Javascript must be enabled to continue!
IMPLEMENTASI JARINGAN SENSOR NIRKABEL SEBAGAI BASIS SISTEM PERINGATAN DINI BAHAYA TANAH LONGSOR
View through CrossRef
Frekuensi bencana tanah longsor semakin meningkat pada musim penghujan. Hal ini karena tingkat vegetasi yang rendah pada kontur tanah yang relatif curam. Selain itu tidak ada sistem peringatan dini yang terpasang pada daerah-daerah kritis. Pada penelitian ini Jaringan Sensor Nirkabel (Wireless Sensor Network (WSN)) dirancang untuk memantau dan mendeteksi terjadinya tanah longsor, dengan cara membaca getaran, baik pada permukaan maupun pada bagian dalam tanah longsor dengan menggunakan sensor getaran (accelerometer), serta dapat memantau pergeseran permukaan tanah longsor dengan fasilitas sensor Geographic Possition System (GPS). Kinerja dari jaringan yang telah dibuat diuji untuk mengetahui kualitas performanya, kemudian dilakukan pengamatan terhadap konsumsi arus selama jaringan tersebut bekerja pada objek pantau, yaitu tanah longsor buatan. Berdasarkan hasil pengukuran dan analisa data menunjukkan bahwa jaringan sensor nirkabel yang telah dibangun dapat memantau aktivitas getaran tanah longsor dengan sensitivitas ± 17%, serta dapat membaca posisi pergerakan permukaan tanah longsor dengan tingkat kesalahan hanya 0,00014%. Dalam melakukan komunikasi data satu dengan lainnya, delay transmisi maksimum yang terukur adalah 1,275 detik, dan delay minimum sebesar 0,98 detik. Kemudian paket data yang hilang selama 12 jam waktu pengukuran maksimum sebesar ±2%, dan konsumsi arus dari WSN dalam memantau aktivitas tanah longsor mencapai lama ketahanan ±11 jam.
Title: IMPLEMENTASI JARINGAN SENSOR NIRKABEL SEBAGAI BASIS SISTEM PERINGATAN DINI BAHAYA TANAH LONGSOR
Description:
Frekuensi bencana tanah longsor semakin meningkat pada musim penghujan.
Hal ini karena tingkat vegetasi yang rendah pada kontur tanah yang relatif curam.
Selain itu tidak ada sistem peringatan dini yang terpasang pada daerah-daerah kritis.
Pada penelitian ini Jaringan Sensor Nirkabel (Wireless Sensor Network (WSN)) dirancang untuk memantau dan mendeteksi terjadinya tanah longsor, dengan cara membaca getaran, baik pada permukaan maupun pada bagian dalam tanah longsor dengan menggunakan sensor getaran (accelerometer), serta dapat memantau pergeseran permukaan tanah longsor dengan fasilitas sensor Geographic Possition System (GPS).
Kinerja dari jaringan yang telah dibuat diuji untuk mengetahui kualitas performanya, kemudian dilakukan pengamatan terhadap konsumsi arus selama jaringan tersebut bekerja pada objek pantau, yaitu tanah longsor buatan.
Berdasarkan hasil pengukuran dan analisa data menunjukkan bahwa jaringan sensor nirkabel yang telah dibangun dapat memantau aktivitas getaran tanah longsor dengan sensitivitas ± 17%, serta dapat membaca posisi pergerakan permukaan tanah longsor dengan tingkat kesalahan hanya 0,00014%.
Dalam melakukan komunikasi data satu dengan lainnya, delay transmisi maksimum yang terukur adalah 1,275 detik, dan delay minimum sebesar 0,98 detik.
Kemudian paket data yang hilang selama 12 jam waktu pengukuran maksimum sebesar ±2%, dan konsumsi arus dari WSN dalam memantau aktivitas tanah longsor mencapai lama ketahanan ±11 jam.
Related Results
Analisis Geologi Kejadian Longsor Di Desa Wolotolo Kecamatan Detusoku Kabupaten Ende
Analisis Geologi Kejadian Longsor Di Desa Wolotolo Kecamatan Detusoku Kabupaten Ende
Bencana tanah longsor telah melanda ruas jalan Ende-Maumere Kilometer 17, Desa Wolotolo, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada hari Minggu malam, ta...
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...
MINI TINJAUAN JARINGAN NIRKABEL
MINI TINJAUAN JARINGAN NIRKABEL
Saat ini perkembangan jaringan komputer sudah semakin pesat. Dilihat dari media penghubung diantara komputer satu dengan komputer yang lain sebelumnya masih menggunakan kabel, seka...
ANALISIS SIDIK CEPAT KERAWANAN LONGSOR LAHAN DI KAWASAN PERTAMBANGAN TANAH URUG
ANALISIS SIDIK CEPAT KERAWANAN LONGSOR LAHAN DI KAWASAN PERTAMBANGAN TANAH URUG
Kegiatan pertambangan tanah urug pada topografi yang berbukit memiliki potensi terjadi longsor lahan. Suatu kejadian longsor lahan pada kegiatan pertambangan dapat menimbulkan keru...
OPTIMASI MANAJEMEN JARINGAN NIRKABEL DENGAN CAPSMAN DI MIKROTIK ROUTEROS
OPTIMASI MANAJEMEN JARINGAN NIRKABEL DENGAN CAPSMAN DI MIKROTIK ROUTEROS
Pengelolaan jaringan nirkabel yang efisien dan terpusat merupakan kebutuhan utama dalam infrastruktur jaringan modern, terutama pada organisasi berskala besar. MikroTik RouterOS me...
Bahaya Longsor di Kabupaten Sukabumi berbasis Metode Weight of Evidence (WoE), Logistic Regression (LR) dan Kombinasi WoE-LR
Bahaya Longsor di Kabupaten Sukabumi berbasis Metode Weight of Evidence (WoE), Logistic Regression (LR) dan Kombinasi WoE-LR
Tingginya kejadian longsor di Kabupaten Sukabumi menjadi penyebab diperlukannya data dan informasi kawasan yang memiliki potensi longsor. Identifikasi potensi longsor dapat dilakuk...
PEMETAAN DAERAH BAHAYA TANAH LONGSOR DI KECAMATAN BALIK BUKIT KABUPATEN LAMPUNG BARAT DENGAN METODE WEIGHTED OVERLAY
PEMETAAN DAERAH BAHAYA TANAH LONGSOR DI KECAMATAN BALIK BUKIT KABUPATEN LAMPUNG BARAT DENGAN METODE WEIGHTED OVERLAY
Bencana alam longsor di Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat merupakan suatu fenomena yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, serta berpotensi menimbulkan bahaya ...
ANALISIS TINGKAT KERENTANAN TANAH LONGSOR SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA DI KECAMATAN SEKERAK KABUPATEN ACEH TAMIANG
ANALISIS TINGKAT KERENTANAN TANAH LONGSOR SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA DI KECAMATAN SEKERAK KABUPATEN ACEH TAMIANG
Sekerak adalah salah satu Kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang yang secara geografis memiliki luas wilayah 257,95 Km2. Daerah ini memiliki tingkat curah hujan ekstrim pada saat musi...

