Javascript must be enabled to continue!
Peningkatan displin guru dalam mengumpulkan perangkat pembelajaran melalui sistem reward dan punishment SDN Lebakrejo III
View through CrossRef
Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan pada semester Juli-Desember 2020/2021, peneliti menemukan fenomena bahwa tingkat kedisiplinan guru dalam mengumpulkan perangkat pembelajaran masih rendah. Hal ini terlihat dari saat peneliti meminta guru untuk mengumpulkan perangkat pembelajaran masih banyak guru yang tidak mengumpulkan perangkat pembelajaran yang diminta. Terdapat juga guru yang terburu-buru untuk mempersiapkan perangkat pembelajaran saat Kepala Sekolah atau pengawas akan melakukan supervisi kelas. Dari 6 orang guru kelas, jika dirata-ratakan, maka hanya sebesar 60%, guru yang melengkapi perangkat pembelajarannya baik berupa silabus, analisis SK/KD, RPP, prota promes dan bahan ajar. Sementera itu, 40% guru tidak mengumpulkan. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Sekolah. Prosedur penelitian dalam penelitian ini meliputi perencanaan, tindakan, obeservasi dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dengan empat kali pertemuan. Subjek penelitian terdiri dari 6 orang guru kelas SDN Lebakrejo III yang merupakan guru mata pelajaran peneliti. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan lembaran obeservasi. Data dianalisis dengan menggunakan persentase. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan sistem reward dan punishment dapat meningkatkan kedisiplinan guru dalam mengumpulkan perangkat pembelajaran. Hal ini dibuktikan dari sebelum diterapkan reward dan punishment, persentase guru yang mengumpulkan perangkat pembelajaran hanya 66,67% dengan yang mengumpulkan tepat waktu hanya sebesar 22,81%. Setelah diterapkan sistem reward dan punishment, maka pada siklus I, guru yang mengumpulkan perangkat pembelajaran menjadi 79,65% dengan persentase yang mengumpulkan tepat waktu adalah 35,79%. Setelah dilakukan siklus II, persentase guru yang mengumpulkan perangkat pembelajaran menjadi 97,54% dengan persentase guru yang mengumpulkan tepat waktu adalah sebesar 81,05%
Universitas Gresik
Title: Peningkatan displin guru dalam mengumpulkan perangkat pembelajaran melalui sistem reward dan punishment SDN Lebakrejo III
Description:
Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan pada semester Juli-Desember 2020/2021, peneliti menemukan fenomena bahwa tingkat kedisiplinan guru dalam mengumpulkan perangkat pembelajaran masih rendah.
Hal ini terlihat dari saat peneliti meminta guru untuk mengumpulkan perangkat pembelajaran masih banyak guru yang tidak mengumpulkan perangkat pembelajaran yang diminta.
Terdapat juga guru yang terburu-buru untuk mempersiapkan perangkat pembelajaran saat Kepala Sekolah atau pengawas akan melakukan supervisi kelas.
Dari 6 orang guru kelas, jika dirata-ratakan, maka hanya sebesar 60%, guru yang melengkapi perangkat pembelajarannya baik berupa silabus, analisis SK/KD, RPP, prota promes dan bahan ajar.
Sementera itu, 40% guru tidak mengumpulkan.
Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Sekolah.
Prosedur penelitian dalam penelitian ini meliputi perencanaan, tindakan, obeservasi dan refleksi.
Penelitian ini terdiri dari dua siklus dengan empat kali pertemuan.
Subjek penelitian terdiri dari 6 orang guru kelas SDN Lebakrejo III yang merupakan guru mata pelajaran peneliti.
Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan lembaran obeservasi.
Data dianalisis dengan menggunakan persentase.
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan sistem reward dan punishment dapat meningkatkan kedisiplinan guru dalam mengumpulkan perangkat pembelajaran.
Hal ini dibuktikan dari sebelum diterapkan reward dan punishment, persentase guru yang mengumpulkan perangkat pembelajaran hanya 66,67% dengan yang mengumpulkan tepat waktu hanya sebesar 22,81%.
Setelah diterapkan sistem reward dan punishment, maka pada siklus I, guru yang mengumpulkan perangkat pembelajaran menjadi 79,65% dengan persentase yang mengumpulkan tepat waktu adalah 35,79%.
Setelah dilakukan siklus II, persentase guru yang mengumpulkan perangkat pembelajaran menjadi 97,54% dengan persentase guru yang mengumpulkan tepat waktu adalah sebesar 81,05%.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
An examination of how reward associations differentially facilitate and impair Stroop performance
An examination of how reward associations differentially facilitate and impair Stroop performance
Behavioral performance is improved when the color of a Stroop stimulus is tied to a potential reward but is impaired when the irrelevant word meaning is reward related. The facilit...
Sosialisasi Pembelajaran Daring Pada Kegiatan Belajar Mengajar
Sosialisasi Pembelajaran Daring Pada Kegiatan Belajar Mengajar
Sosialisasi ini bertujuan untuk melihat bagaimana proses kegiatan pembelajaran daring yang berlangsung di lapangan serta upaya yang dapat dilakukan agar proses pembelajaran daring ...
MENJADI GURU PROFESIONAL (ISU DAN TANTANGAN MASA DEPAN)
MENJADI GURU PROFESIONAL (ISU DAN TANTANGAN MASA DEPAN)
Abstract, Teaching it is an art because every teacher has their own style and characteristics. Therefore, every teacher has different styles and techniques in teaching. So is their...
PENINGKATAN KINERJA GURU DALAM PEMBELAJARAN DI KELAS MELALUI SUPERVISI EDUKATIF KOLABORATIF SECARA PERIODIK
PENINGKATAN KINERJA GURU DALAM PEMBELAJARAN DI KELAS MELALUI SUPERVISI EDUKATIF KOLABORATIF SECARA PERIODIK
Supervisi edukatif merupakan supervisi yang diarahkan pada kurikulum pembelajaran, proses belajar mengajar, pelaksanaan bimbingan dan konseling. Supervisi merupakan salah satu ...
MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) MELALUI WORKSHOP
MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) MELALUI WORKSHOP
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) melalui workshop di SMP Negeri 43 Med...
Problematika sistem pembelajaran daring/online bagi siswa kelas IV SDN Boro di desa Boro selama masa pandemi Covid-19
Problematika sistem pembelajaran daring/online bagi siswa kelas IV SDN Boro di desa Boro selama masa pandemi Covid-19
Dalam pembelajaran daring, terdapat beberapa masalah selama proses pelaksanaannya. Permasalahan paling umum adalah mengenai ketersediaan listrik dan akses internet yang kurang mema...
PEMANFAATAN SUMBER PEMBELAJARAN DIGITAL UNTUK PENGEMBANGAN DIRI GURU DAN PEMBELAJARAN DI SD TANGERANG SELATAN TAHUN 2022
PEMANFAATAN SUMBER PEMBELAJARAN DIGITAL UNTUK PENGEMBANGAN DIRI GURU DAN PEMBELAJARAN DI SD TANGERANG SELATAN TAHUN 2022
Kondisi pandemi Covid-19 dan pasca-pandemi menuntut sekolah, para guru, siswa dan orang tua siswa memiliki kemampuan literasi digital agar keterampilan abad 21 dapat dikembangkan ...

