Javascript must be enabled to continue!
DESAIN ULANG LOGO DAN CITRA: UPAYA REBRANDING DAYA TARIK WISATA JATILUWIH, KABUPATEN TABANAN
View through CrossRef
Pengabdian masyarakat desain ulang logo dan citra di Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Desa Jatiluwih, Kabupaten Tabanan menjadi sebuah upaya Manajemen Operasional (MO) DTW Jatiluwih untuk melakukan rebranding atraksi yang sudah terkenal lebih dari 2 dekade tersebut serta telah menyandang sebagai Warisan Budaya Dunia (WBD) dari UNESCO. Desain ulang atau redesign logo dan citra ini melibatkan tim multidisiplin dari kampus dan dukungan tim desain profesional. Metodelogi redesign dimulai dengan identifikasi yang menjadi daya tarik wisata di Jatiluwih, dilanjutkan dengan wawancara Bapak Manajer DTW Jatiluwih, Sekretaris MO DTW Jatiluwih serta bagian promosi dan pemasaran MO DTW Jatiluwih. Selanjutnya dilakukan observasi literatur dan studi komparasi logo-logo daya tarik wisata lain yang ada di Indonesia dan di luar Indonesia. Hasil dari kegiatan identifikasi, wawancara dan studi komparasi tersebut menghasilkan sketsa dan formasi logo yang diadaptasi dari konsep kearifan lokal Hindu di Bali yaitu Tri Hita Karana (tiga penyebab kebahagiaan manusia dalam hidup). Logo ini kemudian diaplikasikan pada media digital, media cetak serta atribut operasional MO DTW Jatiluwih seperti seragam, name tag dan lainnya. Diharapkan perubahan logo DTW Jatiluiwh menjadi upaya rebranding dengan identitas yang kental kearifan lokal serta memiliki semangat pembaharuan menuju pariwisata berkelanjutan namun tetap mengikuti modernisasi dan digitalisasi.
Title: DESAIN ULANG LOGO DAN CITRA: UPAYA REBRANDING DAYA TARIK WISATA JATILUWIH, KABUPATEN TABANAN
Description:
Pengabdian masyarakat desain ulang logo dan citra di Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Desa Jatiluwih, Kabupaten Tabanan menjadi sebuah upaya Manajemen Operasional (MO) DTW Jatiluwih untuk melakukan rebranding atraksi yang sudah terkenal lebih dari 2 dekade tersebut serta telah menyandang sebagai Warisan Budaya Dunia (WBD) dari UNESCO.
Desain ulang atau redesign logo dan citra ini melibatkan tim multidisiplin dari kampus dan dukungan tim desain profesional.
Metodelogi redesign dimulai dengan identifikasi yang menjadi daya tarik wisata di Jatiluwih, dilanjutkan dengan wawancara Bapak Manajer DTW Jatiluwih, Sekretaris MO DTW Jatiluwih serta bagian promosi dan pemasaran MO DTW Jatiluwih.
Selanjutnya dilakukan observasi literatur dan studi komparasi logo-logo daya tarik wisata lain yang ada di Indonesia dan di luar Indonesia.
Hasil dari kegiatan identifikasi, wawancara dan studi komparasi tersebut menghasilkan sketsa dan formasi logo yang diadaptasi dari konsep kearifan lokal Hindu di Bali yaitu Tri Hita Karana (tiga penyebab kebahagiaan manusia dalam hidup).
Logo ini kemudian diaplikasikan pada media digital, media cetak serta atribut operasional MO DTW Jatiluwih seperti seragam, name tag dan lainnya.
Diharapkan perubahan logo DTW Jatiluiwh menjadi upaya rebranding dengan identitas yang kental kearifan lokal serta memiliki semangat pembaharuan menuju pariwisata berkelanjutan namun tetap mengikuti modernisasi dan digitalisasi.
Related Results
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
<p class="Abstract">Wisata Alam Colo merupakan salah satu tempat wisata yang berkembang di Kabupaten Kudus. Wisata alam ini mempunyai daya tarik baik dari segi fisik alam mau...
PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI PROMOSI ONLINE DESA WISATA JATILUWIH
PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI PROMOSI ONLINE DESA WISATA JATILUWIH
Tim promosi di Desa Jatiluwih adalah mitra dalam kegiatan pengabdian. Desa Jatiluwih merupakan salah satu desa wisata yang berada di Kabupaten Tabanan. Tim promosi di Desa Jatiluwi...
Kajian tentang Penerapan Community Based Tourism di Daya Tarik Wisata Jatiluwih, Tabanan, Bali
Kajian tentang Penerapan Community Based Tourism di Daya Tarik Wisata Jatiluwih, Tabanan, Bali
Desa Jatiluwih adalah desa wisata yang terletak di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Desa wisata ini memiliki panorama alam yang indah dengan terasering yang unik dan berdampin...
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
Kabupaten Lumajang memiliki sejumlah objek wisata yang relatif lengkap, mulai dari objek wisata alam (wisata tirta, hutan wisata, serta panorama alam), objek wisata buatan (taman r...
PENGEMBANGAN WISATA PENANGKARAN TAMAN BUDAYA ASAM KUMBANG SEBAGAI OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA KOTA MEDAN
PENGEMBANGAN WISATA PENANGKARAN TAMAN BUDAYA ASAM KUMBANG SEBAGAI OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA KOTA MEDAN
Penelitian ini berjudul “Pengembangan wisata penangkaran Taman Buaya AsamKumbang sebagai objek dan daya tarik wisata Kota Medan”. Membahas tentangbagaimana pengembangan wisata pena...
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Abstrak. Urgensi dari Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah menyelesaikan masalah prioritas Kelompok Pemandu Wisata Karst Rammang-Rammang (mitra) yang: (1) masih fokus...
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
Wisata Bongan saat ini tengah dikembangkan untuk menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Desa wisata ini memiliki beragam potensi wisata, baik itu ...
ENKRIPSI DAN DEKRIPSI CITRA MENGGUNAKAN METODE FRAKTAL
ENKRIPSI DAN DEKRIPSI CITRA MENGGUNAKAN METODE FRAKTAL
Enkripsi citra dengan metode fraktal adalah proses penyandian yang mengubah citra asli (plain image) menjadi citra yang tidak bisa dimengerti (cipher image) dengan menggunakan citr...

