Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hermeneutika Kesaksian dan Keterbacaan Transendensi dalam Filsafat Paul Ricœur

View through CrossRef
Transcendence plays an important role in Paul Ricœur’s philosophical reflections. In the philosophy of the will that marks the beginning of his career, Transcendence serves to reconcile the conflictual relationship between human freedom and the inherent conditions that limit it and to offer liberation of man from his fault. The same theme persisted in his later works, in his exploration of the role of Transcendence for forgiveness in the book on memory, history and forgetting. However, Ricœur never systematically wrote this role of Transcendence in a work because the third book of the trilogy of the philosophy of the will that was meant to elaborate on the role of Transcendence was never written. This provides an opportunity for Ricœur’s commentators to interpret the presence of Transcendence in Ricœur’s philosophy. This article argues that the hermeneutics of testimony is one of the gateways to understand Transcendence in Ricœur’s philosophy. Abstrak Transendensi memegang peranan penting di dalam refleksi filosofis Paul Ricœur. Di dalam filsafat kehendak yang menandai awal kariernya, Transendensi berperan untuk mendamaikan relasi konfliktual antara kebebasan manusia dan kondisi-kondisi absolut yang membatasinya dan lebih lagi untuk membebaskan manusia dari kesalahannya. Peran yang sama ditekankan Ricœur lagi di karya pada periode kematangan filosofisnya, yaitu peran Transendensi untuk pengampunan di buku tentang ingatan, sejarah dan pelupaan. Namun demikian, Ricœur tidak pernah menulis secara sistematis peran Transendensi ini dalam sebuah karya karena buku ketiga dari trilogi fillsafat kehendak yang dimaksudkan untuk mengurai peran Transendensi tidak pernah ditulisnya. Hal ini membuka peluang bagi para komentator Ricœur untuk menginterpretasi kehadiran Transendensi di dalam filsafat Ricœur. Artikel ini berargurmen bahwa hermeneutika kesaksian menjadi salah satu tempat keterbacaan Transendensi di dalam filsafat Ricœur. Kata-kata kunci: filsafat kehendak, puitik kehendak, pengampunan, Transendensi, kesaksian, referensi metaforis, apropriasi
Title: Hermeneutika Kesaksian dan Keterbacaan Transendensi dalam Filsafat Paul Ricœur
Description:
Transcendence plays an important role in Paul Ricœur’s philosophical reflections.
In the philosophy of the will that marks the beginning of his career, Transcendence serves to reconcile the conflictual relationship between human freedom and the inherent conditions that limit it and to offer liberation of man from his fault.
The same theme persisted in his later works, in his exploration of the role of Transcendence for forgiveness in the book on memory, history and forgetting.
However, Ricœur never systematically wrote this role of Transcendence in a work because the third book of the trilogy of the philosophy of the will that was meant to elaborate on the role of Transcendence was never written.
This provides an opportunity for Ricœur’s commentators to interpret the presence of Transcendence in Ricœur’s philosophy.
This article argues that the hermeneutics of testimony is one of the gateways to understand Transcendence in Ricœur’s philosophy.
Abstrak Transendensi memegang peranan penting di dalam refleksi filosofis Paul Ricœur.
Di dalam filsafat kehendak yang menandai awal kariernya, Transendensi berperan untuk mendamaikan relasi konfliktual antara kebebasan manusia dan kondisi-kondisi absolut yang membatasinya dan lebih lagi untuk membebaskan manusia dari kesalahannya.
Peran yang sama ditekankan Ricœur lagi di karya pada periode kematangan filosofisnya, yaitu peran Transendensi untuk pengampunan di buku tentang ingatan, sejarah dan pelupaan.
Namun demikian, Ricœur tidak pernah menulis secara sistematis peran Transendensi ini dalam sebuah karya karena buku ketiga dari trilogi fillsafat kehendak yang dimaksudkan untuk mengurai peran Transendensi tidak pernah ditulisnya.
Hal ini membuka peluang bagi para komentator Ricœur untuk menginterpretasi kehadiran Transendensi di dalam filsafat Ricœur.
Artikel ini berargurmen bahwa hermeneutika kesaksian menjadi salah satu tempat keterbacaan Transendensi di dalam filsafat Ricœur.
Kata-kata kunci: filsafat kehendak, puitik kehendak, pengampunan, Transendensi, kesaksian, referensi metaforis, apropriasi.

Related Results

MENAKAR HERMENEUTIKA DALAM KAJIAN SASTRA
MENAKAR HERMENEUTIKA DALAM KAJIAN SASTRA
Kajian sastra ditandai oleh suatu aktivitas penting yang inheren di dalam dirinya, yakni interpretasi (penafsiran). Kegiatan apresiasi sastra dan kritik sastra, pada tepi dan muara...
MENELAAH FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI FILSAFAT KHUSUS
MENELAAH FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI FILSAFAT KHUSUS
Filsafat adalah usaha manusia yang mempelajari hakikat melalui akal budi manusia dengan menggunakan akal budi untuk memahami dan menjawab semua pertanyaan yang berkaitan dengan tra...
FILSAFAT HUKUM MENEMUKAN KETERATURAN HUKUM
FILSAFAT HUKUM MENEMUKAN KETERATURAN HUKUM
Filsafat hukum adalah filsafat yang akan kita bahas dalam pembahasan kali ini, bukan filsafat yang lain entah itu filsafat agama, filsafat pengetahuan ataupun filsafat etika. Filsa...
Pengantar Redaksi
Pengantar Redaksi
Jurnal Filsafat Volume 30 No. 1 Februari 2020 ini menghadirkan enam artikel dengan cakupan tema yang cukup beragama dari post-truth, ke isu lingkungan dan hak hewan hingga perdebat...
Pengantar
Pengantar
Alhamdulillah, adalah satu-satunya kata yang tepat untuk menggambarkan suasana batin dan rasa bersyukur tim redaksi Jurnal Filsafat kepada Allah SWT, karena apa yang sudah lama dip...
Interpretasi Kebenaran dalam Ruang Digital: Telaah Hermeneutika Paul Ricoeur
Interpretasi Kebenaran dalam Ruang Digital: Telaah Hermeneutika Paul Ricoeur
Fokus kajian ini adalah “Interpretasi Kebenaran dalam Ruang Digital: Telaah Hermeneutika Paul Ricoeur”  yang dianalisis melalui berbagai sumber tulisan. Kajian ini menyoroti bagaim...
[JF] Pengantar Redaksi Vol. 32 No. 1 Februari 2022
[JF] Pengantar Redaksi Vol. 32 No. 1 Februari 2022
Pembaca yang Budiman,Dewan Redaksi Jurnal Filsafat sedang melakukan langkah perubahan strategis setelah memperoleh kembali Akreditasi Nasional Peringkat Sinta 2, yakni melakukan pe...
[JF] Pengantar Redaksi Vol. 31 No. 2 Agustus 2021
[JF] Pengantar Redaksi Vol. 31 No. 2 Agustus 2021
Pembaca Yang Budiman,Di tengah situasi yang belum normal seperti sediakala sebelum pandemi Covid-19, redaksi Jurnal Filsafat tetap berupaya untuk tetap menjaga kontinuitas penerbit...

Back to Top