Javascript must be enabled to continue!
Struktur Dayeuh Pakwan berdasarkan Pendekatan Morfologi
View through CrossRef
Abstract. Dayeuh Pakwan Pajajaran is the capital of the Sunda kingdom which was born from the Hindu-Buddhist kingdom, the Tarumanegara Kingdom in the 4th century to the 7th century. As part of the Sunda Kingdom, various artifacts have been found but the spatial structure has not been well described. This study examines the structural form of Dayeuh Pakwan based on the findings of artifacts and four researchsources, namely (1) the results of previous studies, (2) the 15th century VOC map and VOC expedition reports, (3) the map of historian Nina Lubis, and (4) Results of observations and interviews. The analytical method used is the superimpose method with the analysis of (1) the land use of the palace, (2) the road network of the palace, and (3) the layout of the palace building. The results of this study are in the form of a map of the Pakwan Pajajaran dayeuh structure in the city of Bogor. Based on the results of the analysis, it can be concluded that: (1) Pakwan dayeuh land use is divided into 3 levels of sacredness based on the Tri Tangtu cosmology, (2) The structure of the palace road network is a well-organized and well-integrated main road lane, and (3) The results of the analysis of building layout with the Dayeuh Kawali concept divide the Dayeuh Pakwan area into 4 hierarchies.
Abstrak. Dayeuh Pakwan Pajajaran merupakan ibukota dari kerajaan Sunda yang lahir dari kerajaan Hindu-Buddha yaitu Kerajaan Tarumanegara pada abad ke-4 sampai abad ke-7. Sebagai bagian dari Kerajaan Sunda, berbagai artefak telah ditemukan namun struktur ruangnya belum tergambarkan dengan baik. Penelitian ini mengangkat bentuk struktur Dayeuh Pakwan berdasarkan temuan artefak dan empat sumber penelitian yaitu (1) Hasil studi terdahulu, (2) Peta VOC abad ke-15 dan laporan ekspedisi VOC, (3) Peta ahli sejarah Nina Lubis, serta (4) Hasil observasi dan wawancara. Metode analisis yang digunakan adalah metode superimpose dengan analisis (1) Tata guna lahan keraton, (2) Jaringan jalan keraton, dan (3) Tata bangunan keraton. Hasil studi ini berupa peta struktur Dayeuh Pakwan Pajajaran di Kota Bogor. Berdasarkan hasil analisis maka dapat disimpulkan bahwa: (1) Penggunaan lahan Dayeuh Pakwan terbagi atas 3 tingkatan kesakralan berdasarkan kosmologi Tri Tangtu, (2) Struktur jaringan jalan keraton merupakan satu jalur jalan utama yang teratur dan terintegrasi dengan baik, dan (3) Hasil analisis tata bangunan dengan konsep Dayeuh Kawali membagi wilayah Dayeuh Pakwan menjadi 4 hirarki.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Struktur Dayeuh Pakwan berdasarkan Pendekatan Morfologi
Description:
Abstract.
Dayeuh Pakwan Pajajaran is the capital of the Sunda kingdom which was born from the Hindu-Buddhist kingdom, the Tarumanegara Kingdom in the 4th century to the 7th century.
As part of the Sunda Kingdom, various artifacts have been found but the spatial structure has not been well described.
This study examines the structural form of Dayeuh Pakwan based on the findings of artifacts and four researchsources, namely (1) the results of previous studies, (2) the 15th century VOC map and VOC expedition reports, (3) the map of historian Nina Lubis, and (4) Results of observations and interviews.
The analytical method used is the superimpose method with the analysis of (1) the land use of the palace, (2) the road network of the palace, and (3) the layout of the palace building.
The results of this study are in the form of a map of the Pakwan Pajajaran dayeuh structure in the city of Bogor.
Based on the results of the analysis, it can be concluded that: (1) Pakwan dayeuh land use is divided into 3 levels of sacredness based on the Tri Tangtu cosmology, (2) The structure of the palace road network is a well-organized and well-integrated main road lane, and (3) The results of the analysis of building layout with the Dayeuh Kawali concept divide the Dayeuh Pakwan area into 4 hierarchies.
Abstrak.
Dayeuh Pakwan Pajajaran merupakan ibukota dari kerajaan Sunda yang lahir dari kerajaan Hindu-Buddha yaitu Kerajaan Tarumanegara pada abad ke-4 sampai abad ke-7.
Sebagai bagian dari Kerajaan Sunda, berbagai artefak telah ditemukan namun struktur ruangnya belum tergambarkan dengan baik.
