Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERANCANGAN MEJA PENGELASAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANTROPOMETRI

View through CrossRef
Praktikan pengelasan di Laboratorium Sistem Manufaktur Unsera memerlukan fasilitas kerja yaitu meja pengelasan yang didesain berdasarkan data antropometri Asisten Laboratorium Teknik Industri Unsera. Sehingga sangat penting untuk melakukan pengukuran antropometri guna merancang fasiltas kerja berupa meja pengelasan yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan praktikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu merancang desain fasilitas kerja berupa meja pengelasan berdasarkan data antropometri Asisten Laboratorium Teknik Industri Unsera untuk mengurangi cidera praktikan pengelasan di Laboratorium Sistem Manufaktur Unsera. Metode Antropometri untuk melakukan pengolahan data. Hasil penelitian yaitu mendapatkan hasi penujian untuk merancang meja pengelasan dengan data Tinggi Siku Berdiri 104,90 cm menggunakan persentil 5 % supaya semua orang minimal bisa menjangkau, Lebar Bahu 44,73 cm menggunakan persentil 95 % supaya memastikan tidak ada yang merasa terlalu sempit, Jangkauan Horizontal Depan 76,20 cm menggunakan persentil 5 % supaya semua orang minimal bisa menjangkau, Tinggi Badan Jongkok Berdiri 131,30 cm menggunakan persentil 50% cocok untuk tinggi meja standar.
Title: PERANCANGAN MEJA PENGELASAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANTROPOMETRI
Description:
Praktikan pengelasan di Laboratorium Sistem Manufaktur Unsera memerlukan fasilitas kerja yaitu meja pengelasan yang didesain berdasarkan data antropometri Asisten Laboratorium Teknik Industri Unsera.
Sehingga sangat penting untuk melakukan pengukuran antropometri guna merancang fasiltas kerja berupa meja pengelasan yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan praktikan.
Tujuan dari penelitian ini yaitu merancang desain fasilitas kerja berupa meja pengelasan berdasarkan data antropometri Asisten Laboratorium Teknik Industri Unsera untuk mengurangi cidera praktikan pengelasan di Laboratorium Sistem Manufaktur Unsera.
Metode Antropometri untuk melakukan pengolahan data.
Hasil penelitian yaitu mendapatkan hasi penujian untuk merancang meja pengelasan dengan data Tinggi Siku Berdiri 104,90 cm menggunakan persentil 5 % supaya semua orang minimal bisa menjangkau, Lebar Bahu 44,73 cm menggunakan persentil 95 % supaya memastikan tidak ada yang merasa terlalu sempit, Jangkauan Horizontal Depan 76,20 cm menggunakan persentil 5 % supaya semua orang minimal bisa menjangkau, Tinggi Badan Jongkok Berdiri 131,30 cm menggunakan persentil 50% cocok untuk tinggi meja standar.

Related Results

Intervensi Ergonomi Pada Perancangan Meja Las Untuk Sekolah Vokasi
Intervensi Ergonomi Pada Perancangan Meja Las Untuk Sekolah Vokasi
Untuk memenuhi kebutuhan laboratorium pengelasan, pelatihan pengelasan listrik dan asetilena, pengelasan yang dapat digunakan untuk semua pekerja produktif, seks dan untuk orang ya...
Kajian Cacat Las Pada Fabrikasi Pipa Steel Penstock (Studi Kasus Pada PLTA Aceh Tengah)
Kajian Cacat Las Pada Fabrikasi Pipa Steel Penstock (Studi Kasus Pada PLTA Aceh Tengah)
Penstock pipe adalah inti dari proses pengaliran air bertekanan dari bendungan sampai ke turbin, sehingga diperlukan hasil sambungan pengelasan yang baik tanpa cacat las di daerah ...
Perbaikan Desain Meja Packaging untuk AMDK Menggunakan Pengukuran Antropometri
Perbaikan Desain Meja Packaging untuk AMDK Menggunakan Pengukuran Antropometri
Peralatan merupakan hal terpenting dalam kegiatan produksi sebagai metode bantu saat melakukan proses supaya lebih efektif. Perusahaan air minum dalam kemasan adalah industri yang ...
Inovasi Desain Meja Setrika Menggunakan Metode Model Kano dan Quality Function Deployment (QFD)
Inovasi Desain Meja Setrika Menggunakan Metode Model Kano dan Quality Function Deployment (QFD)
Menyetrika merupakan aktivitas yang paling melelahkan dan paling berisiko diantara proses kerja rumah tangga lainnya. Hal ini menyebabkan pekerja merasakan nyeri pada pinggang dan ...
Pengujian Struktur Mikro Pada Kekuatan Tarik dan Bending pada Sambungan Las Terhadap Pengelasan Material Baja SS400
Pengujian Struktur Mikro Pada Kekuatan Tarik dan Bending pada Sambungan Las Terhadap Pengelasan Material Baja SS400
Proses pengelasan banyak digunakan untuk penyambungan pada konstruksi mesin dan konstruksi baja. Salah satu metode pengelasan yang populer saat ini adalah SMAW. Pengelasan SMAW efe...
PENGARUH BESAR SUDUT KAMPUH TERHADAP KEKUATAN TARIK HASIL PENGELASAN GMAW
PENGARUH BESAR SUDUT KAMPUH TERHADAP KEKUATAN TARIK HASIL PENGELASAN GMAW
Hasil pengelasan yang baik merupakan tujuan utama dari proses pengelasan. Banyak terjadi hasil pengelasan yang kurang baik seperti cacat-cacat las, kekuatan yang dihasilkan kurang ...
PENGARUH BENTUK LATIHAN MENGGUNAKAN DUA MEJA TERHADAP KETEPATAN FOREHAND DALAM PERMAINAN TENIS MEJA
PENGARUH BENTUK LATIHAN MENGGUNAKAN DUA MEJA TERHADAP KETEPATAN FOREHAND DALAM PERMAINAN TENIS MEJA
Penelitian untuk memperoleh informasi tentang pengaruh bentuk latihan menggunakan dua meja terhadap ketepatan forehand  dalam permainan tenis meja pada UKM Tenis Meja Universitas S...
Training to Develop Citizens' Skills in the Field of Welding to Support the Tourism Potential of Puthuk Panggang Welut Waterfall
Training to Develop Citizens' Skills in the Field of Welding to Support the Tourism Potential of Puthuk Panggang Welut Waterfall
Konsumsi Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mencapai nilai kompetitif, generatif, dan inovatif menjadi tuntutan penting dalam perkembangan zaman. Pengelasan, seba...

Back to Top