Javascript must be enabled to continue!
Hubungan Indeks Massa Tubuh Berlebih dengan Kejadian Stroke di Rumah Sakit Banjar Patroman Tahun 2023– 2024
View through CrossRef
Abstract. Stroke is a serious disease that is a major cause of disability and death in the world, including in Indonesia. Obesity, which is often measured by Body Mass Index (BMI), has been known to be one of the main risk factors for stroke. The purpose of this study was to analyze the relationship between excess body mass index and stroke incidence at Banjar Patroman Hospital in 2023–2024. This research method is observational analytic with a cross-sectional approach. The subjects of this study were 116 inpatient stroke patients at Banjar Patroman Hospital in 2023–2024 who were taken using the Total Population Sampling technique, the research sample came from the medical records of outpatients at the Banjar Hospital neurology polyclinic. Statistical analysis used the chi-square test. The results showed that there was no significant relationship between excess body mass index and stroke incidence at Banjar Patroman Hospital with a p value = 0.998. In conclusion, excess body mass index often occurs and is a risk factor for stroke but does not have much influence in this study. These results suggest that obesity is recognized as a risk factor for stroke, other factors such as hypertension, diabetes, and lifestyle also need to be considered in the analysis of stroke risk. Further research is needed to explore the interaction between various risk factors and their impact on stroke incidence. Although national data show an increasing prevalence of stroke and obesity, there is a lack of specific data regarding the local population at Banjar Patroman Hospital.
Abstrak. Stroke merupakan penyakit serius yang menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di dunia, termasuk di Indonesia. Obesitas, yang sering diukur dengan Indeks Massa Tubuh (IMT), telah diketahui sebagai salah satu faktor risiko utama untuk kejadian stroke. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan indeks massa tubuh berlebih dengan kejadian stroke di Rumah Sakit Banjar Patroman tahun 2023–2024. Metode penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah pasien stroke rawat inap di RS Banjar Patroman tahun 2023–2024 sejumlah 116 orang yang diambil dengan teknik Total Population Sampling, sampel penelitian berasal dari medical record pasien rawat jalan poli syaraf RS Banjar. Analisis statistik menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara indeks massa tubuh berlebih dengan kejadian stroke di RS Banjar Patroman dengan nilai p=0,998. Simpulan, indeks massa tubuh berlebih sering terjadi dan merupakan salah satu faktor risiko stroke tapi tidak terlalu berpengaruh dalam penelitian ini. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun obesitas diakui sebagai faktor risiko untuk stroke, faktor lain seperti hipertensi, diabetes, dan gaya hidup juga perlu dipertimbangkan dalam analisis risiko stroke. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi interaksi antara berbagai faktor risiko dan dampaknya terhadap kejadian stroke. Meskipun data nasional menunjukkan peningkatan prevalensi stroke dan obesitas, kurangnya data spesifik mengenai populasi lokal di Rumah Sakit Banjar Patroman.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Hubungan Indeks Massa Tubuh Berlebih dengan Kejadian Stroke di Rumah Sakit Banjar Patroman Tahun 2023– 2024
Description:
Abstract.
Stroke is a serious disease that is a major cause of disability and death in the world, including in Indonesia.
Obesity, which is often measured by Body Mass Index (BMI), has been known to be one of the main risk factors for stroke.
The purpose of this study was to analyze the relationship between excess body mass index and stroke incidence at Banjar Patroman Hospital in 2023–2024.
This research method is observational analytic with a cross-sectional approach.
The subjects of this study were 116 inpatient stroke patients at Banjar Patroman Hospital in 2023–2024 who were taken using the Total Population Sampling technique, the research sample came from the medical records of outpatients at the Banjar Hospital neurology polyclinic.
Statistical analysis used the chi-square test.
The results showed that there was no significant relationship between excess body mass index and stroke incidence at Banjar Patroman Hospital with a p value = 0.
998.
In conclusion, excess body mass index often occurs and is a risk factor for stroke but does not have much influence in this study.
These results suggest that obesity is recognized as a risk factor for stroke, other factors such as hypertension, diabetes, and lifestyle also need to be considered in the analysis of stroke risk.
Further research is needed to explore the interaction between various risk factors and their impact on stroke incidence.
Although national data show an increasing prevalence of stroke and obesity, there is a lack of specific data regarding the local population at Banjar Patroman Hospital.
Abstrak.
Stroke merupakan penyakit serius yang menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di dunia, termasuk di Indonesia.
Obesitas, yang sering diukur dengan Indeks Massa Tubuh (IMT), telah diketahui sebagai salah satu faktor risiko utama untuk kejadian stroke.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan indeks massa tubuh berlebih dengan kejadian stroke di Rumah Sakit Banjar Patroman tahun 2023–2024.
