Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Karakteristik Anak Usia 0–1 Tahun yang Menderita Diare Infeksi di RSUD Welas Asih Bandung

View through CrossRef
Abstract. Diarrhea remains a common health problem among  infants aged 0–1 year, due to the immaturity of the digestive and immune systems, which may lead to dehydration and growth disturbances if not properly managed. Nutritional status and basic immunization are often assumed to be associated with diarrhea infectious. This study aimed to examine the relationship between nutritional status and basic immunization status with the incidence of infectious diarrhea in infants aged 0–1 year at RSUD Al-Ihsan Bandung in 2024. A retrospective study was conducted using medical record data of 399 infant diagnosed with infectious diarrhea from January to December 2024. Variables analyzed included age, sex, nutrtional status based on weight for age indicators, basic immunization status, and type of infectious diarrhea. Most occured in infant aged 6–9 months (33,3%) and were more common in males (59,9%). Undernutrition was the most frequent basic immunization (41,4%) and most infants had received complete basic immunization (79,2%). Non dysenteric diarrhea was more frequent (59,4%). Statistical analysis showed no significant association between nutritional status or basic immunization status and infectious diarrhea, indicating that other factors may contribute to its occurrence Abstrak. Diare masih menjadi masalah kesehatan pada anak usia 0–1 tahun akibat sistem pencernaan dan imun yang belum berkembang optimal. Kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi dan gangguan tumbuh kembang. Status gizi dan status imunisasi diduga berhubungan dengan kejadian diare infeksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan status gizi dan status imunisasi dasar dengan kejadian diare infeksi pada anak usia 0–1 tahundi RSUD Al-Ihsan Bandung tahun 2024. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan data sekunder rekam medis. Subjek penelitian berjumlah 399 anak usia 0–1 tahun yang terdiagnosis diare infeksi sejak periode Januari–Desember 2024. Data meliputi usia, jenis kelamin, status gizi berdasarkan berat badan menurut usia, status imunisasi dasar, dan jenis diare infeksi. Hasil menunjukkan kejadian diare infeksi paling banyak pada usia 6–9 bulan (33,3%) dan anak laki-laki (59,9%). Sebagian besar anak memiliki status gizi kurang (41,4%) dan imunisasi dasar lengkap (79,2%). Jenis diare infeksi terbanyak dalah non-disentri (59,4%). Uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara status gizi maupun status imunisasi dengan kejadian diare infeksi. Kejadian diare mungkin dipengaruhi oleh faktor lain diluar variabel penelitian.
Title: Karakteristik Anak Usia 0–1 Tahun yang Menderita Diare Infeksi di RSUD Welas Asih Bandung
Description:
Abstract.
Diarrhea remains a common health problem among  infants aged 0–1 year, due to the immaturity of the digestive and immune systems, which may lead to dehydration and growth disturbances if not properly managed.
Nutritional status and basic immunization are often assumed to be associated with diarrhea infectious.
This study aimed to examine the relationship between nutritional status and basic immunization status with the incidence of infectious diarrhea in infants aged 0–1 year at RSUD Al-Ihsan Bandung in 2024.
A retrospective study was conducted using medical record data of 399 infant diagnosed with infectious diarrhea from January to December 2024.
Variables analyzed included age, sex, nutrtional status based on weight for age indicators, basic immunization status, and type of infectious diarrhea.
Most occured in infant aged 6–9 months (33,3%) and were more common in males (59,9%).
Undernutrition was the most frequent basic immunization (41,4%) and most infants had received complete basic immunization (79,2%).
Non dysenteric diarrhea was more frequent (59,4%).
Statistical analysis showed no significant association between nutritional status or basic immunization status and infectious diarrhea, indicating that other factors may contribute to its occurrence Abstrak.
Diare masih menjadi masalah kesehatan pada anak usia 0–1 tahun akibat sistem pencernaan dan imun yang belum berkembang optimal.
Kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi dan gangguan tumbuh kembang.
Status gizi dan status imunisasi diduga berhubungan dengan kejadian diare infeksi.
Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan status gizi dan status imunisasi dasar dengan kejadian diare infeksi pada anak usia 0–1 tahundi RSUD Al-Ihsan Bandung tahun 2024.
Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan data sekunder rekam medis.
Subjek penelitian berjumlah 399 anak usia 0–1 tahun yang terdiagnosis diare infeksi sejak periode Januari–Desember 2024.
Data meliputi usia, jenis kelamin, status gizi berdasarkan berat badan menurut usia, status imunisasi dasar, dan jenis diare infeksi.
Hasil menunjukkan kejadian diare infeksi paling banyak pada usia 6–9 bulan (33,3%) dan anak laki-laki (59,9%).
Sebagian besar anak memiliki status gizi kurang (41,4%) dan imunisasi dasar lengkap (79,2%).
Jenis diare infeksi terbanyak dalah non-disentri (59,4%).
Uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara status gizi maupun status imunisasi dengan kejadian diare infeksi.
Kejadian diare mungkin dipengaruhi oleh faktor lain diluar variabel penelitian.

Related Results

Gambaran Kejadian Diare pada Balita di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Denpasar
Gambaran Kejadian Diare pada Balita di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Denpasar
Abstrak Diare merupakan suatu penyakit buang air besar dengan frekuensi 3 kali atau lebih per hari yang berbentuk lunak dan cair serta dapat disertai darah, lendir, dan lemak. Dia...
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA KRISTEN
Sepanjang sejarah Alkitab khususnya dalam Perjanjian Baru menunjukkan bahwa Tuhan Yesus banyak memakai dan melibatkan anak-anak dalam pengajaran dan pelayanan-Nya ini membuktikan b...
KARAKTERISTIK DAN KEBUTUHAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
KARAKTERISTIK DAN KEBUTUHAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah anak-anak yang tumbuh dan berkembang dengan berbagai perbedaan dengan anak-anak pada umumnya. Istilah anak-anak dengan kebutuhan khusus t...
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Abstract. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bandung City functions as a platform to communicate messages to the public. Diskominfo Bandung City develops one of its flag...
Karakteristik Pasien Diare Anak Umur 2-5 Tahun di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya, Denpasar
Karakteristik Pasien Diare Anak Umur 2-5 Tahun di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya, Denpasar
Diare adalah buang air besar dengan frekuensi lebih sering dari biasanya (empat kali atau lebih) dalam sehari dan dapat disertai dengan perubahan konsistensi feses menjadi cair den...
PENGARUH SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP INSIDEN DIARE PADA BALITA
PENGARUH SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP INSIDEN DIARE PADA BALITA
Penyakit diare tetap menjadi masalah kesehatan global, terutama di negara-negara berkembang. Diare merupakan penyakit endemis di Indonesia dan sering kali berpotensi menjadi Kejadi...
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALUMPANG
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALUMPANG
Diare adalah keadadan frekuensi buang air besar  lebih  dari  3  kali  bagi  anak, konsistensi  feses  encer,  dapat  berwarna hijau  atau  dapat  pula  bercampur  lendir dan  dara...
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Abstract. Traffic conditions in the city of Bandung are still very closely related to violations committed by road users due to a lack of awareness when driving. This problem promp...

Back to Top