Penelitian ini mengangkat bentuk struktur Dayeuh Pakwan berdasarkan temuan artefak dan empat sumber penelitian yaitu (1) Hasil studi terdahulu, (2) Peta VOC abad ke-15 dan laporan ekspedisi VOC, (3) Peta ahli sejarah Nina Lubis, serta (4) Hasil observasi dan wawancara.
Metode analisis yang digunakan adalah metode superimpose dengan analisis (1) Tata guna lahan keraton, (2) Jaringan jalan keraton, dan (3) Tata bangunan keraton.
Hasil studi ini berupa peta struktur Dayeuh Pakwan Pajajaran di Kota Bogor.
Berdasarkan hasil analisis maka dapat disimpulkan bahwa: (1) Penggunaan lahan Dayeuh Pakwan terbagi atas 3 tingkatan kesakralan berdasarkan kosmologi Tri Tangtu, (2) Struktur jaringan jalan keraton merupakan satu jalur jalan utama yang teratur dan terintegrasi dengan baik, dan (3) Hasil analisis tata bangunan dengan konsep Dayeuh Kawali membagi wilayah Dayeuh Pakwan menjadi 4 hirarki.
Related Results
Rekonstruksi Struktur Dayeuh Kerajaan Kendan
Rekonstruksi Struktur Dayeuh Kerajaan Kendan
Abstract. The Kendan Kingdom is a part of the Tarumanegara Kingdom in West Java which was founded in the 6th century. Evidence the Kendan Kingdom is found in the form of artifacts...
TATA RUANG IBUKOTA TERAKHIR KERAJAAN GALUH (1371 - 1475 M)
TATA RUANG IBUKOTA TERAKHIR KERAJAAN GALUH (1371 - 1475 M)
Penelitian ini bertujuan untuk menguak tata ruang Galuh Pakwan sebagai ibukota terakhir Kerajaan Galuh, sejauhmana pola ruang kota tersebut berkaitan dengan nilai-nilai kelokalan s...
Pengaruh Model Perletakan Struktur Rangka Baja Sistem Bresing akibat Beban Gempa
Pengaruh Model Perletakan Struktur Rangka Baja Sistem Bresing akibat Beban Gempa
Sistem struktur rangka baja bresing konsentris dan eksentris merupakan sistem struktur konstruksi yang termasuk dalam struktur yang tahan terhadap beban gempa. Pada penelitian ini,...
EKSPLORASI KONSTRUKSI BAMBU RECIPROCAL-DEPLOYABLE GRIDSHELL
EKSPLORASI KONSTRUKSI BAMBU RECIPROCAL-DEPLOYABLE GRIDSHELL
Abstrak - Adanya keterbutuhan akan naungan semi-permanen atau sementara yang mudah dan cepat dibangun untuk sesuatu peristiwa tertentu. Pada penelitian ini menggali potensi struktu...
Pertimbangan Kaidah Struktur Pada Transformasi Bentuk Arsitektur
Pertimbangan Kaidah Struktur Pada Transformasi Bentuk Arsitektur
AbstrakKaidah struktur seringkali merupakan penghambat proses kreativitas arsitek dalam merancang bentuk bangunan. Banyak karya arsitektur yang hanya bermain pada kemasan saja, tan...
Kekerabatan Genetik 50 Klon Kina (Cinchona ledgeriana) Berdasarkan Karakter Morfologi pada Fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)
Kekerabatan Genetik 50 Klon Kina (Cinchona ledgeriana) Berdasarkan Karakter Morfologi pada Fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)
Kina (Cinchona) merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia karena memiliki kandungan alkaloid, kinin sulfat, dan saponin yang baik untuk kesehatan manusia. Untuk mera...
Aspek Rasio Vertikal terhadap Kestabilan Struktur
Aspek Rasio Vertikal terhadap Kestabilan Struktur
Perilaku bangunan selama gempa bumi sangat berpengaruh terhadap bentuk, ukuran dan geometri bangunan. Bangunan tinggi dengan aspek rasio vertikal yang besar berpengaruh terhadap re...
Aplikasi vektor beban penentu lokasi kerusakan struktur pada struktur portal rangka ruang
Aplikasi vektor beban penentu lokasi kerusakan struktur pada struktur portal rangka ruang
Sistem monitoring kesehatan struktur merupakan salah satu topik yang sangat menarik dan penting dalam bidang teknik sipil. Hal ini dikarenakan dengan sistem monitoring kesehatan st...