Metode penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional.
Subjek penelitian ini adalah pasien stroke rawat inap di RS Banjar Patroman tahun 2023–2024 sejumlah 116 orang yang diambil dengan teknik Total Population Sampling, sampel penelitian berasal dari medical record pasien rawat jalan poli syaraf RS Banjar.
Analisis statistik menggunakan uji chi-square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara indeks massa tubuh berlebih dengan kejadian stroke di RS Banjar Patroman dengan nilai p=0,998.
Simpulan, indeks massa tubuh berlebih sering terjadi dan merupakan salah satu faktor risiko stroke tapi tidak terlalu berpengaruh dalam penelitian ini.
Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun obesitas diakui sebagai faktor risiko untuk stroke, faktor lain seperti hipertensi, diabetes, dan gaya hidup juga perlu dipertimbangkan dalam analisis risiko stroke.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi interaksi antara berbagai faktor risiko dan dampaknya terhadap kejadian stroke.
Meskipun data nasional menunjukkan peningkatan prevalensi stroke dan obesitas, kurangnya data spesifik mengenai populasi lokal di Rumah Sakit Banjar Patroman.
Related Results
HIPERTENSI, USIA, JENIS KELAMIN DAN KEJADIAN STROKE DI RUANG RAWAT INAP STROKE RSUD dr. M. YUNUS BENGKULU
HIPERTENSI, USIA, JENIS KELAMIN DAN KEJADIAN STROKE DI RUANG RAWAT INAP STROKE RSUD dr. M. YUNUS BENGKULU
Hypertension, Age, Sex, and Stroke Incidence In Stroke Installation Room RSUD dr. M. Yunus BengkuluABSTRAKStroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatka...
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG BALE BANJAR BUALU KELURAHAN BENOA, KABUPATEN BADUNG
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GEDUNG BALE BANJAR BUALU KELURAHAN BENOA, KABUPATEN BADUNG
Banjar Bualu didirikan sekitar tahun 1905 dan merupakan banjar pertama yang dibentuk di kawasan Desa Adat Bualu. Terdapat 8 banjar yang ada di wilayah Desa Adat Bualu, nama-nama Ba...
Iranian stroke model-how to involve health policymakers
Iranian stroke model-how to involve health policymakers
Stroke in Iran, with more than 83 million population, is a leading cause of disability and mortality in adults. Stroke has higher incidence in Iran comparing the global situation a...
TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT
TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT
<p>Rumah Sakit mcmiliki kewajiban untuk memberikan pertolongan (emergency)tanpa mengharuskan pembayaran uang muka terlebih dahulu, hal ini tertuang dalam Pasal 32 ayat (1) da...
Analisis Marketing Mix (Bauran Pemasaran) Dalam Meningkatkan Penggunaan Tempat Tidur Di Rumah Sakit Tandun Tahun 2019
Analisis Marketing Mix (Bauran Pemasaran) Dalam Meningkatkan Penggunaan Tempat Tidur Di Rumah Sakit Tandun Tahun 2019
Bauran pemasaran merupakan strategi mencampur kegiatan-kegiatan marketing yang meliputi product, price, place, dan promotion, agar dicari kombinasi maksimal sehingga mendatangkan h...
Apakah Indeks Massa Tubuh Memengaruhi Kebugaran Jasmani Siswa Sekolah Dasar?
Apakah Indeks Massa Tubuh Memengaruhi Kebugaran Jasmani Siswa Sekolah Dasar?
Latar Belakang: Kebugaran jasmani adalah kemampuan seseorang dalam menjalankan rutinitas sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan, sehingga aktivitas lainnya masih dapat dijalankan ...
ANALISA SIMRS DI RSI PURWOKERTO
ANALISA SIMRS DI RSI PURWOKERTO
RSI Purwokerto yang terletak di daerah barat Purwokerto merupakan rumah sakit rujukan swasta yang memfasilitasi pasien-pasien secara umum ataupun BPJS dan asuransi umum lainnya . S...
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA RUMAH SAKIT TERHADAP TINDAK PIDANA PEMALSUAN JUMLAH TAGIHAN UANG KEPADA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS)
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA RUMAH SAKIT TERHADAP TINDAK PIDANA PEMALSUAN JUMLAH TAGIHAN UANG KEPADA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS)
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA RUMAH SAKIT TERHADAP TINDAK PIDANA PEMALSUAN JUMLAH TAGIHAN UANG KEPADA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS)
sonyaairinibatubara@unprim...

