dan PDA
Analisis Daya Dukung Pondasi Spun Pile Dievaluasi Dengan Kalendering Dan PDA
Dalam suatu proyek konstruksi jembatan, terdapat dua jenis struktur, yaitu struktur atas dan struktur bawah. Pondasi merupakan bagian dari struktur bawah yang berfungsi sebagai pen...
EVALUASI PONDASI TIANG DENGAN PERILAKU UJUNG BEBAS
EVALUASI PONDASI TIANG DENGAN PERILAKU UJUNG BEBAS
Pembangunan suatu konstruksi yang pertama kali dilaksanakan dan dikerjakan di lapangan adalah pekerjaan pondasi, kemudian melaksanakan pekerjaan struktur atas. Secara umum pondasi ...

Back to Top