Javascript must be enabled to continue!
Studi Deskritif Kepuasan Hubungan pada Dewasa Awal
View through CrossRef
Abstract. This study aims to describe romantic relationship satisfaction among emerging adults who experienced fatherlessness, defined as the absence or limited involvement of a father figure, either physically or emotionally, during childhood. The absence of a father is believed to influence emotional development and the capacity for healthy interpersonal relationships in adulthood, particularly in romantic contexts. This research employed a descriptive quantitative method with a non-probability sampling technique using a convenience sampling approach. The participants consisted of 400 female respondents aged 18–35 who were currently in romantic relationships and had experienced some form of fatherlessness. The instrument used was the Relationship Assessment Scale (RAS), adapted into Indonesian. Data analysis was conducted using descriptive statistics and Spearman correlation tests via SPSS. The results indicated that 65% of participants fell into the low fatherlessness category, while 35% were in the high category. In terms of relationship satisfaction, 69.8% of respondents were categorized as having moderate satisfaction, 21.5% high satisfaction, and 8.8% low satisfaction. Despite suboptimal childhood experiences, the findings suggest that protective factors such as healthy communication and emotional support from partners can influence the level of satisfaction in romantic relationships. This study highlights the importance of understanding the impact of fatherlessness and emphasizes the need for attachment-based interventions to improve the quality of adult romantic relationships.
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepuasan hubungan romantis pada individu dewasa awal yang mengalami kondisi fatherless, yaitu ketiadaan atau keterbatasan keterlibatan ayah secara fisik maupun emosional selama masa pertumbuhan. Ketiadaan figur ayah diyakini dapat memengaruhi perkembangan emosi dan relasi interpersonal di masa dewasa, termasuk dalam menjalin hubungan romantis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik non-probability sampling dan pendekatan convenience sampling. Subjek penelitian berjumlah 400 responden perempuan berusia 18–35 tahun yang sedang menjalin hubungan romantis dan memiliki pengalaman fatherless. Instrumen yang digunakan adalah Relationship Assessment Scale (RAS) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65% partisipan tergolong memiliki tingkat fatherless rendah, dan 35% tergolong fatherless tinggi. Dalam hal kepuasan hubungan, mayoritas responden (69,8%) berada pada kategori sedang, 21,5% pada kategori tinggi, dan 8,8% pada kategori rendah. Meskipun terdapat pengalaman masa kecil yang kurang optimal, temuan ini menunjukkan bahwa adanya faktor protektif seperti komunikasi yang sehat dan dukungan emosional dari pasangan dapat memengaruhi tingkat kepuasan hubungan. Penelitian ini menekankan pentingnya pemahaman terhadap dampak fatherless serta perlunya intervensi berbasis kelekatan untuk meningkatkan kualitas relasi romantis di masa dewasa.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Studi Deskritif Kepuasan Hubungan pada Dewasa Awal
Description:
Abstract.
This study aims to describe romantic relationship satisfaction among emerging adults who experienced fatherlessness, defined as the absence or limited involvement of a father figure, either physically or emotionally, during childhood.
The absence of a father is believed to influence emotional development and the capacity for healthy interpersonal relationships in adulthood, particularly in romantic contexts.
This research employed a descriptive quantitative method with a non-probability sampling technique using a convenience sampling approach.
The participants consisted of 400 female respondents aged 18–35 who were currently in romantic relationships and had experienced some form of fatherlessness.
The instrument used was the Relationship Assessment Scale (RAS), adapted into Indonesian.
Data analysis was conducted using descriptive statistics and Spearman correlation tests via SPSS.
The results indicated that 65% of participants fell into the low fatherlessness category, while 35% were in the high category.
In terms of relationship satisfaction, 69.
8% of respondents were categorized as having moderate satisfaction, 21.
5% high satisfaction, and 8.
8% low satisfaction.
Despite suboptimal childhood experiences, the findings suggest that protective factors such as healthy communication and emotional support from partners can influence the level of satisfaction in romantic relationships.
This study highlights the importance of understanding the impact of fatherlessness and emphasizes the need for attachment-based interventions to improve the quality of adult romantic relationships.
Abstrak.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepuasan hubungan romantis pada individu dewasa awal yang mengalami kondisi fatherless, yaitu ketiadaan atau keterbatasan keterlibatan ayah secara fisik maupun emosional selama masa pertumbuhan.
Ketiadaan figur ayah diyakini dapat memengaruhi perkembangan emosi dan relasi interpersonal di masa dewasa, termasuk dalam menjalin hubungan romantis.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik non-probability sampling dan pendekatan convenience sampling.
Subjek penelitian berjumlah 400 responden perempuan berusia 18–35 tahun yang sedang menjalin hubungan romantis dan memiliki pengalaman fatherless.
Instrumen yang digunakan adalah Relationship Assessment Scale (RAS) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia.
Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman menggunakan SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65% partisipan tergolong memiliki tingkat fatherless rendah, dan 35% tergolong fatherless tinggi.
Dalam hal kepuasan hubungan, mayoritas responden (69,8%) berada pada kategori sedang, 21,5% pada kategori tinggi, dan 8,8% pada kategori rendah.
Meskipun terdapat pengalaman masa kecil yang kurang optimal, temuan ini menunjukkan bahwa adanya faktor protektif seperti komunikasi yang sehat dan dukungan emosional dari pasangan dapat memengaruhi tingkat kepuasan hubungan.
Penelitian ini menekankan pentingnya pemahaman terhadap dampak fatherless serta perlunya intervensi berbasis kelekatan untuk meningkatkan kualitas relasi romantis di masa dewasa.
.
Related Results
Hubungan Kelekatan Orang Dewasa Dengan Regulasi Emosi Pada Masa Dewasa Awal
Hubungan Kelekatan Orang Dewasa Dengan Regulasi Emosi Pada Masa Dewasa Awal
Permasalahan individu dimasa dewasa awal berkaitan dengan peran dan tanggung jawab baru yang menyebabkan individu memiliki regulasi emosi yang baik. Regulasi emosi dimasa dewasa di...
HUBUNGAN ANTARA PET ATTACHMENT DENGAN KESEPIAN PADA WANITA DEWASA AWAL PEMELIHARA KUCING
HUBUNGAN ANTARA PET ATTACHMENT DENGAN KESEPIAN PADA WANITA DEWASA AWAL PEMELIHARA KUCING
Wanita dewasa awal yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan hidup yang terjadi akan mengalami kesepian. Salah satu cara untuk mengurangi kesepian pada wanita dewasa awal...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PENGARUH KEPERCAYAAN DAN INTIMASI TERHADAP KEPUASAN HUBUNGAN BERPACARAN JARAK JAUH PADA DEWASA AWAL
PENGARUH KEPERCAYAAN DAN INTIMASI TERHADAP KEPUASAN HUBUNGAN BERPACARAN JARAK JAUH PADA DEWASA AWAL
Tidak sedikit individu dewasa awal yang ingin membangun sebuah komitmen romantis dengan orang lain melalui hubungan berpacaran, termasuk hubungan berpacaran jarak jauh. Layaknya hu...
Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan Tingkat Lanjutan Di Rumah Sakit Umum St. Madyang Kota Palopo
Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan Tingkat Lanjutan Di Rumah Sakit Umum St. Madyang Kota Palopo
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh tampilan fisik terhadap kepuasan pasien rawat jalan tingkat lanjutan di RSU St Madyang Kota Palopo; menganalisis pengaruh k...
Hubungan antara Self-Esteem dengan Hubungan Parasosial pada NCTzen Dewasa Awal
Hubungan antara Self-Esteem dengan Hubungan Parasosial pada NCTzen Dewasa Awal
Abstract. Parasocial relationships refer to fans reactions towards their idols, resulting in feelings of closeness and attachment. The age range that finds parasocial relationships...
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN MASA NIFAS DI PMB ERNA KOMALASARI TAHUN 2023
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN MASA NIFAS DI PMB ERNA KOMALASARI TAHUN 2023
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat adanya hubungan pelayanan masa nifas oleh bidan dengan kepuasan pasien di PMB Erna Komalasari tahun 2023. Penelitian ini termasuk pe...
Pola Emotional Eating Pada Wanita Dewasa Awal Dalam Hubungan Berpacaran Jarak Jauh
Pola Emotional Eating Pada Wanita Dewasa Awal Dalam Hubungan Berpacaran Jarak Jauh
Timbulnya masalah-masalah akan menuntun individu untuk mencari solusi sebagai usaha mengatasi stres yang dihadapi, salah satunya adalah dengan melampiaskannya pada makanan saat per...

